spot_img
BerandaKabar WashliyahKetua LKSA Jadi Fasilitator Kegiatan Majelis Pendidikan

Ketua LKSA Jadi Fasilitator Kegiatan Majelis Pendidikan

KETUA Lembaga Kajian Strategis Al Washliyah (LKSA) Pengurus Besar (PB) Al Jam’iyatul Washliyah yang juga dosen IAIN Lhokseumawe, Dr. Ja’far, M.A. dipercaya menjadi salah satu fasilitator kegiatan yang diadakan oleh Majelis Pendidikan PB Al Washliyah selama tiga hari, 11-13 Maret 2023 di Hotel Balairung, Matraman, Jakarta.

Oleh panitia, kegiatan ini diberi nama “Pelatihan Membangun Kompetensi dan Profesionalisme Dosen Perguruan Tinggi Al Washliyah.” Kegiatan ini diikuti oleh sejumlah dosen dari tujuh perguruan tinggi Al Washliyah, yakni UNIVA Medan, UMN Al Washliyah, UNIVA Labuhanbatu, STIE Al Washliyah Sibolga, STIT Al Washliyah Binjai, STKIP Al Washliyah Banda Aceh, dan STIT Al Washliyah Aceh Tengah. Kegiatan ini secara resmi dibuka dan ditutup oleh Ketua Umum PB Al Washliyah, KH. Masyhuril Khamis, S.H., M.M. Sejumlah elit PB Al Washliyah juga hadir dalam kegiatan ini, di antaranya Dr. H. Amran Arifin, M.M., M.B.A. (Sekretaris Jenderal PB Al Washliyah), Ridwan Tanjung, M.Si. (Ketua Majelis Pendidikan Al Washliyah), Wizdan Fauran Lubis, M.M. (Ketua Hubungan Antar Lembaga), M. Razvi Lubis, M.Pd. (Sekretaris Majelis Pendidikan Al Washliyah), dan Dr. Uwes Fathoni, M.Ag. (fasilitator kegiatan).

Kegiatan ini diikuti sebanyak 24 orang peserta. Para peserta kegiatan menilai bahwa kegiatan seperti ini sangat bermanfaat, karena selain menjadi ajang silaturahmi antar dosen perguruan tinggi Al Washliyah, juga dapat meningkatkan kompetensi dan profesionalitas dosen Al Washliyah lantaran dibimbing langsung oleh para pakar publikasi ilmiah terdepan di tingkat nasional bahkan internasional.

Ada empat tujuan kegiatan ini. (1) meningkatkan motivasi berkarya dan kompetensi dosen-dosen di perguruan tinggi Al Washliyah; (2) menjadikan dosen-dosen di perguruan tinggi Al Washliyah memiliki sikap profesionalisme; (3) mendorong peningkatan jumlah publikasi ilmiah di kalangan dosen perguruan tinggi Al Washliyah; dan (4) menghasilkan karya akademik yang standar dan dapat diterbitkan di jurnal bereputasi. nasional dan internasional. Kegiatan ini dipandang penting untuk segera diadakan mengingat (1) masih rendahnya jumlah publikasi ilmiah dosen-dosen di perguruan tinggi Al Washliyah dibandingkan jumlah publikasi ilmiah dosen-dosen di perguruan tinggi swasta lainnya terutama di Provinsi Sumatera Utara, dan (2) masih sedikit sekali jumlah jurnal di perguruan tinggi Al Washliyah yang sudah diindeks oleh Science and Technology Index (SINTA). Di UMN Al Washliyah, misalnya, baru terdapat empat jurnal yang terindeks SINTA (tiga jurnal terindeks SINTA 5 dan satu jurnal terindeks SINTA 6), sedangkan di STIE Al Washliyah Sibolga, terdapat sebuah jurnal terindeks SINTA 4. Di kampus lainnya, belum ada jurnal yang terindeks SINTA.

Dari kegiatan ini, Majelis Pendidikan Al Washliyah berharap, jumlah publikasi ilmiah para dosen akan semakin meningkat di masa mendatang, dan dapat menyaingi jumlah publikasi dosen-dosen perguruan tinggi lainnya; dan juga semua jurnal di perguruan tinggi Al Washliyah dapat segera terindeks SINTA terutama SINTA 1 dan SINTA 2, bahkan kelak dapat terindeks Scopus. Harapannya juga, peringkat seluruh perguruan tinggi Al Washliyah, termasuk di Webometrics dan SINTA, dapat semakin meningkat dan mampu bersaing dengan perguruan tinggi lainnya di Indonesia. Dari pelaksanaan kegiatan ini, setidaknya Majelis Pendidikan Al Washliyah telah memberikan: (1) perhatian terhadap persoalan jumlah publikasi ilmiah dan jurnal terindeks di perguruan tinggi Al Washliyah, (2) pembinaan yang konstruktif terhadap seluruh perguruan tinggi Al Washliyah, khususnya kompetensi dosen-dosen Al Washliyah, dan (3) respons terhadap perkembangan terkini seputar publikasi ilmiah dan pemeringkatan universitas secara nasional dan global.

Majelis Pendidikan Al Washliyah tampak sangat menyadari bahwa peringkat perguruan tinggi terbesar milik Al Washliyah masih kalah jauh dari peringkat perguruan tinggi swasta lainnya terutama yang ada di Provinsi Sumatera Utara. Webometrics misalnya memeringkat seluruh perguruan tinggi berdasarkan konten web (jumlah halaman web dan file), visibilitas, dan dampak publikasi yang dibuktikan dengan banyaknya catatan referensi (link, catatan kaki, kutipan situs) yang berasal dari web universitas tersebut. Karena itu, Majelis Pendidikan Al Washliyah berharap dan mendorong “seluruh dosen di perguruan tinggi Al Washliyah segera meningkatkan jumlah publikasi dan sitasi karya akademiknya untuk terus meningkatkan rangking kampus.” Tentu saja, perlu diambil kebijakan strategis demi merealisasikan harapan ini, misalnya memberikan insentif dan penghargaan kepara para dosen Al Washliyah yang berhasil menerbitkan artikel ilmiah mereka di jurnal terindeks Scopus, dan juga kepada para pengelola jurnal ilmiah di perguruan tinggi Al Washliyah yang berhasil mengakreditasikan jurnalnya. Berbagai pelatihan termasuk terkait publikasi ilmiah juga perlu terus diadakan dalam rangka meningkatkan kompetensi dan profesionalisme seluruh dosen Al Washliyah, dan mengundang para pakar dari luar negeri sebagai narasumber kegiatan juga sangat penting dan mendesak dilakukan.

Dalam kegiatan ini, dosen-dosen Al Washliyah diberi pengetahuan, motivasi, dan keterampilan terkait dua hal. Pertama, publikasi artikel jurnal berstandar nasional dan internasional. Dalam hal ini, mereka mendapatkan kesempatan untuk belajar secara langsung kepada para ahli yang betul-betul berpengalaman dalam bidang publikasi artikel ilmiah di jurnal bereputasi. Untuk mengulas masalah ini, Majelis Pendidikan Al Washliyah mengundang tiga orang narasumber, mereka adalah Muhammad Nida’ Fadlan, M.Hum. (Editor Studia Islamika, sebuah jurnal bereputasi internasional dan terindeks Scopus), Dr. Muhammad Anggung Manumanoso Prasetyo (Ketua Rumah Jurnal IAIN Lhokseumawe), dan Dr. H. Hadry Harahap (penulis sejumlah artikel bereputasi). Muhammad Nida’ Fadlan menyampaikan materi berjudul “Menyiapkan Artikel Ilmiah, Perkuat Tradisi Riset,” Dr. Muhammad Anggung memberi materi terkait “Persoalan Sumber Referensi dan Sitasi (Mandeley), sedangkan Dr. Hadry menyampaikan materi tentang “Penelitian dan Publikasi Karya Ilmiah.”

Kedua, pengelolaan jurnal bereputasi nasional dan internasional. Dalam hal ini, dosen-dosen Al Washliyah diberi pengetahuan, motivasi dan keterampilan terkait pengelolaan jurnal bereputasi nasional dan internasional. Di sini, Majelis Pendidikan Al Washliyah mengundang salah seorang pakar indeksasi jurnal dari Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya, Dr. Mukhammad Zamzami (Editor in-Chief Teosofi: Jurnal Tasawuf dan Pemikiran Islam). Ia menyampaikan dua materi terkait “Tata Kelola Open Jurnal System (OJS) Berstandar Nasional dan Internasional,” dan “Sistem Pengelolaan Jurnal Internasional: Pengalaman Jurnal Teosofi Submit ke Scopus.” Karena disampaikan pakar yang sangat berpengalaman, materi yang disampaikan seluruh narasumber sangat praktis, dan harapannya dapat diserap dan diterapkan dengan mudah oleh para peserta kegiatan.

Dalam pelaksanaan pelatihan ini, panitia pelaksana kegiatan juga dibantu oleh dua orang fasilitator, yakni Dr. Ja’far dan Dr. Uwes Fathoni. Selain sebagai Ketua LKSA PB Al Washliyah, Dr. Ja’far juga merupakan dosen IAIN Lhokseumawe, editor MIQOT: Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman (Sinta 2) dan Journal of Contemporary Islam and Muslim Societies (SINTA 2), Reviewer Teosofi: Jurnal Tasawuf dan Pemikiran Islam (Terindeks Scopus dan SINTA 1), dan Reviewer Penelitian, Publikasi Ilmiah, dan Pengabdian kepada Masyarakat (Litapdimas) Kementerian Agama Republik Indonesia tahun 2022-2024. Sedangkan Dr. Uwes Fathoni merupakan dosen UIN Sunan Gunung Djati Bandung sekaligus editor dan reviewer sejumlah jurnal bereputasi. Ia juga merupakan Ketua Umum Perkumpulan Pengelola Jurnal Ilmu Dakwah periode 2019-2022, dan pengurus Majelis Pendidikan PB Al Washliyah. Kedua fasilitator membersamai Majelis Pendidikan Al Washliyah dalam merancang persiapan dan juga pelaksanaan kegiatan, mulai dari menentukan tema-tema materi di setiap sesi, menemukan narasumber yang relevan dan diakui keahliannya, hingga mendampingi narasumber dan para peserta dalam setiap sesi kegiatan.

Secara khusus, Dr. Ja’far selaku fasilitator kegiatan dan Ketua LKSA menyatakan kesediaan untuk mendukung sekaligus mendampingi para dosen Al Washliyah dalam rangka meningkatkan jumlah publikasi ilmiah, dan juga mendukung dan mendampingi para pengelola jurnal di lingkungan perguruan tinggi Al Washliyah untuk mempercepat indeksasi jurnal-jurnal yang mereka kelola ke berbagai lembaga indeks, terutama SINTA. LKSA PB Al Washliyah juga bertekad untuk mendukung program-program Majelis Pendidikan PB Al Washliyah dalam rangka meningkatkan kompetensi dan profesionalisme dosen-dosen Al Washliyah. Di sela-sela kegiatan, Dr. Ja’far juga memberikan buku-buku terbaru terbitan LKSA kepada Ketua Umum PB Al Washliyah.

Dr. Ja’far, M.A.
Ketua LKSA & Dosen Pascasarjana IAIN Lhokseumawe

About Author

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments

KakekHijrah「✔ ᵛᵉʳᶦᶠᶦᵉᵈ 」 pada Nonton Film Porno Tertolak Sholat dan Do’anya Selama 40 Hari
KakekHijrah「✔ ᵛᵉʳᶦᶠᶦᵉᵈ 」 pada Nonton Film Porno Tertolak Sholat dan Do’anya Selama 40 Hari
KakekHijrah「✔ ᵛᵉʳᶦᶠᶦᵉᵈ 」 pada Nonton Film Porno Tertolak Sholat dan Do’anya Selama 40 Hari
M. Najib Wafirur Rizqi pada Kemenag Terbitkan Al-Quran Braille