25.5 C
Jakarta
Sabtu 3 Desember, 2022
spot_img

Peran Saka Nasional 2022: Pintu Masuk ke Abad Milenium

DI Bumi Perkemahan Bangka Belitung mulai tanggal 2 Oktober hingga 9 Oktober 2022 diselenggarakan sebuah kegiatan besar kepramukaan, yaitu Perkemahan Antar Satuan Karya atau Peran Saka Nasional 2022, yang diikuti oleh sekitar 1200 peserta dari 31 propinsi. Acara tersebut telah resmi dibuka oleh Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Komisaris Jenderal (Purn) Drs. Budi Waseso.

Point yang paling esensial dari terselenggaranya acara tersebut adalah membaca ulang dan meningkatkan posisi Gerakan Pramuka di dalam abad milenium seperti saat ini. Hal tersebut sejalan dengan apa yang dikatakan oleh Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka di dalam sambutannya, bahwa “Peran Saka Tingkat Nasional yang diadakan saat ini, memiliki maksud untuk menciptakan generasi muda yang memiliki daya saing dan menjadi agent of producer sehingga mampu menciptakan perubahan yang nyata dengan beragam kegiatan dalam perkemahan yang dimaksudkan untuk menumbuhkan pola pikir sehingga dapat mendorong kreativitas dan daya inovasi anak bangsa.” Lebih jauh ka Kwarnas berpesan kepada seluruh peserta Peran Saka Nasional agar menjadi Pramuka yang kreatif, mampu menghasilkan inovasi-inovasi sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Namun, tentu saja dengan tidak melupakan dan meninggalkan tradisi dan kearifan bangsa kita.

Apa yang dikatakan oleh Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka itu bukan saja sebuh penegasan posisi Gerakan Pramuka di dalam perkembangan zaman, namun secara lebih jauh adalah sebuah tantangan bagi segenap anggota Pramuka untuk menjawab setiap trend perubahan dan perkembangan yang berlangsung di abad milenium seperti saat ini. Gerakan Pramuka harus ada di dalam setiap trend perubahan dan perkembangan tersebut. Tidak ada alasan untuk ketinggalan kereta atau menjadi elemen yang gagap atas berlangsungnya perubahan dan perkembangan. Bukan juga hanya menjadi penonton, tetapi justru menjadi bagian terpenting yang membuat perubahan dan perkembangan itu sendiri.

Zaman milenium seperti saat ini memang memberi peluang bagi terbukanya pintu-pintu masuk ke dalamnya, dari berbagai celah dan peluang. Acara Peran Saka 2022 adalah juga salah satu pintu masuk ke dalam ruang dan waktu milenium tersebut, terutama bagi Penegak/Pandega yang aktif di Satuan Karya. Kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan oleh tiap saka pada dasarnya selalu sejalan dan tak pernah mengalami ketertinggalan dengan konteks (istilah sekarang) zaman now. Dari 11 saka yang ada di bawah Kwartir Nasional, agaknya seluruhnya memiliki potensi untuk berperan aktif di dalam perkembangan global saat ini. Jumlah 11 saka itu belum lagi ditambah dengan saka-saka lain bentukan Kwarda dan berlaku secara lokal, yang beragam pula kegiatannya.

Sebagai sebuah gerakan aktif dan kreatif dari anggota Pramuka pada rentang usia 16-25 tahun, saka memang sangat diharapkan memiliki peran besar untuk menjadi salah satu agen perubahan. Semua memang harus diawali oleh Perkemahan Bakti Satuan Karya Pramuka (Pertisaka) yang merupakan hulu kegiatan yang nantinya bermuara ada Peran Saka. Di Pertisaka segala kegiatan saka harus dioptimalkan, sekaligus membawa nilai-nilai lokal di dalamnya, mulai dari budaya dan adat-istiadat. Hal ini tentu sejalan dengan apa yang disampaikan oleh Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka, bahwa para anggota Pramuka haruslah menjadi pribadi yang kreatif dan inovatif tanpa melupakan tradisi dan kearifan bangsa sendiri.

Penjagaan atas tradisi dan kearifan bangsa sendiri memang menjadi sesuatu yang sangat penting dalam hubungannya dengan kesertaan setiap anggota Pramuka pada perkembangan zaman secara global. Sebab teknologi, informasi dan budaya yang datang dari luar (sebagai dampak logis globalisasi) cenderung memiliki potensi untuk menggerus nilai-nilai budaya lokal. Derasnya arus globalisasi melahirkan kebiasaan-kebiasaan dan pemikiran-pemikiran baru yang kadangkala berlawanan dengan nilai-nilai lokal. Pada titik inilah Peran Saka harus menjadi beton tangguh bagi terbangunnya benteng ketahanan nasional dan budaya di setiap jiwa anggota Pramuka.

Peran Saka 2022 tentu saja tetap akan mencerminkan sosok Pramuka secara utuh, yang gembira, tangguh, sekaligus kreatif dan inovatif. Sudah pasti setiap peserta Peran Saka 2022 adalah kalangan milenial yang telah siap memasuki pintu zaman milenium tanpa harus kehilangan ke-Indonesia-annya. Intinya, ke titik mana pun di belahan dunia ini kaki melangkah, lagu di dalam dada tetaplah “Indonesia Raya”.

Muhamad Zarkasih
Ketua Sako Pramuka PB Al Washliyah

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

0FansSuka
1,230PengikutMengikuti
206PengikutMengikuti
100PelangganBerlangganan

Latest Articles