26.6 C
Jakarta
Rabu 5 Oktober, 2022

LKSA Gelar Kajian Politik Al Washliyah pada Era Reformasi

SABTU, 10 September 2022, Lembaga Kajian Strategis Al Washliyah (LKSA) Pengurus Besar (PB) Al Jam’iyatul Washliyah menggelar kajian politik Al Washliyah pada era Reformasi. Diskusi ini merupakan lanjutan dari diskusi-diskusi sebelumnya. LKSA secara maraton menggelar kajian tentang politik Al Washliyah di Indonesia. Sebelum ini, LKSA sukses menggelar kajian tentang politik Al Washliyah mulai dari era kolonial sampai era Orde Baru. Bulan lalu, LKSA juga sudah menggelar kajian tentang masa depan Al Washliyah. Kali ini, LKSA mengundang H. Hidayatullah, S.E., salah seorang kader terbaik Al Washliyah dan saat ini mengemban amanah sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Narasumber kali ini bukan orang baru di kalangan Al Washliyah. Ia belajar di sekolah Al Washliyah mulai dari tingkat dasar sampai tingkat atas. Ia pernah menjadi Komisaris BPR Syariah Al-Washliyah Tanjung Morawa (1994-1999) dan Direktur BPR Syariah Al-Washliyah Medan (1999-2004). Ia, dengan demikian, adalah kader Al Washliyah. Dalam bidang politik, ia pernah menjadi anggota DPRD Kabupaten Deli Serdang (1987-1997) dan anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara (2004-2014). Ia kemudian melenggang ke senayan setelah meraih suara signifikan pada Pemilu tahun 2019. Ia merupakan kader PKS, salah satu partai politik di Indonesia.

H. Hidayatullah, S.E. kemudian menyampaikan materi dengan judul “Peran Strategis Al Washliyah dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara di Era Reformasi.” Diskusi ini dihadiri oleh unsur PB Al Washliyah, LKSA, PW Ikatan Pelajar Al Washliyah (IPA) Provinsi Sumatera Utara, kader-kader IPA se-Sumatera Utara dan seratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia terutama dari dua provinsi: Aceh dan Sumatera Utara. Kegiatan akademik ini juga didukung oleh PW IPA Provinsi Sumatera Utara dan dipandu oleh Hairul Hanafi Purba yang merupakan Sekretaris PW IPA Provinsi Sumatera Utara.

Tujuan diskusi kali ini adalah untuk merancang dan memetakan peran strategis Al Washliyah dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Sekedar mengulang kaji, Al Washliyah merupakan organisasi sosial keagamaan yang bergerak dalam bidang pendidikan, dakwah, amal sosial, dan pemberdayaan ekonomi umat. Sejarah menunjukkan bahwa sejak lahir sampai saat ini, Al Washliyah tetap istikamah menjadi organisasi sosial keagamaan dan tidak pernah menjadi partai politik. Tetapi, dan ini perlu digaris bawahi, Al Washliyah sama sekali tidak pernah abai terhadap perhelatan politik di Indonesia.

Al Washliyah tidak pernah absen dalam menghadapi dan menyelesaikan persoalan strategis yang dihadapi bangsa dan negara. Sampai era Reformasi, Al Washliyah masih bersikukuh menjadi organisasi yang bersifat independen, dalam arti tidak berpolitik praktis. Hanya yang perlu dicatat bahwa sebagaimana pernyataan dan teladan dari para ulama Al Washliyah, organisasi ini tidak boleh abai terhadap persoalan yang dihadapi bangsa dan negara, apalagi NKRI adalah termasuk hasil perjuangan para laskar Al Washliyah yang mesti dirawat dan dipertahankan. Pertanyaannya, bagaimana seharusnya peran strategis Al Washliyah dalam membangun dan memajukan bangsa dan negara saat ini. Inilah yang akan dikupas tuntas oleh narasumber Awsat Forum kali ini.

Berdasarkan paparan narasumber, Ustaz Hidayatullah, S.E., dapat ditarik sembilan kesimpulan. Pertama, Al Washliyah sudah berkontribusi bagi umat dan bangsa jauh sebelum Indonesia menjadi sebuah negara berdaulat. Al Washliyah terbukti juga telah menunjukkan loyalitasnya kepada bangsa dan negara sejak awal kemerdekaan, Orde Lama, Orde Baru sampai era Reformasi. Di awal kemerdekaan Indonesia, para pemimpin Al Washliyah turut merebut dan mempertahankan semangat proklamasi kemerdekaan, dan kemudian secara aktif mengikuti perhelatan politik di tanah air.

Kedua, Al Washliyah jangan sampai melupakan tujuan dari pendirian negara Indonesia, sebagaimana dijelaskan dalam Pembukaan UUD 1945, di antaranya yakni “memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa.” Terbukti bahwa selama ini, Al Washliyah telah menunjukkan kerja-kerja kreatif dan produktif yang tidak lain karena ingin turut serta mencapai tujuan nasional tersebut. Al Washliyah sudah (1) mengelola ratusan lembaga pendidikan sebelum Indonesia merdeka (terutama madrasah dan sekolah), dan semakin berkembang pasca kemerdekaan (termasuk mendirikan perguruan tinggi); (2) memberikan pencerahan kepada anak bangsa melalui aktivitas dakwah dan penyiaran; (3) memikirkan dan meningkatkan kesejahteraan kaum yang lemah (mustadh‘afîn) melalui kegiatan amal sosial dengan mendirikan banyak panti asuhan; dan (4) meningkatkan perekonomian umat melalui lembaga-lembaga keuangan termasuk mendirikan bank syariah. Sejarah menunjukkan bahwa Al Washliyah telah berperan dalam memajukan dan mensejahterakan bangsa dan negara Indonesia.

Ketiga, Al Washliyah, meskipun sudah banyak berbuat selama ini, tetap harus terus memberikan kontribusi, karya dan amal yang sebesar-besarnya bagi bangsa dan negara Indonesia. Ini tentu bukan saja dalam rangka untuk mencapai tujuan nasional, melainkan juga untuk mencapai tujuan hakiki kaum Muslim, yakni kebahagiaan di akhirat kelak. Al Washliyah merupakan salah satu elemen dari sekian banyak elemen bangsa yang paling bertanggungjawab untuk mencapai tujuan nasional di atas, yakni memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa.

Keempat, berdasarkan data statistik, Al Washliyah masih memiliki kerja-kerja besar dalam rangka mencerdaskan kehidupan anak bangsa. Di Indonesia, masih banyak rakyat belum mendapatkan pendidikan sampai ke level pendidikan tinggi. Karenanya, Al Washliyah harus turut aktif meningkatkan taraf pendidikan masyarakat. Al Washliyah perlu terus mendorong rakyat Indonesia mendapatkan pendidikan yang lebih tinggi. Al Washliyah harus terus membuat rakyat Indonesia cerdas.

Kelima, Al Washliyah perlu terus menyadari bahwa terwujudnya tujuan nasional di atas (yakni memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa) banyak bergantung pada kebijakan-kebijakan yang diputuskan oleh para elit politik yang menjadi pemimpin di tingkat eksekutif dan juga di tingkat legislatif. Mereka merumuskan dan kemudian menetapkan peraturan perundang-undangan yang mengikat seluruh rakyat Indonesia. Semua aturan itu idealnya diharapkan dapat mempercepat tercapainya tujuan nasional. Maju atau mundurnya bangsa Indonesia tentu saja sangat bergantung pada kapabilitas, profesionalitas dan integritas para pemimpin bangsa.

Keenam, Al Washliyah perlu terus menyadari bahwa Indonesia memiliki potensi besar terutama dari segi sumber daya alam dan sumber daya manusia. Potensi ini memunculkan kecemburuan dari berbagai bangsa dan negara lain. Tidak semua bangsa dan negara yang bergaul dengan Indonesia memiliki niat tulus. Negara-negara maju di dunia terindikasi berupaya untuk mempengaruhi elit-elit politik di Indonesia atau bahkan mungkin ingin menjadikan mereka sebagai wakil (proxy) bagi negara-negara besar di dunia. Ini sebenarnya sudah pernah terjadi saat bangsa Indonesia dijajah Belanda. Tidak sedikit anak bangsa saat itu rela bekerja sama dengan bangsa penjajah dan mengkhianati bangsanya demi meraih keuntungan pribadi, keluarga dan kelompoknya. Karena itu, Al Washliyah perlu menyadari hal itu dan ikut mencegahnya. Al Washliyah harus ikut berupaya agar para pemimpin bangsa dan negara di Indonesia lebih pro terhadap rakyatnya, bukan menjadi antek-antek bangsa dan negara di luar sana.

Ketujuh, sebagai elemen yang turut mendirikan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Al Washliyah tidak boleh berlepas tangan dalam memajukan bangsa dan negara Indonesia. Para pemimpin Al Washliyah jangan hanya memasrahkan persoalan masa depan bangsa dan negara pada para elit politik dan pemimpin bangsa saja. Al Washliyah harus memastikan bahwa para elit politik di negeri ini lebih pro kepada rakyat, bukan kepada pihak asing yang tidak menginginkan Indonesia menjadi negara maju dan sejahtera. Al Washliyah harus menyadari bahwa potensi negeri ini sangat besar. Indonesia sangat berpotensi menjadi negara maju dan sejahtera. Indonesia bahkan akan mampu menyaingi kemajuan dan kesejahteraan negara-negara besar di dunia.

Kedelapan, para pemimpin Al Washliyah harus membangun kesadaran kolektif bahwa Al Washliyah adalah organisasi yang memiliki banyak kader yang berkompeten, berkualitas dan berintegritas. Di sini, Al Washliyah harus memikirkan, merancang dan memperjuangkan kader-kader Al Washliyah dapat tampil ke depan publik. Al Washliyah perlu mendukung mereka untuk dapat mengisi posisi-posisi strategis di berbagai jabatan publik. Harapannya, kader-kader Al Washliyah secara aktif ikut merancang dan memutuskan kebijakan yang kemudian ditetapkan menjadi peraturan perundang-undangan yang mengikat seluruh rakyat Indonesia. Kelak, kader-kader Al Washliyah yang mengisi berbagai jabatan publik mampu menjadi elit yang pro terhadap kesejahteraan umum, kesejahteraan rakyat Indonesia.

Di alam demokrasi saat ini, Al Washliyah dapat dengan mudah mengirim kader-kader terbaiknya untuk hadir dan berkontribusi di berbagai lembaga pengambil keputusan baik di tingkat legislatif, tingkat eksekutif maupun tingkat yudikatif. Dengan menjadi elit di berbagai lembaga pengambil kebijakan, kader-kader Al Washliyah dapat memberikan manfaat bagi jutaan rakyat Indonesia. Akhirnya, Al Washliyah secara langsung maupun tidak langsung dapat ikut mendorong terwujudnya tujuan nasional. Al Washliyah tidak boleh menjadi penonton di negeri ini, Al Washliyah harus ikut menentukan masa depan bangsa dan negaranya. Tegasnya, Al Washliyah dan para kadernya harus tampil di pentas nasional, bahkan internasional, untuk ikut menentukan masa depan negeri ini.

Kesembilan, agar para kader Al Washliyah dapat mengisi posisi-posisi strategis di lembaga pengambil kebijakan, mereka harus didukung untuk dapat mengisi posisi strategis di berbagai partai politik di Indonesia. Karena, banyak jabatan publik sangat ditentukan oleh kekuatan partai politik. Betul bahwa Al Washliyah adalah organisasi independen, akan tetapi para kadernya tidak dilarang untuk berpolitik praktis. Kader-kader Al Washliyah, karena itu, perlu didukung secara optimal oleh organisasi untuk dapat sukses menduduki posisi penting di berbagai partai politik dan kemudian dapat mengisi jabatan strategis di berbagai lembaga pengambil keputusan. Secara umum, Al Washliyah sebagai organisasi independen dapat bermain di ranah politik adi luhung atau politik moral (high politics).

Al Washliyah dapat tampil sebagai kelompok penekan di Indonesia. Secara teknis, Al Washliyah dapat menyiapkan kader-kader terbaiknya, tentunya melalui proses kaderisasi di internal organisasi, untuk mampu bersaing dan menang di ranah politik praktis, dan kemudian sukses menduduki jabatan publik tertentu dengan tujuan utama untuk mencapai tujuan nasional yang relevan dengan tujuan organisasi. Ke depan, Al Washliyah harus menjadi organisasi yang dipertimbangkan, diperhitungkan dan dilibatkan dalam penentuan (termasuk juga dipilih untuk menduduki) jabatan publik strategis di Indonesia. Al Washliyah di masa mendatang harus memiliki kader yang menjabat sebagai menteri, hakim di mahkamah konstitusi, pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan jabatan publik lainnya di tingkat nasional. Di sinilah, Al Washliyah perlu menyiapkan kader-kader yang mampu untuk menjalankan tugas sebagai pejabat publik. Dalam sesi diskusi, muncul keinginan agar Al Washliyah memiliki sekolah politik yang dirancang untuk menyiapkan kader militan yang profesionalitas, berintegritas, dan secara meyakinkan dinilai patut dan layak untuk menjadi pejabat publik.

Setelah diskusi ini, LKSA kemudian mengambil inisiatif untuk mengadakan kajian lebih lanjut tentang relasi Al Washliyah dengan politik. Beberapa bulan ke depan, LKSA akan menggelar kajian tentang pemikiran politik para pendiri dan ulama Al Washliyah terutama Ismail Banda, Abdurrahman Sjihab, M. Arsjad Th. Lubis, Yusuf Ahmad Lubis dan Adnan Lubis. Kajian ini merupakan tindak lanjut dari diskusi-diskusi yang digelar selama ini dan mendapatkan dukungan dari Ketua Hubungan Antar Lembaga PB Al Washliyah, Wizdan Fauran Lubis, S.E., M.M.

Dr. Ja’far, M.A. (Ketua LKSA PB Al Washliyah & Dosen Filsafat pada Pascasarjana IAIN Lhokseumawe)

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

0FansSuka
1,230PengikutMengikuti
206PengikutMengikuti
100PelangganBerlangganan

Latest Articles