25.5 C
Jakarta
Sabtu 3 Desember, 2022
spot_img

Rakernas I Al Jam’iyatul Washliyah akan Dibuka Wapres dan Dihadiri Sejumlah Menteri serta Tokoh Nasional

JAKARTA – Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I Al Jam’iyatul Washliyah akan dibuka Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin pada Jumat, 10 Juni 2022 pagi di Istana Wapres, Jl. Merdeka Selatan, Jakarta. Sementara kegiatan Rakernas tersebut berlangsung selama 3 hari (Jumat-Minggu / 10-12 Juni 2022) di Hotel Mercure Ancol, Jakarta Utara. Demikian disampaikan Ketua Umum Al Washliyah Dr. KH. Masyhuril Khamis, MM dalam jumpa pers di kantornya Jl. Ahmad Yani 41 Rawasari, Jakarta Pusat, Selasa 7 Juni 2022.

“Alhamdulillah Bapak Wakil Presiden berkenan membuka Rakernas I Al Washliyah yang akan dihadiri sebanyak 300 peserta dari seluruh tanah air dan peserta luar negeri,” tutur Masyhuril didampingi Sekjen Dr. H. Amran Arifin, MM, MBA, dan sejumlah pengurus.

Selain Wapres, sejumlah Menteri Kabinet Indonesia Maju, Gubernur, pimpinan Ormas Islam dan tokoh masyakarat juga akan hadir. Diantaranya Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Prof. Dr. H. Muhadjir Effendy M.A.P (dalam konfirmasi), Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) Dr. Sofyan A Djalil SH, MA, MALD, Meneg BUMN Erick Tohir, Menteri Agama H. Yaqut Cholil Qoumas (dalam konfirmasi), anggota DPR Dr. Ir. Sufmi Dasco Ahmad, Gubernur DKI H. Anies Rasyid Baswedan SE, MPP, Ph.D, Ketua Umum PB NU KH. Yahya Cholil Staquf, Ketua Umum PP Muhmmadiyah, KH. Haedar Nasir dan Sekjen MUI KH Amirsyah Tambunan.

Beberapa isu penting akan dibahas dalam Rakernas I ini. Pertama soal pendidikan. Karena masalah pendidikan dengan Kurikulum Merdeka masih menjadi problem serius di lapangan.

“Isu pendidikan sangat penting kami bahas karena pendidikan adalah faktor utama yang akan memajukan bangsa. Harus diingat kami adalah lembaga dakwah, pendidikan dan sosial. Maka memajukan pendidikan, menjaga moral bangsa dan pengentasan kemiskinan menjadi domain kami. Untuk itu kami akan terus berjuang agar pendidikan dapat berkembang dengan baik, sehingga mampu melahirkan putera-puteri bangsa yang cerdas, sekaligus bermoral. Masalahnya, saat ini, yang menjadi problem adalah masih minimnya jadwal pelajaran agama di sekolah-sekolah umum. Ini akan menjadi point utama untuk dibahas,” tutur Masyhuril yang juga Ketua Pusat Dakwah dan Perbaikan Akhlak Bangsa Majelis Ulama Indonesia (PDPAB-MUI).

Saat ini, lanjut Masyhuril, Al Washliyah yang lahir di Medan tahun 1930 mempunyai sekitar 1000 lebih lembaga pendidikan, 11 Perguruan Tinggi dan15 Panti Asuhan yang tersebar di 32 Propinsi di tanah air. Seiring dengan isu pendidikan, isu moral bangsa juga menjadi sorotan utama. Semakin banyaknya angka perceraian pasangan muda, pergaulan bebas, Narkoba dan LGBT juga akan dibahas.“

Kami sangat prihatin melihat data terbaru. Angka perceraian pasangan muda sangat tinggi. Terutama dua tahun belakangan atau sejak pandemi Covid-19. Ada apa dengan lembaga perkawinan kita? Apa ada sesuatu yang keliru? Itu akan kami bahas nanti. Juga masalah Narkoba dan LGBT. LGBT ini sangat mengkhawatirkan. Penyebarannya sangat masif menggaet kalangan anak-anak milenial. Ini harus kita atasi bersama-sama,” terangnya.

Isu lain yang akan dibahas adalah masalah tanah wakaf. Menurut Undang-undang tanah wakah harus memiliki sertifikat. Masalahnya adalah pensertifikatan tanah wakaf masih menjadi kendala bahkan menjadi sengketa di beberapa wilayah.“

Makanya kami mengundang Menteri ATR Bapak Sofyan Djalil guna mendapat penjelasan lebih detil sekaligus mengupayakan bagaimana agar tanah-tanah wakaf kami bisa segera mendapat sertifikat. Harus diingat, kami mempunyai banyak sekali tanah wakaf, baik yang digunakan untuk sekolah/kampus, maupun untuk panti sosial,” tambahnya.

Sementara dalam menyikapi perkembangan ormas-ormas keagamaan agar bisa lebih maju, akan tampil Anies Baswedan. Anies yang juga Gubernur DKI ini akan membawakan materi “Menciptakan Organisasi yang Kolaboratif dan Bersinergi”.

Masyhuril berharap, rekomendasi-rekomendasi yang dihasilkan dari Rakernas I nanti dapat mendorong pemerintah untuk lebih serius dan fokus menangani problem hidup berbangsa dan bernegara, sehingga bangsa Indonesia semakin maju.

“Kita ini kan ormas. Tugas kita adalah menyampaikan hasil kajian/rekomendasi. Sementara eksekutornya adalah pemerintah. Dan kita siap membantu pemerintah,” tutupnya.

(mrl)

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

0FansSuka
1,230PengikutMengikuti
206PengikutMengikuti
100PelangganBerlangganan

Latest Articles