Kabar Washliyah

Jayalah Washliyah Zaman Berzaman
Senin, 5 Juli 2021

PPKM Darurat Diberlakukan, Ketum Al Washliyah Ajak Umat Dekatkan Diri Kepada Allah


PPKM

JAKARTA – Pemerintah Pusat telah menerapkan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat sejak 03 Juli 2021. Penerapan PPKM ini guna mengurangi kegiatan masyarakat di area publik, hal ini dilakukan untuk menekan penyebaran Covid-19 di wilayah Jawa – Bali yang terus meningkat.

Menghadapi kondisi ini, masyarakat dihimbau untuk menaati keputusan pemerintah tersebut karena untuk kemaslahatan bersama. Selain itu masyarakat juga diingatkan agar lebih mendekatkan diri kepada Allah Swt dengan memperbanyak zikir dan membaca Al Qur’an. Demikian disampaikan Ketua Umum Pengurus Besar Al Jam’iyatul Washliyah Dr. KH. Masyhuril Khamis, MM menanggapi diterapkannya PPKM Darurat.

“Menyikapi PPKM ini sebaiknya umat lslam lebih rasional, cerdas serta semakin mendekatkan diri kepada Rabb. Selain itu perbanyak zikir dan kembalilah peluk Al Quran,” kata Kiyai Masyhuril di Jakarta beberapa waktu lalu.

Kegiatan di luar rumah yang dibatasi menurut Ketum Al Washliyah itu sebaiknya dialihkan dengan memperbanyak tilawah Al Qur’an sebagai zikir yang melembutkan hati, menjauhkan musibah dan membuka pintu-pintu keberkahan.

PPKM
Foto: Suasana PPKM di salah satu jalan perbatasan DKI Jakarta dengan Depok, Jawa Barat yang dimenrapkan PPKM.

Masyarakat juga bisa mengisi berbagai kegiatan selama PPKM Darurat. “Ikuti kajian-kajian keagamaan meskipun lewat virtual, agar hati tetap bersinar dengan nilai keimanan,” pinta Kiyai Masyhuril memberikan solusi. Apa bila masjid di sekitar sementara ini tidak difungsikan, maka jadikanlah rumah sebagai tempat berjamaah keluarga dan tempat bermuzdakarah.

Sementara untuk pemerintah, Kiyai Khamis yang juga Ketua Pusat Pembinaan Akhlak Bangsa MUI Pusat ini meminta sebaiknya pemerintah memberi hak masyarakat terutama kaitan kesejahteraan jasmaninya. Memberi edukasi dengan cara yang baik, dan sebaiknya rumah ibadah diberikan peluang untuk umat tetap beribadah dengan protokol kesehatan yang ketat, sebab saat ini kekuatan rohani sangat diperlukan.

Beliau juga meminta kaum muslimin melakukan taubat atas dosa yang dilakukan sehingga musibah ini cepat berlalu. “Semua kita wajib bertaubat, menyadari kesalahan dan dosa-dosa yang kita biarkan terjadi di atas muka bumi ini, karena tidak akan ada musibah atau bencana yang terjadi kecuali dimaksudkan untuk menyadarkan kita sebagai umat manusia yang hidup,” imbuh dai kondang tersebut.

(mrl)


Populer

×