spot_img
BerandaKabar WashliyahJokowi Enggan Temui Massa, Unjuk Rasa di Istana Sempat Terjadi Insiden

Jokowi Enggan Temui Massa, Unjuk Rasa di Istana Sempat Terjadi Insiden

JAKARTA – Tidak maunya Presiden Joko Widodo menemui perwakilan massa umat Islam yang berdemo di depan Istana berakibat massa bertahan hingga Jumat (4/11) malam di jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Demo yang awalnya berjalan damai hingga waktu sholat Isya masuk, tiba-tiba berubah setelah aparat menembakan gas air mata ke arah demonstran.

Sikap Presiden Jokowi yang tidak mau menerima perwakilan umat Islam dinilai tidak baik bagi perkembangan demokrasi. Unjuk rasa dengan tema Bela Al Quran dan mengawal fatwa MUI itu sudah jauh-jauh hari direncanakan. “Seharusnya presiden ada di istana bukannya pergi. Tidak adanya Jokowi di istana menunjukan kalau dia pemimpin yang lari dari tanggung jawab,” kata Ketua Gerakan Pemuda Al Washliyah DKI Jakarta M. Razvi Lubis usai mengikuti aksi di Istana Presiden.

Menurutnya, bila saja Presiden Jokowi berada di istana dan menerima perwakilan pengunjuk rasa pasti insiden tersebut tidak terjadi. Presiden dikatakan M. Razvi sudah mengetahui kalau aksi di istana ingin menyampaikan pendapatnya kepada Jokowi langsung. “Saya menyayangkan sikap presiden yang mengacuhkan dan meremehkan jutaan umat Islam dari berbagai daerah yang datang ke istana dengan pergi dari istana,” terang Ketua Gerakan Pemuda Al Washliyah DKI itu.

Insiden tembakan gas air mata yang dilakukan bertubi-tubi oleh aparat kepolisian sekita pukul 19.15 Wib membuat suasana semakin mecekam. Massa yang jumlahnya jutaan demonstran dari berbagai daerah tidak beranjak dari jalan Medan Merdeka Barat. Gas air mata yang ditembakan polisi mengakibatkan beberap demonstran harus diangkut ke lokasi yang agak aman. Bahkan beberapa ulama dan ustadz terkena gas air mata tersebut.

Korban demo
Foto: Korban akibat terkena gas air mata yang dilontarkan polisi ke arah pengunjuk rasa.

Penembakan gas air masih terus berlangsung sekitar satu jam lamanya. Suasana semakin mencekam ketika beberapa ambulan hilir mudik mengangkut korban dari pihak pengunjuk rasa yang terkapar. Sebagian korban ditransitkan di halaman gedung RRI dan sebagian lagi di halaman Menko Perekonomian sebelum dinaikan ke ambulan.

Dua truk polisi pun terlihat terbakar. Hingga kini belum diketahui siapa pelakunya. Melihat situasi yang tidak terkendali, sekitar pukul 20.30 Wib, akhirnya pimpinan massa melalui mobil komando meminta seluruh demonstran mundur dan pergi menuju gedung DPR/MPR di Senayan. Di DPR/MPR perwakilan ulama dan habaib diterima pimpinan lembaga negara itu. Setelah menyampaikan keinginannya, menjelang subuh massa membubarkan diri.

(mrl)

About Author

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments

KakekHijrah「✔ ᵛᵉʳᶦᶠᶦᵉᵈ 」 pada Nonton Film Porno Tertolak Sholat dan Do’anya Selama 40 Hari
KakekHijrah「✔ ᵛᵉʳᶦᶠᶦᵉᵈ 」 pada Nonton Film Porno Tertolak Sholat dan Do’anya Selama 40 Hari
KakekHijrah「✔ ᵛᵉʳᶦᶠᶦᵉᵈ 」 pada Nonton Film Porno Tertolak Sholat dan Do’anya Selama 40 Hari
M. Najib Wafirur Rizqi pada Kemenag Terbitkan Al-Quran Braille