BerandaKabar WashliyahAnggota Amirul Hajj Masyhuril Khamis: Petugas Kesehatan Bekerja Maksimal

Anggota Amirul Hajj Masyhuril Khamis: Petugas Kesehatan Bekerja Maksimal

MAKAH – Petugas Kesehatan yang menangani jamaah haji Indonesia selama pelaksanaan ibadah di tanah suci telah bekerja maksimal. Untuk itu sudah sewajarnya bila pemerintah memberikan apresiasi kepada petugas kesehatan. Penilaian ini dikatakan Anggota Amirul Hajj Masyhuril Khamis pada Kamis (15/9) di Makah, Arab Saudi.

Para petugas kesehatan dinilai memiliki beban kerja yang cukup berat. Mereka bekerja seakan-akan tidak kenal lelah dalam melayani jamaah yang membutuhkan tindakan kesehatan. “Tugas yang paling berat adalah mereka yang menjadi petugas kesehatan. Mereka hampir tidak mengenal jam istrahat melayani jamaah, terutama dalam merawat pasien,” kata Khamis menjelaskan.

Diungkapkannya yang paling berat adalah ketika pelaksanaan wukuf di Arafah. Banyak jamaah yang kondisi kesehatannya kurang baik sehingga harus disafari-wukufkan. Dengan fasilitas yang ada, para petugas harus membawa jamaah tersebut ke Arafah. Seluruh jamaah haji yang kesehatan masih memungkinkan dibawa ke Padang Arafah.

“Para petugas kesehatan harus membawa jamaah untuk dilakukan safari wukuf dengan kondisi transportasi yang belum memenuhi standard medis. Karenanya kita memandang Amirul hajj perlu memberi apresiasi bagi mereka,” ungkap Masyhuril Khamis yang juga Sekjen PB Al Washliyah itu.

Menurutnya malam ini Anggota Amirul Hajj akan menghadiri rapat evaluasi tentang pelayanan kesehatan jamaah haji dengan Dirjen dari Kementerian Kesehatan di Makah. Pertemuan tersebut juga akan dihadiri dokter-dokter yang bertugas selama ini.

(mrl)

About Author

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments

KakekHijrah「✔ ᵛᵉʳᶦᶠᶦᵉᵈ 」 pada Nonton Film Porno Tertolak Sholat dan Do’anya Selama 40 Hari
KakekHijrah「✔ ᵛᵉʳᶦᶠᶦᵉᵈ 」 pada Nonton Film Porno Tertolak Sholat dan Do’anya Selama 40 Hari
KakekHijrah「✔ ᵛᵉʳᶦᶠᶦᵉᵈ 」 pada Nonton Film Porno Tertolak Sholat dan Do’anya Selama 40 Hari
M. Najib Wafirur Rizqi pada Kemenag Terbitkan Al-Quran Braille
aelfizon pada Ulama Dalam Al Qur`an
Hastuti Hasan pada H.Abdurrahman Syihab
Distara Akmel Syihab pada Tipe – Tipe Pemimpin
aelfizon pada Ulama Dalam Al Qur`an
Munthe pada H.Abdurrahman Syihab
Muhammad Khairil pada Basirus Syawal
Laskar Hijau Aceh pada Panitia Rilis Logo Muktamar IPA
Ramadhanz Ardhieyansyah pada MD Al Washliyah Kayumanis Mewisuda 41 Siswa
Ramadhanz Ardhieyansyah pada MD Al Washliyah Kayumanis Mewisuda 41 Siswa
Moeh Rozali pada Keutamaan Bulan Rajab
Iwang Demi'cinta-kita pada Hukum Solat Jenazah yang Mati Bunuh Diri
karsidi_diningrat@yahoo.co.id pada Mendirikan Da`i Centre Al Washliyah
karsidi_diningrat@yahoo.co.id pada PETAKA SYI’AH DI INDONESIA
karsidi_diningrat@yahoo.co.id pada Warga Al Washliyah Harus Berpendidikan Sarjana
Sahridan Tobing pada HM Arsyad Thalib Lubis
Muhammed Zein Elhudawy pada PETAKA SYI’AH DI INDONESIA
Muhammed Zein Elhudawy pada H.Abdurrahman Syihab
Fakultas Hukum UII Yogyakarta pada Hukum Solat Jenazah yang Mati Bunuh Diri
Wawan Go Success pada Belanja Online Menurut Hukum Islam
syamsir pada Zis Al Washliyah
Bukhari Iskandar pada Peluncuran Website Al Washliyah
Sawiyanto, MA pada Peluncuran Website Al Washliyah
Muhammad Zain Al-Hudawie pada Wasiat Dewan Fatwa Untuk Kader Al Washliyah
Affan Rangkuti pada HM Arsyad Thalib Lubis
Febry Ichwan Butsi pada Peluncuran Website Al Washliyah