spot_img
BerandaMajelisDakwahPB Al Washliyah Kembali Gelar Pengajian

PB Al Washliyah Kembali Gelar Pengajian

JAKARTA – Pengurus Besar Al Washliyah kembali memulai pengajian bagi jamaahnya. Sebelumnya taklim ini sempat berhenti beberapa waktu lalu dan kini diaktifkan kembali. Pengajian yang diadakan di kantor PB Al Washliyah di daerah Rawasari Jakarta Pusat, Minggu (17/4) dihadiri pengurus Al Washliyah dan muslimat.

Menurut Ketua Majelis Dakwah dan Komunikasi (MDK) PB Al Washliyah Abdul Mun’im Ritonga, pengajian ini merupakan kerja sama dengan Muslimat Al Washliyah DKI Jakarta. Kegiatan ini akan dilaksanakan rutin sebulan sekali di minggu kedua.

Dalam pengajian perdana itu diisi langsung Ketua MDK Al Washliyah Abdul Mun’im yang mengangkat judul Power of Niat (kekuatan niat). Disampaikannya efek niat menimbulkan setidaknya lima efek kekuatan. Dicontohkan, pertama niat untuk menjadi orang soleh akan memberikan efek energi yang besar bagi kesolehan dan keikhlasan. “Orang yang sudah berniat untuk soleh maka kuat bangun tengah malam tahajud, walau kurang tidur tetap sehat, dia tak peduli walau bangun sendirian saja di tengah malam,” kata Abdul Mun’im.

Kedua, niat setengah menjadi orang soleh. Niat ini akan memberi efek energi setengah terhadap kesolehannya. “Kadang shalat subuh tidak ke masjid, sering terlambat beribadah, dan lain-lain,” jelasnya.

Pengajian AW_1
Foto: Ketua MDK PB Al Washliyah Abdul Mun’im Ritonga saat memberikan materi pada pengajian perdana.

Selanjutnya niat tidak niat menjadi orang soleh. Hal ini akan memberi efek lemah bagi kesolehannya. “Orang seperti ini sering meninggalkan shalat, walau shalat namun maksiat jalan terus. Kadang masih mau minum minuman keras dan perbuatan maksiat lainnya.”

Sementara yang ke empat adalah menunda niat jadi orang soleh. Niat ini akan menimbulkan efek lalai terhadap kesolehan seseorang. Misalnya orang seperti ini seharusnya sudah banyak hafalan Al Quran-nya, namun karena sering menunda-nunda maka hafalan Al Qur’an tidak bertambah.

Terakhir adalah tidak berniat menjadi orang soleh. Kondisi ini akan menimbulkan efek negatif. Orang seperti ini tidak pernah mau shalat walaupun beragama Islam. “Tak peduli mengerjakan perbuatan syirik asal dia senang, dan perbuatan maksiat lainnya,” kata Mun’im di hadapan jamaah.

Acara tersebut kata Mun’im bisa dijadikan sebagai forum silaturrahim bagi warga Al Washliyah. “Pengajian ini juga dijadikan sebagai kegiatan gerakan dakwah Islam Al Washliyah untuk mengimbangi kegiatan lainnya, agar mengembalikan Al Washliyah sebagai organisasi yang menonjolkan kegiatan dakwah,” ungkap salah satu Ketua PB Al Washliyah itu.

Dia berharap kegiatan seperti ini bisa berlangsung di setiap wilayah dan daerah Al Washliyah di seluruh Indonesia.

(mrl)

About Author

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments

KakekHijrah「✔ ᵛᵉʳᶦᶠᶦᵉᵈ 」 pada Nonton Film Porno Tertolak Sholat dan Do’anya Selama 40 Hari
KakekHijrah「✔ ᵛᵉʳᶦᶠᶦᵉᵈ 」 pada Nonton Film Porno Tertolak Sholat dan Do’anya Selama 40 Hari
KakekHijrah「✔ ᵛᵉʳᶦᶠᶦᵉᵈ 」 pada Nonton Film Porno Tertolak Sholat dan Do’anya Selama 40 Hari
M. Najib Wafirur Rizqi pada Kemenag Terbitkan Al-Quran Braille