spot_img
BerandaKabar WashliyahKetua MPR: Ada Empat Tantangan Besar Ormas Islam

Ketua MPR: Ada Empat Tantangan Besar Ormas Islam

JAKARTA – Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Zulkifli Hasan, secara resmi membuka Rakernas (Rapat Kerja Nasional) I Al Jamiyatul Washliyah di Wisma DPR Kopo, Bogor, Jawa Barat. Sebelum membuka acara, Zulkifli Hasan bersama Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menerima ulos dari Ketua Umum PB Al Jamiyatul Washliyah, Dr.H.Yusnar Yusuf.

Rakernas diikuti ratusan peserta dari berbagai daerah di seluruh Indonesia. Organisai Islam yang sudah berusia 85 tahun ini akan membahas dan mempertajam program kerjanya untuk setahun ke depan, sekaligus memantapkan konsolidasi organisasi yang dipimpin Yusnar Yusuf dan Sekjen PB Al Washliyah Masyhuril Khamis.

Menurut Zulkifli Hasan, yang juga Ketua Umum DPP PAN, pertumbuhan Organisasi Masyarakat (Ormas) Islam saat ini diiringi juga dengan empat tantangan yang harus dihadapi. Tantangan itu tak hanya dalam lingkup ormas dan jemaahnya sendiri, melainkan pada jangkauan yang lebih luas, yakni seluruh bangsa.

Tantangannya, menurut, Zulkifli Hasan, adalah meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM), khususnya umat Islam, agar punya kualitas unggul. “Umat Islam tidak kalah bersaing dengan umat lain. Umat Islam mayoritas di republik ini,” kata Zulkifli di hadapan peserta Al Washliyah.

Tantangan yang kedua ialah soal ekonomi yang masih tertinggal. Rakyat, termasuk ormas, perlu fokus memajukan ekonomi bangsa, agar rakyat miskin berkurang. Zulkifli berharap, ormas Islam dapat menjadi kendaraan untuk mengembangkan ekonomi rakyat, khususnya umatnya.

Ketiga, perihal radikalisasi. Apalagi, kini marak muncul organisasi yang berjalan di luar jalur yang seharusnya. Terkait hal ini, Zulkifli menyinggung pengalaman dokter Rika yang beberapa waktu lalu mendapat pengaruh buruk dari organisasi yang radikal.

“Saya ke Yogya ketemu dokter Rika. Ia kaum intelektual, suaminya sendiri dokter spesialis. Keadaan ekonominya mapan, keluarganya juga harmonis. Tapi mereka pun bisa terpengaruh janji surga. Selama tiga bulan tinggalkan suami dan keluarga. Tentu tidak mudah. Ormas-ormas bisa membina umat Islam agar tidak terpengaruh gerakan-gerakan radikalisme,” ucap Zulkifli.

Keempat, ormas-ormas perlu mengutamakan persamaan. Perbedaan pada setiap ormas Islam memang pasti ada, dan perlu ada untuk menjadi ciri masing-masing. Namun, yang perlu tetap dijaga dan ditingkatkan ialah kerukunannya.

Tantangan itu dijawab Al Washliyah dalam rakernas pertamanya sejak terbentuk kepengurusan baru, sembilan bulan yang lalu. Lima tahun ke depan, Al Washliyah bekerja sama dengan Kementerian Agraria dan Tata Ruang dalam sertifikasi aset pendidikan, masjid, dan tanah wakaf, Kementerian Sosial dalam memberdayakan masyarakat miskin, serta dengan MPR dalam membangun sosialisasi empat konsensus nasional.

“Kita kan punya jemaah yang hampir jutaan, tentu kita juga merasa punya tanggung jawab agar jemaah tersebut mengerti betul arti kebangsaan, mengembalikan pemahaman mereka tentang Pancasila, UUD 1945, bagaimana melaksanakan Bhinneka Tunggal Ika, termasuk menjaga keutuhan NKRI. Kita sebagai bagian dari umat Islam juga punya tanggung jawab,” tutur Ahmad Doli Kurnia, Ketua panitia Rakernas yang juga Ketua PB Al Wasliyah.
(*/esbeem)

About Author

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments

KakekHijrah「✔ ᵛᵉʳᶦᶠᶦᵉᵈ 」 pada Nonton Film Porno Tertolak Sholat dan Do’anya Selama 40 Hari
KakekHijrah「✔ ᵛᵉʳᶦᶠᶦᵉᵈ 」 pada Nonton Film Porno Tertolak Sholat dan Do’anya Selama 40 Hari
KakekHijrah「✔ ᵛᵉʳᶦᶠᶦᵉᵈ 」 pada Nonton Film Porno Tertolak Sholat dan Do’anya Selama 40 Hari
M. Najib Wafirur Rizqi pada Kemenag Terbitkan Al-Quran Braille