spot_img
BerandaKabar WashliyahKetum IPA Diharap Bijaksana Susun Kepengurusan

Ketum IPA Diharap Bijaksana Susun Kepengurusan

MEDAN – Pasca Muktamar XII Ikatan Pelajar Al Washliyah (IPA) yang berlangsung pada tanggal 6-8 November 2015 di Asrama Haji Pangkalan Mansyur Medan, Sumatera Utara telah menghasilkan berbagai keputusan. Salah satunya adalah amanah yang diberikan muktamirin kepada Ishak Ali Muda menjadi Ketua Umum PP IPA periode 2015-2019.

Banyak harapan yang disandangkan ke pundak Ketum terpilih, terutama dalam menyusun kepengurusan PP IPA. Ketum terpilih Ishak Ali Muda diharapkan bisa bijak dalam menyusun dan memilih kader-kader terbaik yang akan duduk di pucuk pimpinan organisasi pelajar Al Washliyah tersebut. Keinginan ini disampaikan salah satu kader IPA Abdullah Fatoni pada Rabu (11/11) malam di Medan.

“Saya dan pastinya seluruh kader IPA di seluruh Indonesia berharap agar ketua umum terpilih dan formatur yg akan menyusun komposisi kepengurusan bijaksana dalam melihat potensi-potensi dari masing-masing-masing calon pengurus yang akan ditempatkan pada posisi-posisi strategis,” ujar Toni demikian dia biasa disapa.

Ia pun memberikan pertimbangan agar susunan pengurus inti jangan diisi orang-orang yang bermasalah. “Artinya janganlah orang yang punya catatan buruk di internal organisasi yang kita cintai ini,” tegas salah satu pengurus IPA Sumut itu.

Bila kenyataannya tetap dilakukan, Toni mengatakan tidak akan tinggal diam. “Sekali lagi saya tegaskan, berbagai upaya akan saya lakukan untuk menolak susunan pengurus bila diisi dengan orang yang bermasalah. Karena ini demi kemajuan organisasi yang kita cintai,” tandasnya.

Fatoni yang merupakan kader IPA ini juga mengharapkan agar semua kandidat Ketum IPA yang maju pada muktamar lalu bisa diakomodir. “Melihat potensi calon-calon ketua umum kemarin tidak ada salahnya mereka dilibatkan dalam susunan pengurus inti, mereka perlu dirangkul untuk membesarkan PP IPA di Jakarta,” terangya.

Karena menurutnya bisa dipastikan bahwa ketua umum terpilih ini belum punya pengalaman tingkat nasional, jadi perlu didampingi orang yang memahami ruang lingkup organisasi skala nasional.

(mrl)

About Author

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments

KakekHijrah「✔ ᵛᵉʳᶦᶠᶦᵉᵈ 」 pada Nonton Film Porno Tertolak Sholat dan Do’anya Selama 40 Hari
KakekHijrah「✔ ᵛᵉʳᶦᶠᶦᵉᵈ 」 pada Nonton Film Porno Tertolak Sholat dan Do’anya Selama 40 Hari
KakekHijrah「✔ ᵛᵉʳᶦᶠᶦᵉᵈ 」 pada Nonton Film Porno Tertolak Sholat dan Do’anya Selama 40 Hari
M. Najib Wafirur Rizqi pada Kemenag Terbitkan Al-Quran Braille