spot_img
BerandaMajelisDakwahHadapi Cuaca Ekstrim di Tanah Suci, Ini Tipsnya...

Hadapi Cuaca Ekstrim di Tanah Suci, Ini Tipsnya…

MEKKAH – Berhaji adalah ibadah fisik. Karenanya setiap jamaah haji dituntut untuk bisa menjaga kesehatan fisik, apalagi pada saat dihadapkan pada cuaca dan iklim Tanah Suci yang berbeda dengan Tanah Air.

Untuk meminimalisir jumlah jamaah Indonesia yang sakit selama di Arab Saudi, tim kesehatan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 1436H/2015M akan mengkampanyekan tiga cara menjaga kesehatan selama beribadah haji.

Kepala Bidang Kesehatan PPIH Arab Saudi, dr Mawardi Edy, menyatakan kampanye atau edukasi untuk jamaah sangat penting. Sebab, jamaah Indonesia akan berada di Arab Saudi dalam waktu yang cukup lama dengan cuaca yang cukup ekstrem, bersuhu panas, memiliki kelembaban rendah, dan angin kencang sehingga sangat berpotensi menyebabkan dehidrasi.

Lantas bagaimana cara menjaga kesehatan selama berhaji? Menurut Edy, ada tiga cara yang bisa dilakukan jamaah haji Indonesia selama berhaji di Tanah Suci dan akan dikampanyekan oleh Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI) Daker Makkah. Cara pertama, jamaah harus mengendalikan aktivitas fisik. “Jangan over exercise. Orang tanpa penyakit juga tidak boleh,” kata Mawardi di Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI) Mekkah.

Mawardi menyatakan aktivitas berlebihan dapat memaksa jantung bekerja melebihi kemampuan maksimalnya. Menurutnya, denyut nadi maksimal seseorang adalah 220 dikurangi usianya. “Teorinya, kalau orang beraktifitas dan denyut nadi maksimalnya terlampaui, jantungnya bisa berhenti,” terangnya.

Cara kedua, lanjut Mawardi, memperbanyak minum air zamzam dan makan kurma. Menurutnya, air zam-zam dan kurma dapat mengurangi dehidrasi. Jika tidak ada air zamzam, bisa digantikan dengan air putih.

“Ada sunnah Nabi yang sering kita katakan tapi tidak dilakukan, yaitu minum air zamzam dan makan kurma. Kebanyakan jamaah kita membeli air zamzam dan kurma untuk oleh-oleh, bukan untuk diminum dan dimakannya,” tutur Mawardi di Daker Makkah.

Mawardi mengingatkan bahwa dehidrasi berpotensi menjadi pintu masuk semua penyakit. Bahkan menurutnya dalam tahap tertentu, gejala dehidrasi akan tampak seperti orang yang mengalami gangguan jiwa atau hilang kesadaran.

“Dalam tradisi Jawa ada istilah wedang, ngawe kadang yang berarti ngajak bersahabat. Caranya dengan memberi air minum yang tujuannya agar tidak mengalami dehidrasi sehingga mudah diajak berdiskusi,” tutur Mawardi.

Cara ketiga, membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Mawardi menuturkan perilaku hidup bersih dan sehat ini seperti cuci tangan memakai sabun, terutama sebelum makan. Perilaku hidup sehat lainnya, yaitu membiasakan diri menggunakan masker, jangan meludah dan membuang sampah sembarangan, istirahat yang cukup, serta hindari paparan sinar matahari langsung. Juga, makan makanan berserat tinggi, dan jangan banyak jajan.

Mawardi menyatakan tim kesehatan sudah membuat leaflet, selebaran, dan poster untuk menyosialisasikan cara menjaga kesehatan. Rencananya, leaflet, selebaran, dan poster itu akan ditempel di kantor daerah kerja, sektor, dan pemondokan.

“Kami selalu mengutamakan upaya-upaya pencegahan. Efektivitas yang baik sehingga kesakitan dan kegawatan dapat teratasi,” kata Mawardi.

(kemenag/esbeem)

About Author

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments

KakekHijrah「✔ ᵛᵉʳᶦᶠᶦᵉᵈ 」 pada Nonton Film Porno Tertolak Sholat dan Do’anya Selama 40 Hari
KakekHijrah「✔ ᵛᵉʳᶦᶠᶦᵉᵈ 」 pada Nonton Film Porno Tertolak Sholat dan Do’anya Selama 40 Hari
KakekHijrah「✔ ᵛᵉʳᶦᶠᶦᵉᵈ 」 pada Nonton Film Porno Tertolak Sholat dan Do’anya Selama 40 Hari
M. Najib Wafirur Rizqi pada Kemenag Terbitkan Al-Quran Braille