BerandaMimbar JumatJangan Sakiti Hati Orangtua

Jangan Sakiti Hati Orangtua

ALHAMDULILLAH, Dengan hati yang tawadhuk, ikhlas dan rendah diri, pertama-tama marilah kita banyak-banyak bersyukur kehadirat Allah SWT, atas Rahmat dan Nikmat-Nya kepada kita semua. Baik nikmat iman, nikmat Islam dan nikmat kesehatan serta nikmat hidup, sehingga pada hari yang mulia ini kita dapat berkumpul di rumah Allah ini untuk menunaikan ibadah Sholat Jumat.

Selanjutnya, sholawat dan salam, marilah kita sampaikan keharibaan Nabi Besar Muhammad SAW, Nabi akhir zaman yaitu Baginda Rasulullah SAW dan kepada seluruh keluarga, sahabat-sahabat-Nya, para tabiin-tabi`in dan keluarga kita semua dari zaman dahulu hingga yaumil akhirat nanti.

Kaum Muslimin dan jemaah Sholat Jumat Yang Dimuliakan Allah.

Melalui mimbar ini, saya selaku khatib mengajak diri saya pribad dan seluruh jemaah Sholat Jumat di masjid ini, maupun kaum muslimin yang mendengar khutbah ini yang dipancarluaskan melalui menara masjid ini. Marilah kita semua senantiasa meningkatkan kadar keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT. Mari kita berlomba-lomba dalam koridor kebaikan dan terus berupaya menjadi manusia muttaqin, yang cinta Allah SWT dan cinta Rasulullah SAW.
Sidang Jumat Yang Dimuliakan Allah.

Firman Allah SWT:

Artinya: Dan Allah telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia (Allah) dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaan mu, maka sekali-kali jangan kamu mengatakan kepada keduanya perkataan `ah` dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. (QS Al Isra ayat 23)

“Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayaan dan ucapkanlah `Ya Allah, kasihanilah mereka keduanya, sebagai mana mereka berdua telah mendidik dan mengasihiku sejak kecil.” (QS Al Isra ayat 24).

Berbakti kepada kedua orangtua termasuk salah satu ketaatan yang paling besar terhadap seorang hamba Allah. Karena keduanya yakni orangtua kita (ayahanda dan ibunda) berhak mendapat kasih sayang anaknya.
Allah SWT telah memberikan petunjuk agar setiap umat manusia, khususnya umat Islam untuk berbakti kepada kedua orangtua. Jangan sampai kedua orangtua tersakiti oleh ulah anaknya sendiri.

Kaum Muslimin Sidang Jumat Yang Dimuliakan Allah.

Kedua orangtua kita, yakni ayahanda dan ibunda. Mereka adalah orang yang paling berjasa kepada kita sebagai anaknya. Selain itu, ayah dan ibunda adalah orang yang paling menyayangi kita, melindungi kita dan telah banyak berkorban untuk anaknya.

Semua itu mereka lakukan tanpa mengenal pamruh, tanpa mengenal lelah dan minta balas jasa. Seekor nyamukpun, tidak boleh menggigit tubuh anaknya, mereka jaga meski anaknya saat tidur. Mereka tidak rela melihat tidur anaknya terusik gara-gara seekor nyamuk.

Kita sadari bahwa, ketika kita lahir ke dunia ini, kita tidak membawa apa-apa. Kita lahir hanya bisa menangis. Tapi coba perhatikan, rawut wajah kedua orangtua kita, mereka nampak senyum bahagia. Tidak kesal atau marah mendengar jerit tangis anaknya yang baru lahir ke dunia.

Fase itu sudah beralu, sekarang kita yang merasakan. Karena kita sebagai anak sudah besar, sudah sekolah dan bahkan sudah menjadi orangtua, sebagai kekek dan nenek. Status kita sudah berubah sekarang.

Kita lahir ke dunia disambut suka cita. Suara azan dan iqomah diperdengarkan kepada telinga anakya. Sang ayahanda dan ibunda tersenyum bangga atas kelahiran anaknya. Setelah itu kita diberi pakaian, diberi ASI dan makan. Seluruh kebutuhan kita dipenuhi termasuk sekolah mulai tingkat TK, sekolah, SMP, SMA/Madrasah Aliyah hingga perguruan tinggi.

Kita dikuliahkan hingga S1,S2 hingga Doktor (S3), belajar mengaji di masjid atau di surau, Kita diajari sopan santun dan tutur kata, agar kita menjadi anak yang pintar dan berakhlak mulia. Sementara banyak di antara kita, orangtuanya dahulu tidak pernah mengenyam pendidikan formal. Tapi anaknya bisa sarjana.

Firman Allah SWT:
Artinya: “Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada kedua orang ibu-bapaknya: ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua ibu bapakmu, hanya kepada-Ku lah kembalimu.” (QS Lukman 14).

Kaum Muslimin Yang Dirahmati Allah.

Sesungguhnya, ada tiga katagori besar yang menjadi alasan, kenapa seorang anak dituntut berbakti kepada kedua orangtua.
Pertama: Ayah dan Ibu paling sayang kepada anaknya.

Di atas dunia ini, orang yang paling menyayangi dan mengasihi kita itu adalah dan ayahanda dan ibunda. Cinta dan kasih sayang mereka tidak pernah berubah sepanjang masa, baik di waktu sehat atau pun sakit, baik di waktu senang atau pun menderita.
Orangtua kita selalu berusaha dekat dengan anaknya. Selama mereka bisa, apapun yang diminta mereka berikan. Mereka tidak ingin melihat anaknya tergores luka sedikitpun. Mereka akan tampil membela dan melindungi. Sungguh benarlah, kasih sayang ayahanda dan ibunda, tidak bisa dinilai dengan meteri atau pun uang.

Sayang kepada orangtua, berarti sayang kepada Allah dan Rasul-Nya. Berkah hidup yang didapat anak di dunia, apakah memiliki harta berlimpah, rezeki yang banyak, mendapat pangkat dan jabatan tinggi, tentulah itu tidak terlepas dari ridho dari kedua orangtua.
Kedua: Ibu dan Ayah banyak berjasa.
Terus terang, jika dihitung-hitung dengan angka, sangat jelasnya, bahwa jasa orangtua kepada anaknya tidak bisa dihitung dengan angka, sebab terlalu banyak jasa-jasanya kepada kita.

Di antara kita sekarang ini, ada yang menjadi pejabat, ada yang menjadi pengusaha, ada pula yang sarjana dan sebagainya. Hal itu karena perjuangan oleh orangtua kita. Orangtua kita dulu banyak yang buta huruf, tidak bisa baca tulis, tapi anaknya sekarang banyak yang sudah sarjana atau menjadi pejabat di pemerintahan atau menjadi anggota DPR.

Jasa-jasa ayahanda dan ibunda sungguh banyak. Jika anaknya sukses, sebenarnya kesuksesan itu berkat orangtuanya. Jika anaknya sarjana, sebenarnya yang menjadi guru besarnya adalah orangtuanya. Sebaliknya, jika anaknya sengsara dan menderita, mungkin dia durhaka terhadap ridho orangtua. Karena itu, perlu dikoreksi diri dan segera mohon ampun kepada orangtuanya.
Ketiga: Ibu dan Ayah paling menderita.

Penderitaan yang diderita ayahanda dan ibunda adalah penderitaan yang tidak pernah habis-habisnya. Mulai dari kita kecil hingga dewasa, berumahtangga, mereka terus bekerja membanting tulang untuk mencari nafkah dan menebar cinta kasih dan sayang kepada anaknya.

Jika orangtua kita itu petani, mereka bekerja pagi dan petang. Jika orangtua kita itu seorang buruh, mereka bekerja mencari upah tanpa mengenal batas dan waktu. Demikian juga jika orangtua kita pegawai negeri atau pegawai swasta. Hampir semua gaji mereka untuk keperluan kita. Intinya adalah, mereka bekerja untuk memenuhi keperluan anak dan anggota keluarganya. Mereka tidak ingin anaknya hidup menderita dan hidup sengsara.

Jemaah Solat Jumat Yang Dimuliakan Allah.

Sadar atau tidak, hidup ini adalah proses. Dahulu kita menjadi anak, sekarang kita sudah menjadi orangtua. Demikian seterus berputar sebagai siklus kehidupan dunia.

Dalam kesempatan terbatas ini, khotib ingin menyampaikan bagai mana caranya berbakti kepada kedua orangtua.
1. Berbicaralah kepada kedua orangtua dengan lemah lembut. Jangan menghardik mereka atau mengatakan kata-kata kasar, apalagi menyakiti hatinya. Jika mereka sudah sepuh atau lanjut usia, maka rawatlah semampu kalian. Jangan usir mereka dari rumahmu, atau mengirimnya ke panti asuhan atau panti jompo. Karena merawat orangtua adalah ladang ibadah buat diri kita sebagai anaknya.

2. Lakukan sesuatu perbuatan yang menyenangkan hati ibunda dan ayahanda. Jika kita sudah punya pekerjaan tetap, maka sisihkan sebagian untuk orangtua. Jangan sekali-kali berbuat yang menyinggung dan menyakiti hati serta perasaan orangtua.
3. Taati segala perintah dan jauhi seluruh larangannya, selama itu tidak bertentangan aturan syariat Islam.

4. Mendoakan kedua orangtua. Baik yang masih hidup maupun yang sudah tiada. Cinta dan sayang kepada orangtua bukan hanya semasa hidup semata, tapi juga di saat orangtua kita sudah tiada atau mereka telah menghadap Ilahi Robb. Sayangilah keduanya dengan terus berdoa kepada Allah. Dengan berharap agar arwah kedua orangtua tenang dan bahagia di alam barzah, amal ibadanya diterima Allah SWT.

Sabda Rasulullah SAW:

Artinya: “Bila meninggal seorang anak Adam, maka terputuslah segala amalnya, kecuali tiga perkara, pertama sedekah jariyah, kedua ilmu yang bermanfaat dan ketiga doa anak yang sholeh.” (Hadist).
Sayang orangtua kepada anaknya, tidak dapat dibalas dengan emas dan intan berlian. Karena itu, wajib bagi seorang anak mendoakan kedua orangtuanya agar dosa-dosa kedua orangtuanya diampuni, di lapangkan alam kuburnya dan dijauhkan dari sika kubur dan api neraka.
Dan pertemukan kami Ya Allah dengan kedua orangtua kami, dengan orang-orang yang kami kasihi di dalam sorga-Mu Ya Allah Ya Robb.
Firman Allah SWT:

Artinya: Ya Allah, Ya Robb… ampunilah dosa-dosaku dan dosa-dosa kedua orangtuaku dan sayangilah keduanya sebagai mana mereka menyayangiku sejak kecil.”

Rasulullah SAW bersabda:

Artinya: “Sayang Allah kepada seseorang tergantung kepada sayangnya kedua orangtua kepadanya. Kebencian Allah kepada seseorang tergantung kepada bencinya orangtua kepadanya.” (Al Hadist).

Doa seorang anak, Insya Allah, langsung dikabulkan (ijabah) Allah. Demikian juga doa kedua orangtua, langsung dikabulkan Allah SWT. Dianjurkan selesai sholat lima waktu, sempatkan beberapa saat untuk berdoa khususnya kepada kedua orangtua.

Bersedekah yang pahalanya untuk kedua orangtua dan berbagai amalan-amalan lainnya. Jika anak yang ditinggalkan menjadi anak sholeh dan sholehah, ayahanda dan ibunda akan senang di alam akhirat.

Akan tetapi bila sebaliknya, anaknya tidak pernah sholat, tidak pernah puasa dan sebagainya. Malah hidup tanpa makna. Bikin susah orangtua, bikin susah masyarakat, narkoba, senang judi, berbuat korupsi dan terlibat segala tindak kriminal lainnya. Keluarganya berantakan, sepeninggal orangtuanya malah ribut harta warisan, maka keluarga semacam ini akan jauh dari cahaya Ilahi dan keluarga sakinah mawaddah warohmah.

Demikianlah khutbah singkat dengan thema `Jangan Sakiti Hati Orangtua` dapat menjadi pelajaran berharga kepada kita semua. Ridho Allah, juga Ridho kedua orangtua.

(redaksi/esbeem)

 

About Author

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments

KakekHijrah「✔ ᵛᵉʳᶦᶠᶦᵉᵈ 」 pada Nonton Film Porno Tertolak Sholat dan Do’anya Selama 40 Hari
KakekHijrah「✔ ᵛᵉʳᶦᶠᶦᵉᵈ 」 pada Nonton Film Porno Tertolak Sholat dan Do’anya Selama 40 Hari
KakekHijrah「✔ ᵛᵉʳᶦᶠᶦᵉᵈ 」 pada Nonton Film Porno Tertolak Sholat dan Do’anya Selama 40 Hari
M. Najib Wafirur Rizqi pada Kemenag Terbitkan Al-Quran Braille
aelfizon pada Ulama Dalam Al Qur`an
Hastuti Hasan pada H.Abdurrahman Syihab
Distara Akmel Syihab pada Tipe – Tipe Pemimpin
aelfizon pada Ulama Dalam Al Qur`an
Munthe pada H.Abdurrahman Syihab
Muhammad Khairil pada Basirus Syawal
Laskar Hijau Aceh pada Panitia Rilis Logo Muktamar IPA
Ramadhanz Ardhieyansyah pada MD Al Washliyah Kayumanis Mewisuda 41 Siswa
Ramadhanz Ardhieyansyah pada MD Al Washliyah Kayumanis Mewisuda 41 Siswa
Moeh Rozali pada Keutamaan Bulan Rajab
Iwang Demi'cinta-kita pada Hukum Solat Jenazah yang Mati Bunuh Diri
karsidi_diningrat@yahoo.co.id pada Mendirikan Da`i Centre Al Washliyah
karsidi_diningrat@yahoo.co.id pada PETAKA SYI’AH DI INDONESIA
karsidi_diningrat@yahoo.co.id pada Warga Al Washliyah Harus Berpendidikan Sarjana
Sahridan Tobing pada HM Arsyad Thalib Lubis
Muhammed Zein Elhudawy pada PETAKA SYI’AH DI INDONESIA
Muhammed Zein Elhudawy pada H.Abdurrahman Syihab
Fakultas Hukum UII Yogyakarta pada Hukum Solat Jenazah yang Mati Bunuh Diri
Wawan Go Success pada Belanja Online Menurut Hukum Islam
syamsir pada Zis Al Washliyah
Bukhari Iskandar pada Peluncuran Website Al Washliyah
Sawiyanto, MA pada Peluncuran Website Al Washliyah
Muhammad Zain Al-Hudawie pada Wasiat Dewan Fatwa Untuk Kader Al Washliyah
Affan Rangkuti pada HM Arsyad Thalib Lubis
Febry Ichwan Butsi pada Peluncuran Website Al Washliyah