spot_img
BerandaMajelisRekomendasi Muktamar, Washliyah Apresiasi Direktorat Pendidikan Keluarga

Rekomendasi Muktamar, Washliyah Apresiasi Direktorat Pendidikan Keluarga

JAKARTA – Organisasi Islam Al Jam`iyatul Washliyah menyambut baik kebijakan pemerintah C/q Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) yang membentuk Direktorat Pendidikan Keluarga.

Hal ini terangkum dalam rekomendasi eksternal muktamar ke-21 Al Washliyah, di Asrama Haji Pondokgede, Jakarta Timur, 22-24 April 2015 lalu.

Direktorat ini dinilai memiliki urgensi yang penting. Karena pendidikan keluarga merupakan awal pendidikan terhadap anak. Oleh karena itu, pendidikan keluarga berkaitan erat dengan pendidikan d sekolah dan di masyarakat.

Untuk itulah, warga Al Washliyah di seluruh Indonesia mengapresiasi pembentukan direktorat baru bernama Direktorat Pembinaan Pendidikan Keluarga.

Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal dan Informal (Ditjen PAUDNI) Ella Yulaelawati menegaskan pemilihan nama Direktorat Pembinaan Pendidikan Keluarga telah melalui serangkaian diskusi kelompok terfokus.

“Kami telah menjaring masukan dan melakukan curah pendapat dengan akademisi, komunitas, penggiat pendidikan keorangtuaan, dan beberapa pihak yang terkait,” kata Ella.

Nama direktorat baru tersebut menurut dia lebih tepat. Sebab tidak hanya memberikan ruang bagi orangtua utuh, namun juga bagi orangtua tunggal. Sebelumnya, nama yang akan diusung adalah Direktorat Keayahbundaan, namun usulan tersebut memunculkan pro kontra di masyarakat.

“Beberapa mempersepsikan bahwa Direktorat Keayahbundaan hanya untuk keluarga dengan ayah dan ibu, padahal adapula orangtua tunggal yang hanya terdiri dari seorang ayah atau ibu,” lanjut Ella.

Direktorat Pembinaan Pendidikan Keluarga akan berada di bawah Direktorat Jenderal PAUD dan Dikmas. Struktur ini telah disetujui oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, dan ditetapkan melalui Peraturan Menteri Pendidikan nomor 11 tahun 2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Direktorat tersebut akan memiliki empat sub Direktorat, yakni Program dan Evaluasi, Pendidikan Bagi Orangtua, Pendidikan Anak dan Remaja, serta Sub Direktorat Kemitraan.

Beberapa program utama yang akan jadi garapan Direktorat Pembinaan Pendidikan Keluarga adalah penanganan perilaku perundungan (bullying), pendidikan penanganan remaja, penguatan prestasi belajar, pendidikan Karakter dan kepribadian, pendidikan kecakapan hidup, serta pendidikan pencegahan perilaku destruktif.

“Direktorat baru ini juga akan mengembangkan program pencegahan perdagangan orang, narkoba, dan HIV AIDS agar keluarga Indonesia menjadi lebih kuat,” ucap Ella.

Adapun sasaran yang ingin dicapai dari serangkaian program ini adalah meningkatnya akses dan mutu layanan pendidikan keluarga bagi penduduk Indonesia. Pendidikan keluarga yang akan diselenggarakan tidak hanya dimaksudkan untuk orangtua kandung, melainkan wali maupun orang dewasa yang bertanggung jawab mendidik anak.

Layanan pendidikan keluarga bermaksud agar penduduk usia dewasa memperoleh wawasan, dan pemahaman tentang kiat mendidik anak sejak janin hingga dewasa. Kemendikbud menargetkan hingga 2019, jumlah penduduk dewasa yang mendapatkan layanan pendidikan keluarga mencapai 4.343.500 orang.

(poskotanews/esbeem)

About Author

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments

KakekHijrah「✔ ᵛᵉʳᶦᶠᶦᵉᵈ 」 pada Nonton Film Porno Tertolak Sholat dan Do’anya Selama 40 Hari
KakekHijrah「✔ ᵛᵉʳᶦᶠᶦᵉᵈ 」 pada Nonton Film Porno Tertolak Sholat dan Do’anya Selama 40 Hari
KakekHijrah「✔ ᵛᵉʳᶦᶠᶦᵉᵈ 」 pada Nonton Film Porno Tertolak Sholat dan Do’anya Selama 40 Hari
M. Najib Wafirur Rizqi pada Kemenag Terbitkan Al-Quran Braille