JAKARTA -Menteri Agama (Menag), Lukman Hakim Saepudin menerima kunjungan Pengurus Besar Al Washliyah di kantornya, Kamis (16/4/2015) yang dipimpin Ketua Umum PB Al Washliyah, Dr. H. Yusnar Yusuf, didampingi beberapa orang pengurus.
Di antaranya; H.Lukman Hakim Hasibuan, H.Abdul Mun im, H.Aris Banadji dan H. Ismail Effendi, sedangkan Menag didampingi oleh wakil dari Ditjen Bimas Islam, Biro Umum dan Sekretaris Pribadi (Sekpri).
Mengawali pertemuan, Yusnar Yusuf, mantan Direktur Penerangan Agama Islam Depeg RI menyampaikan terima kasih atas kesediaan Menag menerima kunjungan PB. Al Washliyah yang ramah tamah, lalu menyampaikan maksud kunjungan antara lain untuk memberitahukan rencana Pelaksanaan Muktamar ke-21 Al Washliyah tanggal 22 sampai 24 April 2015 di Asrama Haji Pondokgede, Jakarta Timur.
Selanjutnya Lukman Hakim Hasibuan dari PB Al Washliyah yang juga teman Lukman Hakim Saepudin menyatakan meminta kesediaan Menag untuk membuka acara Muktamar yang diadakan pada 22 April 2015 pukul 19:00 Wib.
Dalam kesempatan tersebut, Menag menyatakan terima kasih atas kunjungan PB Al Washliyah dan dengan senang hati menyatakan kesediaannya untuk hadir pada acara Muktamar tersebut, sekaligus memberi kata sambutan. Untuk itu Menag langsung menjadwalkan pada agenda kegiatannya melalui Sekpri.
Ismail Effendi, dari Majlis Pendidika PB Al Washliyah sesuai bidang tugasnya dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa untuk sekolah menengah bawah Al Washliyah di daerah seringkali dimintai akte pendirian yayasan oleh Depag di daerah, padahal Al Washliyah sendiri sebagai organisasi perhimpunan sudah mempunyai surat dari pemerintah sebagai badan hukum, jadi rancu mestinya yayasan tidak diperlukan lagi. Untuk Perguruan Tinggi tidak ada masalah karna hal ini sudah dipahami pihak yang menangani, kata Ismail.
Menanggapi hal ini, Menteri agama menerima informasi ini dan mencatatnya untuk dipelajari dan akan memperhatikan serta menindaklanjutinya.
Susana kunjungan cukup santai dan akrab. Menag beberapa kali mengatakan dalam pertemuan itu bahwa kita berasal dari dasar yang sama, sebagai orang yang aktif di organisasi, jadi dapat dengan mudah memahami dan merasakan yang sama seperti apa yang dirasakan oleh para tamu yang berkunjung.
Acara pertemuan ditutup dengan doa.
Usai pertemuan, Menag dan pejabat yang mendampingi melepas tamu dengan keramahannya diakhiri dengan foto bersama.
(Abdul Mun im/esbeem).