spot_img
BerandaDunia islamSiapa Yang Menabur Fitnah Dia Menabur Kebencian

Siapa Yang Menabur Fitnah Dia Menabur Kebencian

FITNAH adalah berita negatif yang tidak sebenarnya dituduhkan kepada seseorang. Mengapa orang memfitnah, apa tujuannya, apa akibatnya dan bagaimana sikap orang lain menerima berita fitnah?

Orang yang memfitnah seseorang jelas karena dia punya rasa benci dan tidak suka kepada orang yang difitnahnya dan punya sifat penipu. Tujuannya agar orang lain yang menerima berita bohong itu ikut membenci orang yang difitnah. Akibatnya diharapkan agar yang difitnah mengalami kerugian. Kalau berdagang agar dagangannya tidak laku, kalau diorganisasi agar tidak dipercaya dan tidak dipilih lagi memegang amanah tertentu.

Bagaimana sikap orang menerima Fitnah? Semestinya setiap berita yang buruk yang kita terima, periksa terlebih dahulu siapa yang mengatakan dan apa yang dituduhkan. Jangan berita buruk dipercaya serta merta tanpa penyelidikan lebih lanjut dan sipenerima berita tanpa penyelidikan malah ikut pula menyebarkannya. Jika demikian yang terjadi, maka orang yang menerima berita sama saja jeleknya dengan orang yang memfitnah.

Bagaimana seharusnya perlakuan kita kepada orang yang memfitnah dan menyebarkannya? Menurut Hukum yang bersifat universal, setiap perbuatan seseorang yang dapat merugikan orang lain, maka orang tersebut dapat dihukum atau wajib memberikan ganti rugi atas akibat dari perbuatan itu.

Jangan hormati orang yang suka menebar fitnah. Sudah menebar fitnah ingin dihormati lagi, itu tidak pantas. Jangan biarkan fitnah membudaya di organisasi Al Washliyah sebagai organisasi Islam yang menjadi kelompok teladan di masyarakat, penyebar ajaran Islam, penjaga akhlaqul karimah dan perajut ukhuwah. Fitnah itu budaya Non Islam, biasa digunakan penjajah sebagai taktik dengan cara curang untuk mengalahkan musuhnya.

Bangun ajaran Islam untuk tetap mewarnai kehidupan orang-orang di lingkungan Al Washliyah. Karena itu jaga agar perbuatan masing-masing tidak mengundang fitnah.

Para aktifis Al Washliyah sehari-hari selalu berbuat jujur dan terbuka dalam berbagai urusan, terutama menyangkut masalah uang. Perbuatan sembunyi-sembunyi dapat mengundang fitnah. Katakan secara jujur dan terbuka kepada umum, darimana kita dapatkan uang atau barang berharga dan ke mana kita pergunakan. Pertanyaan yang sama akan muncul juga nanti pada pengadilan Allah SWT di akhirat kelak.

Kalau orang jujur tetap difitnah apa sikap kita? Tentu harus bertindak segera. Belalah kebenaran dan hukumlah kejahatan. Jika berita negatif itu ternyata benar, tentu itu bukan fitnah. Jika orang yang dituduh benar melakukan penyelewengan, maka dia harus siap menerima konsekuensinya. Tarik kepercayaan itu dari tangannya, jangan dibiarkan dan dipertahankan lagi dalam posisi memegang amanah.

Jika berita negatif itu ternyata benar, si pembawa berita itu tahu karena punya bukti yang sangat kuat memenuhi syarat sesuai hukumnya, tidak hanya berdasarkan kata orang, maka orang yang membawa berita itu malah perlu dilindungi, diberi penghargaan dan laporannya perlu ditindak lanjuti, karena dia sudah melakukan perbuatan mulia yaitu Nahi Mungkar. Wallahu a’lam.

Penulis; Abdul Mun’im Ketua PB Al Washliyah.

About Author

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments

KakekHijrah「✔ ᵛᵉʳᶦᶠᶦᵉᵈ 」 pada Nonton Film Porno Tertolak Sholat dan Do’anya Selama 40 Hari
KakekHijrah「✔ ᵛᵉʳᶦᶠᶦᵉᵈ 」 pada Nonton Film Porno Tertolak Sholat dan Do’anya Selama 40 Hari
KakekHijrah「✔ ᵛᵉʳᶦᶠᶦᵉᵈ 」 pada Nonton Film Porno Tertolak Sholat dan Do’anya Selama 40 Hari
M. Najib Wafirur Rizqi pada Kemenag Terbitkan Al-Quran Braille