spot_img
BerandaKabar WashliyahJangan Asal Comot Memasukan Nama Ke Dalam Struktur PB Al Washliyah

Jangan Asal Comot Memasukan Nama Ke Dalam Struktur PB Al Washliyah

JAKARTA – Muktamar ke 21 Al Washliyah yang direncakan pada April mendatang harus berjalan sukses. Berjalan sukses itu artinya sukses dalam penyelengaraan dan sukses memilih pengurus. Pengurus Al Washliyah mendatang diharapkan orang-orang pilihan yang memiliki tanggung jawab dan komitmen untuk membesarkan organisasi. Demikiann dikatakan Ketua Gerakan Pemuda Al Washliyah (GPA) DKI Jakarta M. Razvi Lubis beberapa waktu lalu di kantornya di Jakarta Timur.

Pada muktamar sebelumnya biasanya hanya fokus pada sukses penyelengaraan saja, sementara kepengurusan kurang diperhatikan. “Yang menjadi perhatian ketika muktamar biasanya hanya pada ketua umumnya, setelah itu siapa saja yang akan duduk menjadi pengurus di level tertinggi dalam organisasi ini belum sepenuhnya diperhatikan,” ungkapnya. Kondisi seperti ini harus segera dibenahi sehingga tidak terulang lagi pada muktamar nanti.

Dalam Muktamar ke 21 Al Washliyah 2015 mendatang diharapkannya mampu memilih pengurus yang kapabel. Pola-pola asal comot dan asal memasukan nama dan titip menitip orang harus ditinggalkan. “Al Washliyah merupakan organisasi yang telah berusia 84 tahun, untuk itu sudah sepatutnya selektif dalam memilih personal yang akan duduk di pengurus besar,” tegas aktivis muda Al Washliyah itu.

Dijelaskannya, ada beberapa masalah setiap penyusunan struktur PB Al Washliyah. Pertama banyaknya titipan nama yang ingin masuk dalam struktur pengurus. Kedua, nama-nama tersebut kebanyakan tidak jelas rekam jejak kealwashliyahannya. Ketiga, formatur yang bertugas untuk menyusun kepengurusan banyak yang tidak mengenal nama-nama yang disusunnya. “Terkesan asal comot saja. Atau karena dia menjabat di pemerintahan atau pengusaha tertentu sehingga layak dimasukan, padahal jiwa kealwashliyahannya masih diragukan, dan ketika didudukan tidak aktif,” ungkapnya.

Keempat, singkatnya waktu bagi formatur untuk menyusun kepengurusan. Kondisi ini biasanya membuat formatur memasukan nama-nama yang teringat ketika itu saja. Kelima, dalam menyusun selalu melupakan aturan yang disepakati, misalnya pengurus harus berdomisli di Jabodetabeka-Banten, tetapi selalu dilanggar.

“Pada periode sekarang saja masih banyak pengurus yang berdomisili di luar Jabodetabeka-Banten,” paparnya. Yang patut disayangkan terangya, para pengurus yang berada di luar Jabodetabeka-Banten itu malahan mengemban jabatan penting di kepengurusan.

“Bukan ingin mengecilkan jabatan lain, tetapi bila jabatan sekretaris jenderal dan bendahara umum diemban oleh orang yang berada di luar Jabodetabeka-Banten maka bagaimana roda organisasi bisa berjalan dengan baik,” katanya dengan tinggi. Pemuda Al Washliyah meminta kepada ketua dan tim formatur harus punya sikap tegas dalam memilih pengurus yang akan masuk di PB Al Washliyah.

Ketua GPA DKI M. Razvi tidak menutup mata dengan keinginan sebagian kader dan pengurus daerah yang berkeinginan masuk jajaran PB Al Washliyah. Menurutnya perlu dipikirkan untuk mengakomodasi orang-orang dari daerah yang memang kompeten masuk di PB Al Washliyah. “Harus diberikan ruang yang pantas bagi mereka yang memang tidak mau pindah domisili ke Jabodetabeka-Banten. Namun bila ingin memasukan ke dalam kepengurusan maka jangan menjabat pada posisi strategis,” tambahnya. Mereka bisa diakomodasi di anggota pleno atau majelis-majelis.

Razvi mengungkapkan umat begitu banyak berharap kepada pengurus PB Al Washliyah ke depan. Untuk itu SC harus merumuskan aturan yang baik dalam menyusun dan memilih personil PB Al Washliyah. Bila perlu dibuat aturan yang ketat semisal keaktifan berwashliyah, adanya surat pernyataan kesediaan dan aktif menjadi pengurus, tinggal dan berdomisili di Jabodetabeka-Banten. “Bahkan bila perlu adanya surat rekomendasi dari pimpinan Al Washliyah atau organisasi bagian,” pintanya.

Aktivis muda Al Washliyah ini mengatakan PB Al Washliyah hasil muktamar 2015 nanti harus memiliki marwah yang tinggi baik lembaga maupun personilnya. “Yang duduk di PB Al Washliyah nanti haruslah orang yang lulus tahapan penyaringan yang ketat, jadi tidak asal comot saja. Kita ingin jabatan PB itu begitu prestisius,” katanya. Semoga SC muktamar bisa melakukan tugas-tugasnya dengan baik dalam membuat aturan bagi personil yang akan duduk di pucuk tertinggi pimpinan Al Washliyah.

(mrl)

About Author

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments

KakekHijrah「✔ ᵛᵉʳᶦᶠᶦᵉᵈ 」 pada Nonton Film Porno Tertolak Sholat dan Do’anya Selama 40 Hari
KakekHijrah「✔ ᵛᵉʳᶦᶠᶦᵉᵈ 」 pada Nonton Film Porno Tertolak Sholat dan Do’anya Selama 40 Hari
KakekHijrah「✔ ᵛᵉʳᶦᶠᶦᵉᵈ 」 pada Nonton Film Porno Tertolak Sholat dan Do’anya Selama 40 Hari
M. Najib Wafirur Rizqi pada Kemenag Terbitkan Al-Quran Braille