spot_img
BerandaOpiniBahagia Menyambut HUT Ke 84 Al Washliyah‪

Bahagia Menyambut HUT Ke 84 Al Washliyah‪

DARI jauh di negara Arab, Oman, saya mengucapkan selamat ulang tahun kepada seluruh pengurus dan anggota Al Washliyah. Mulai tingkat pusat sampai ke tingkat ranting, kepada seluruh pengurus dan anggota organisasi bagian dan para simpatisan Al Washlyah di manapun berada. Ucapan selamat ini saya iringi dengan harapan dan do’a, semoga Allah memanjangkan umur Al Washliyah, dan menerima amal bakti orang-orang yang berjuang di dalamnya.‬

‪Beberapa hari lagi, tanggal 30 Nopember 2014 akan tiba. Hari yang ditunggu-tunggu, dimana seluruh warga Al Washliyah di seluruh Nusantara maupun di berbagai negara di dunia, termasuk para simpatisannya, menyambut gembira atas sampainya usia Al Washliyah ke 84 tahun.‬

‪Memperingati kelahiran Al Washliyah biasanya lebih ditujukan sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah Swt, karena Allah telah memberikan segala sesuatu sampai usia Al Washliyah berlanjut dari waktu ke waktu. Selain itu, untuk membangkitkan semangat dan gairah para pengurus dan anggotanya, serta keluarga besar dalam berorganisasi.‬

‪Peringatan itu biasanya dilakukan setiap tahun, namun hendaknya setiap 5 tahun sekali, perayaan HUT dilakukan dengan acara yang spesial dan lebih besar dari biasanya. Acara itu perlu menghadirkan kepala negara, tamu-tamu asing, para ulama, qori-qoriah dan tokoh-tokoh masyarakat. Hal ini dapat digunakan juga untuk mengukur kebesaran organisasi dengan melihat respek dari pemerintah yang paling tinggi dan semua kalangan. Jika disepakati, hendaknya hal ini dapat dituangkan dalam salah satu keputusan muktamar tahun depan.‬

‪Perayaan besar 5 tahun sekali itu bagus posisi tahunnya, karena Al Washliyah lahir pada tahun 1930. Jika hal ini disepakati oleh warga Al Washliyah, dapat dimulai pada tahun 2015 mendatang.‬

‪Sebagaimana yang pernah saya ikuti, kemeriahan ulang tahun Al Washliyah ini sudah dapat dibayangkan kesibukan panitianya. Biasanya panitia menyiapkan berbagai hiasan dan sepanduk, terpasang di berbagai gedung Al Washliyah, di sekolah, madrasah, perguruan tinggi, termasuk di kantor-kantor Al Washliyah di pusat, di berbagai propinsi dan daerah. Terasa ada suasana khusus sebagai pertanda rasa syukur warga Al Washliyah kepada Allah menyambut hari kelahirannya.‬

‪Pada setiap tahun di tanggal 30 Nopember, selain dekorasi, biasanya diadakan acara resepsi, dengan mengundang berbagai kalangan warga Al Washliyah dan organisasi-organisasi bagiannya, dari kalangan pemerintah, organisasi kemasyarakatan lainnya, maupun masyarakat setempat.‬

‪Organisasi bagian Al Washliyah sering juga membuat sendiri acara ulang tahun, termasuk sekolah-sekolah dan perguruan tinggi, diisi dengan berbagai acara diantaranya; seminar, berbagai pertandingan, bazar amal, kegiatan bakti sosial, dan sebagainya.‬

‪Tak lupa ibu-ibu Muslimat, sering merayakan HUT Al Washliyah dengan mengajak puluhan jamaah, membaca Surah Yasin, tahtim, tahlil dan do’a. Selalu dilengkapi dengan tausiah.‬

‪Untuk menghormati para pendiri Al Washliyah, para pejuang dan Aktifis yang telah mendahului, biasanya di setiap daerah dan propinsi dilakukan acara ziarah ke kubur, untuk mengheningkan cipta sejenak, mengenang jasa dan perjuangannya, mendo’akan agar amal ibadah dan karya mereka yang baik-baik, diterima Allah Swt sebagai kebaikan, diampuni segala kesalahan, dan kiranya Allah menggolongkan mereka sebagai hamba yang soleh, serta memasukkan mereka ke dalam sorga yang dijanjikan.‬

‪Kalau diperhatikan perjalanan hidup manusia, usia 84 tahun itu sudah masuk usia lansia, sudah menunjukkan kondisi fisik yang semakin melemah. Berbeda dengan organisasi Al Washliyah yang sudah berkiprah selama 84 tahun, ditangani secara estafet dari satu generasi ke generasi lain, yang kini sudah pada generasi ke empat jika dihitung tiap 25 tahun, akan terlihat semakin kuat dan kokoh berjalan, dan semakin menunjukkan kebaikan dan kebesarannya, sesuai perkembangan pada zamannya.‬

‪Memang diakui, perjalanan Al Washliyah tidk secepat perjalanan dua organisasi besar Islam sebagai sahabatnya yaitu NU dan Muhammadiyah, namun perlahan tapi pasti, dengan kekuatan yang ada, organisasi Al Washliyah dapat berjalan, bertahan bahkan semakin baik, memiliki keyakinan untuk terus melangkah menuju usianya satu abad tahun 2030 mendatang dengan segala tekad dan harapan.‬

‪Dilapangan pendidikan, sebagai progran unggulan Al Washliyah, terus mengalami kemajuan. Al Washliyah masih memiliki sekolah mulai dari Sekolah Dasar sampai ke perguruan tinggi. Termasuk pendidikan agama ibtida’iyah hingga aliyah dan terus berkembang. Puluhan ribu alumni lepasan Perguruan Tinggi Al Washliyah telah menyebar ke seluruh Nusantara. Mereka berperan aktif dalam jajaran pemerintahan maupun swasta dan berbuat sesuatu di tengah-tengah masyarakat.‬

‪Di lapangan da’wah, para da’i Al Washliyah secara aktif di berbagai propinsi bersama da’i lainnya, memberi ceramah, mencerahkan masyarakat, mengajarkan tauhid, hukum-hukum Islam, dan lain-lain, menjadi Khotib dan imam di berbagai Masjid. Demikian pula para qori dan qoriah Al Wasliyah yang mengharumkan nama Islam ke manca negara, karena selalu menjadi juara.‬

‪Di lapangan amal sosial dan ekonomi, partisipasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, Al Washliyah selalu hadir dan ikut berperan menyumbangkan amal baktinya.‬

‪Dirgahayu Al Washliyah. Para pendiri organisasi ini tentu mendapat kebaikan dari karya amalnya, yang diteruskan oleh generasi penerusnya, berjuang dengan ikhlas dan bersemangat, untuk belajar, berjuang, dan berjihad, li a’la’i kalimatillah.

Jayalah Washliyah, jayalah Islam, jayalah bangsa dari zaman ke zaman.‬

‪Wassalam.

Abdul Mun’im

About Author

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments

KakekHijrah「✔ ᵛᵉʳᶦᶠᶦᵉᵈ 」 pada Nonton Film Porno Tertolak Sholat dan Do’anya Selama 40 Hari
KakekHijrah「✔ ᵛᵉʳᶦᶠᶦᵉᵈ 」 pada Nonton Film Porno Tertolak Sholat dan Do’anya Selama 40 Hari
KakekHijrah「✔ ᵛᵉʳᶦᶠᶦᵉᵈ 」 pada Nonton Film Porno Tertolak Sholat dan Do’anya Selama 40 Hari
M. Najib Wafirur Rizqi pada Kemenag Terbitkan Al-Quran Braille