spot_img
BerandaKabar WashliyahUmat Islam Diminta Lakukan Qunut Nazilah Untuk Jaga NKRI

Umat Islam Diminta Lakukan Qunut Nazilah Untuk Jaga NKRI

JAKARTA – Pengurus Besar Al Jam’iyatul Washliyah mengajak umat Islam Indonesia melakukan qunut nazilah. Qunut ini dilakukan untuk meminta kepada Allah agar bangsa Indonesia tetap dijaga kesatuan dan persatuannya. Hal ini mencermati perkembangan politik jelang pelantikan presiden dan wakil presiden pada 20 Oktober yang berpotensi terjadi perpecahan. Demikian disampaikan Ketua Umum PB Al Washliyah Dr. Yusnar Yusuf, MS hari ini di Jakarta.

“Mencermati dan menganalisa keadaan bangsa dengan beberapa indikator dan tanda-tanda akan terjadinya perpecahan bangsa. Mungkin sudah perlu umat Islam di Indonesia melaksanakan qunut nazilah,” katanya. Menurutnya, kondisi yang kurang baik ini mulai terasa sejak Pemilu legislatif. Banyak pengamat politik dan akademisi yang menyatakan jeleknya pelaksanaan Pemilu 2014.

Kondisi ini diperparah dengan banyaknya money politics yang dilakukan para caleg. Untuk merebut suara rakyat, para calon legislatif itu tidak segan-segan membeli suara agar duduk di kursi dewan. Transaksi jual beli suara ini menurut Yusnar dibiarkan begitu saja. “Bentuk suap yang dibiarkan berlangsung dengan istilah ‘wani piro’ begitu mudah diucapkan dan dilakukan, bahkan menjadi kata candaan di negeri ini,” ungkap aktivis Islam ini.

Tanda yang lain kata Yusnar adalah terjadinya perpecahan yang mencolok ketika proses Pilpres. “Mulai dari pelaku politik, ormas Islam, tokoh, ulama hingga rumah umat Islam terbelah menjadi dua,” tambahnya. Perdebatan di antara mereka menjadi tontonan setiap hari. Berbagai alasan, perbincangan, dialog dan perdebatan terus terjadi diberbagai media.

Bahkan tidak jarang masyarakat memperoleh informasi yang tidak benar tentang capres. “Fitnah dan cacian atau yang disebut kampanye hitam (black campaing) berjalan tanpa batas yang jelas,” terang Yusnar. Meski Pilpres telah selesai namun masih ada pihak-pihak yang tidak menerima hasilnya. “Pilpres selesai, tetapi hasil pilpres tidak selesai. Politik dan pelakunya kembali riuh dan menakutkan manakala wakil rakyat yang konon dipilih secara demokratis mempertontonkan kelakuan yang kurang berakhlak menurut kultur Indonesia apalagi menurut Islam,” imbuhnya.

Indikator akan terbelahnya bangsa yang berpenduduk muslim terbesar di dunia ini semakin jelas. Contoh yang sangat terang diungkap Ketum Al Washliyah itu saat elit politik membagi-bagi kekuasaan dangan baju demokrasi. “Tidak berhenti di situ. Kini muncul pernyataan yang berusaha dan mengajak wakil rakyat melalui partai politik untuk menghambat pelantikan presiden dan Wapres terpilih. Seolah-olah pemilik negeri ini adalah para petinggi partai,” katanya.

Dipaparkannya lebih lanjut, berbagai cara dan strategi dibagun dan dikemas. Bantahan demi bantahan para tokoh politik pun bermunculan. “Kita tidak tahu apakah ini memang berasal dari kata hatinya atau dari nafsu ammarahnya. Bukankah nafsu muthnainnahlah yg menjadi penghuni Jannah? Salamun alaikum tibtum. Fadkhuluha kholidin,” kata Yusnar menyitir sebuah firman Allah.

Berdasarkan beberapa indikator tersebut, Al Washliyah melihat sudah layak umat Islam negeri ini melaksanakan qunut nazilah. “Hal ini dilakukan sebagai doa untuk terhindar dari musibah yang besar yaitu terbelahnya NKRI,” tutup orang nomor satu di Ormas Islam Al Washliyah itu.

(mrl)

About Author

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments

KakekHijrah「✔ ᵛᵉʳᶦᶠᶦᵉᵈ 」 pada Nonton Film Porno Tertolak Sholat dan Do’anya Selama 40 Hari
KakekHijrah「✔ ᵛᵉʳᶦᶠᶦᵉᵈ 」 pada Nonton Film Porno Tertolak Sholat dan Do’anya Selama 40 Hari
KakekHijrah「✔ ᵛᵉʳᶦᶠᶦᵉᵈ 」 pada Nonton Film Porno Tertolak Sholat dan Do’anya Selama 40 Hari
M. Najib Wafirur Rizqi pada Kemenag Terbitkan Al-Quran Braille