spot_img
BerandaDunia islamApa Hukumnya Kiswah Ka`bah Dijadikan Jimat?

Apa Hukumnya Kiswah Ka`bah Dijadikan Jimat?

Pertanyaan: Assalamu’alaikum Pak Kiai. Saya mau tanya tentang seputar masalah Ka’bah. Pertama: Apa hukumnya Kiswah Ka’bah dijadikan Ajimat. Kedua: Kenapa Ka’bah diberi Kiswah (Penutup ) dengan kain yang berwarna hitam. Apa kiswah ka’bah sudah ada sejak zaman Rasulullah Saw?. Terimakasih atas jawabannya. Wassalam. Dari Muhammad Zamakhsyari Sumenep-Madura Jawa Timur.

Jawab:
Tentang Kiswah Ka’bah dijadikan Ajimat perbuatan tersebut sangat bertentangan dengan ajaran Islam. Karena, orang yang meyakini ada benda atau makhluk apa saja dijadikan sebagai penolong selain daripada Allah Swt seperti mendatangi atau percaya terhadap peramal, ahli Nujum (ahli perbintangan), perdukunan, dll  adalah perbuatan syirik.

Syirik salah satu dosa besar yang tidak dapat diampuni dosa-dosanya sampai ia benar-benar melakukan Taubat (Taubatunnashuha) dan meninggalkan dari segala perbuatan syirik tersebut. Di dalam Alqur’an sangat banyak sekali ancaman terhadap orang-orang yang melakukan kesyirikan atau  percaya terhadap peramal dan perdukunan diantaranya sebagai berikut,

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ {غافر – مؤمن /٤٠: ٦٠}

Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah (meminta pertolongan) kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina”. (QS. Ghafir; Mukmin 40: 60)

Didalam ayat lain ancaman melakukan syirik disebutkan sebagai berikut,
وَمَن يَعْشُ عَن ذِكْرِ الرَّحْمَنِ نُقَيِّضْ لَهُ شَيْطَانًا فَهُوَ لَهُ قَرِينٌ {36} وَإِنَّهُمْ لَيَصُدُّونَهُمْ عَنِ السَّبِيلِ وَيَحْسَبُونَ أَنَّهُم مُّهْتَدُونَ {37} حَتَّى إِذَا جَآءَنَا قَالَ يَالَيْتَ بَيْنِي وَبَيْنَكَ بُعْدَ الْمَشْرِقَيْنِ فَبِئْسَ الْقَرِينُ {38} وَلَن يَنفَعَكُمُ الْيَوْمَ إِذ ظَّلَمْتُمْ أَنَّكُمْ فِي الْعَذَابِ مُشْتَرِكُونَ {39} (الزخرف ٤٣ : ٣٦-٣٩)

Barangsiapa yang berpaling dari pengajaran Tuhan Yang Maha Pemurah (Al Quran), kami adakan baginya syaitan (yang menyesatkan) maka syaitan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya. Dan sesungguhnya syaitan-syaitan itu benar-benar menghalangi mereka dari jalan yang benar dan mereka menyangka bahwa mereka mendapat petunjuk. Sehingga apabila orang-orang yang berpaling itu datang kepada kami (di hari kiamat) dia berkata: “Aduhai, semoga (jarak) antaraku dan kamu seperti jarak antara masyrik dan maghrib, maka syaitan itu adalah sejahat-jahat teman (yang menyertai manusia)”. (Harapanmu itu) sekali-kali tidak akan memberi manfaat kepadamu di hari itu karena kamu telah menganiaya (dirimu sendiri). Sesungguhnya kamu bersekutu dalam azab itu. (QS. Az Zukhruf 43: 36-39).

Lebih dari 100 kedustaan bisikan para Jin kepada manusia (para Dukun, peramal, dll). Sebagaimana Rasulullah Saw bersabda:
﴿عَنْ سَيْدَةَ عَائِشَةَ رَضِىَ اللهُ عَنْهَا قَالَتْ : سُئِلَ رَسُوْلُ اللهُ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ اْلكَهَانِ فَقَالَ: لَيْسُوْا بِشَيْءٍ , فَقَالُوْا يَارَسُوْلُ الله إِنَّهُمْ يَحَدِّثُوْنَا أَحْيَانًا بِالشَّيْءِ يَكُوْنُ حَقًّا , فَقَالَ رَسُوْلُ الله صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : تِلْكَ اْلكَلِمَةُ مِنَ اْلحَقِّ يَخْطُفُهَا اْلجِنُّى فَيَقِرُّهَا فِىْ أُذُنٍ وَلِيِّهِ , يَخْلُطُوْنَ فِيْهَا أَكْثَرُ مِنْ مَائَةِ كَذْبَةٍ .﴾ . متفق عليه .

Artinya:
Dari ‘Aisyah Ra berkata: “Ditanya kepada Rasulullah Saw tentang perdukunan (Dukun, tukang sihir, santet, peramal dan sebangsanya termasuk cara-cara meditasi dengan kekuatan ghaib). Rasulullah menjawab: Itu semua adalah sia-sia, lalu sahabat bertanya kembali kepada Rasulullah Saw: Tapi Ya Rasulullah, apa yang mereka lakukan itu ada kalanya benar. Lalu Rasulullah menjawab kembali: Ucapan-ucapan kebenaran itu adalah hasil pencurian Jin (Dari langit) lalu dibisikkan ketelinga para wali-walinya (Dukun, tukang sihir, peramal, penyantet dan sebangsanya termasuk cara-cara meditasi dengan kekuatan ghaib), lalu para Jin itu mencampur adukkan kebenaran tersebut lebih dari seratus kedustaan” (HR. Bukhari-Muslim)

Mendatangi dan percaya terhadap Peramal, Dukun, dll tidak diterima Shalatnya selama 40 hari. Sebagaimana Hadis sebagai berikut,

ففي صحيح مسلم من حديث حفصه رضي الله عنها أن النبي صلى الله عليه وسلم  قال: من أتى عرافاً فسأله عن شيء ( وفي لفظ أحمد ) فصدقه بما يقول، لم تقبل له صلاة أربعين يوماً .

Dari Hafshah Ra. Bahwasannya Nabi Muhammad Saw bersabda: “Barang siapa yang mendatangi peramal (Dukun) dan dia bertanya sesuatu kepadanya, lalu ia percaya apa yang ia katakan (oleh peramal tersebut), maka tidak diterima solatnya selama 40 hari ” (HR. Imam Muslim)

Tidak terkabulnya do’a orang yang menyimpan atau memakai benda-benada keramat seperti Jimat, tangkal, dlsb ini disebut dengan Jabiyah sebagaimana ada diriwayatkan dari Nawaf Al Bakali sebagai berikut,

أن عليا رضى الله عنه خرج ليلة النصف من شعبان فأكثر الخروج فيها ينظر إلى السماء، فقال : إن داود عليه السلام خرج ذات ليلة في مثل هذه الساعة فنظر إلي السماء فقال : إن هذه الساعة ما دعا الله أحد إلا أجابه ، ولا أستغفره أحد في هذه اليلة إلا غفر له ، مالم يكن ساحرا أو شاعرا أو كاهنا أو عريفا أو شرطيا أو جابيا أو صاحب كوية عرطية .

Sesungguhnya Imam Ali r.a Keluar dari rumahnya pada malam Nishfu Sya’ban , dan beliau sangat sering melakukan seperti itu sambil melihat ke langit, lalu beliau berkata: Nabi Daud A.s keluar pada malam Nisfu Sya’ban seperti waktu sekarang ini, maka beliaupun melihat kelangit. Lalu beliau berkata: Pada waktu sepeti ini, siapa saja memohon do’a kepada Allah, maka akan dikabulkan. Bila orang tersebut memohon keampunan, Allah akan ampuni dosa-dosanya.Do’a-do’anya akan terkabul selama ia bukan seorang penyair (penya’ir yang sesat), Dukun, Peramal,orang-orang yang dikeramatkan sebagai dukun,Jabiyah (orang-orang yang memelihara benda-benda keramat), orang pemain gendang dan alat musik (yang melalaikan dari syari’at Allah).

Sejarah Kiswah Ka’bah

Dikenal Kiswah Ka’bah (كسوة الكعبة : Kain penutup Ka’bah) mulai ada sejak pada masa Khulafaurrasyidun yaitu Abu Bakar Shiddiq, Umar bin Khattab, dan Ustman bin ‘Affan setelah wafatnya Baginda Nabi Muhammad Saw. Kiswah ka’bah ini bertujuan untuk memuliakan Ka’bah yang mulanya pada masa Khulafaurrasyidun Kiswah ini dijahit dengan kain Qabathi oleh masyarakat Mesir lalu dibawa ke Makkah Almukarramah ketika ingin menggantikan Kiswah yang lama. Sedangkan Kiswah yang lama dipotong-potong dan dibagi-bagi kepada para jemaah haji yang menginginkannya. Khalifah Umar bin Khattab pada masa itu menggunakan dana yang bersumber dari Baitul Mal (Sekarang dikenal dengan istilah Bank) untuk menempah dan menjahit Kiswah ka’bah tersebut.

Pada masa Khalifah Ustman bin ‘Affan dalam setahun Ka’bah dua kali diganti Kiswah dengan kain sutera yaitu pada hari Tarwiyah yaitu hari kedelapan bulan Dzulhijjah dan pada hari kedua puluh tujuh pada bulan Ramadhan dan cara ini terus berlanjut pada masa itu. Sedangkan pada masa Khalifah Ali bin Abi Thalib dalam sejarah tidak menyebutkan adanya tata cara pergantian Kiswah Ka’bah tersebut. Karena pada masa Khilafah Ali bin Abi Thalib banyaknya terjadi perang saudara sejak terbunuhnya Khalifah Ustman bin Affan.

Setelah berakhirnya masa Khulafaurrasyidun dilanjutkanlah tata cara pergantian Kiswah Ka’bah yang terbuat dari kain sutera tersebut oleh Mu’awiyah bin Abi Sufyan R.a sebagaimana apa yang telah dilakukan oleh Khalifah Ustman bin ‘Affan setiap tahun dua kali. Kemudian terus berlanjut pada masa pemerintahan Yazid bin Mu’awiyah, Ibnu Zubair, dan Abdul Malik bin Marwan.

Sejak masa Almahdi Al’Abbasi (masa Khilafah Abbasiyah) tahun 160H diperintahkanlah pemasangan Kiswah Ka’bah dalam setahun hanya sekali saja dan anjuran ini terus berlanjut sampai sekarang. Namun pada masa Alma’mun pemasangan Kiswah Ka’bah diubah dan dilakukan tiga kali dalam setahun yaitu setiap pada hari kedelapan Dzulhijah dengan Kiswah yang terbuat dari kain “Sutera Merah” lalu pada awal bulan Rajab dengan Kiswah yang terbuat dari Kain Qabathi Mesir dan pada hari ke dua puluh sembilan pada bulan Ramadhan dengan Kiswah yang terbuat dari Sutera.

Pada masa Annashir Al ‘Abbasi (masa Khilafah Abbasiyah) Kiswah Ka’bah dibuat dengan kain yang berwarnah Hijau kemudian beliau menggatinya dengan berwarna Hitam dan warna hitam inilah berlanjut sampai sekarang. Dan pada masa Annashir Al ‘Abbasi ini pula Shalahuddin Alayyubi berhasil menaklukkan Qudus Palestina. Setelah berakhirnya kekhalifahan Abbasiyah Kiswah Ka’bah dikelola oleh Raja Zhahir kepala pemerintahan pertama di Mesir saat itu kemudian berlanjut kepada Raja Almuzhaffar tahun 659H dan terus berlangsung dipegang oleh kerajaan Mesir ketika itu sampai berakhirnya Khilafah Turki.

Sejak Makkah Almukarramah dikuasai oleh Raja Abdul Aziz Al Su’ud beliau memerintahkan Kiswah Ka’bah dibuat di wilayah kekuasaan Kerajaan Saudi Arabia sejak tahun 1346H/1927M dan akhirnya pada tahun 1382H Kerajaan Saudi berhasil memiliki Pabrik pembuatan Kiswah Ka’bah yang diprakarsai oleh Raja Faishal. Paberik ini pertama kali pekerjanya hanya berjumlah 16 orang. Kemudian Raja Faishal memerintahkan kembali untuk membuat paberik Kiswah yang lebih modern pada tahun 1392H lalu dibuka dan diresmikan pabrik ini pada tanggal 7 Rabi As-Tsani 1397H.

Sebagaimana pertanyaan di atas kenapa Ka’bah diberi Kiswah (Penutup ) dengain kain yang berwarna hitam ini tidak menjadi keharusan, karena sebagaimana riwayat yang diatas setiap kepala pemerintahan Islam dulu memiliki kebijakan masing-masing untuk mengganti warna Kiswah Ka’bah yang mereka sukai sesuai dengan keyakinan, kecintaan dan makna filosofisnya. Maka warna Kiswah Ka’bah sebagaimana diatas pernah berwarna merah, hijau dan hitam.

Wallahua’lam.
KH. Ovied.R

Penulis adalah: Sekretaris Dewan Fatwa Al Washliyah Se-Indonesia, Guru Tafsir Alqur’an/Fikih Perbandingan  Madzhab Majelis Ta’lim Jakarta & Direktur Lembaga Riset Arab dan Timur Tengah [di  Malaysia] Email: dewanfatwa_alwahliyah@yahoo.com Facebook : Buya Ovied. HP: 088.885.818.84/0813.824.972.35.

 

 

About Author

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments

KakekHijrah「✔ ᵛᵉʳᶦᶠᶦᵉᵈ 」 pada Nonton Film Porno Tertolak Sholat dan Do’anya Selama 40 Hari
KakekHijrah「✔ ᵛᵉʳᶦᶠᶦᵉᵈ 」 pada Nonton Film Porno Tertolak Sholat dan Do’anya Selama 40 Hari
KakekHijrah「✔ ᵛᵉʳᶦᶠᶦᵉᵈ 」 pada Nonton Film Porno Tertolak Sholat dan Do’anya Selama 40 Hari
M. Najib Wafirur Rizqi pada Kemenag Terbitkan Al-Quran Braille