BerandaKabar WashliyahRevolusi Mental Ala Kemenag Tidak Selesaikan Masalah

Revolusi Mental Ala Kemenag Tidak Selesaikan Masalah

JAKARTA – Revolusi mental dengan pendekatan struktural yang dikeluarkan Inspektorat Jenderal Kementerian Agama M. Yasin untuk Pegawai Negeri Sipil (PNS) dinilai tidak tepat. Model dengan pemberian remunerasi lalu melakukan pengawasan ketat dengan sanksi tegas bukanlah model yang tepat.
Model tersebut layaknya sebuah paksaan dan tekanan yang dilakukan sebuah birokasi. “Model ini cenderung tekanan birokrasi dengan instrumen paksa,” kata Ketua Umum PB Al Jam’iyatul Washliyah Dr. Yusnar Yusuf pada Minggu (31/8) di Jakarta. Model yang digunakan Irjen Kemenang M. Yasin tidak akan mengubah kinerja pegawai di kementerian itu.

Model yang lebih tepat menurut Al Washliyah adalah yang langsung dicontohkan atasan atau pimpinan. Setiap atasan dan pimpinan harus langsung memeraktekannya untuk diri sendiri dan itu dianggap lebih tepat. Artinya atasan harus menjadi contoh bagi bawahannya. “Secara sosiologi dan psikologi bangsa ini maka model ini tidak sesuai,” tambahnya.

Upaya pembenahan di Kementerian Agama yang dimulai dengan menaikan gaji seluruh pegawainya melalui remunerasi tidak akan menyelesaikan masalah. Apa lagi di satu sisi akan ada pengawasan yang ketat dan pemberian sanksi yang tegas bagi yang melanggar. Hal ini di mata Yusnar Yusuf tidak tepat. Ide tersebut dianggap tidak akan membenahi masalah yang ada.

“Model yang tepat adalah managemen memandikan kuda. Tuannya yang turun terlebih dahulu ke air, barulah kudanya. Pimpinan yang harus menjadi aktor dan model,” tegas Ketum PB Al Washliyah Yusnar Yusuf.

(mrl)

About Author

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments

KakekHijrah「✔ ᵛᵉʳᶦᶠᶦᵉᵈ 」 pada Nonton Film Porno Tertolak Sholat dan Do’anya Selama 40 Hari
KakekHijrah「✔ ᵛᵉʳᶦᶠᶦᵉᵈ 」 pada Nonton Film Porno Tertolak Sholat dan Do’anya Selama 40 Hari
KakekHijrah「✔ ᵛᵉʳᶦᶠᶦᵉᵈ 」 pada Nonton Film Porno Tertolak Sholat dan Do’anya Selama 40 Hari
M. Najib Wafirur Rizqi pada Kemenag Terbitkan Al-Quran Braille
aelfizon pada Ulama Dalam Al Qur`an
Hastuti Hasan pada H.Abdurrahman Syihab
Distara Akmel Syihab pada Tipe – Tipe Pemimpin
aelfizon pada Ulama Dalam Al Qur`an
Munthe pada H.Abdurrahman Syihab
Muhammad Khairil pada Basirus Syawal
Laskar Hijau Aceh pada Panitia Rilis Logo Muktamar IPA
Ramadhanz Ardhieyansyah pada MD Al Washliyah Kayumanis Mewisuda 41 Siswa
Ramadhanz Ardhieyansyah pada MD Al Washliyah Kayumanis Mewisuda 41 Siswa
Moeh Rozali pada Keutamaan Bulan Rajab
Iwang Demi'cinta-kita pada Hukum Solat Jenazah yang Mati Bunuh Diri
karsidi_diningrat@yahoo.co.id pada Mendirikan Da`i Centre Al Washliyah
karsidi_diningrat@yahoo.co.id pada PETAKA SYI’AH DI INDONESIA
karsidi_diningrat@yahoo.co.id pada Warga Al Washliyah Harus Berpendidikan Sarjana
Sahridan Tobing pada HM Arsyad Thalib Lubis
Muhammed Zein Elhudawy pada PETAKA SYI’AH DI INDONESIA
Muhammed Zein Elhudawy pada H.Abdurrahman Syihab
Fakultas Hukum UII Yogyakarta pada Hukum Solat Jenazah yang Mati Bunuh Diri
Wawan Go Success pada Belanja Online Menurut Hukum Islam
syamsir pada Zis Al Washliyah
Bukhari Iskandar pada Peluncuran Website Al Washliyah
Sawiyanto, MA pada Peluncuran Website Al Washliyah
Muhammad Zain Al-Hudawie pada Wasiat Dewan Fatwa Untuk Kader Al Washliyah
Affan Rangkuti pada HM Arsyad Thalib Lubis
Febry Ichwan Butsi pada Peluncuran Website Al Washliyah