spot_img
BerandaTokohSolhiyah Yunus Sang Pencipta Himne Al Washliyah

Solhiyah Yunus Sang Pencipta Himne Al Washliyah

Al Washliyah – Washliyah hiduplah
Al Washliyah – Washliyah bangkitlah
Al Washliyah – Washliyah jihadlah
Al Washliyah – Washliyah syahidlah

Kami para kader Washliyah
Berjanji sehidup setia
Mengorbankan tenaga pikiran dan harta
Demi cita-cita Washliyah

KALIMAT di atas adalah sepenggal bait dari lagu Himne Al Washliyah. Lagu tersebut menjadi nyanyian wajib yang selalu dibawakan dalam setiap acara-acara Al Washliyah. Lagu yang dibawakan dengan birama 4/4 ini di ciptakan oleh seorang kader terbaik Al Washliyah. Pencipta lagu itu adalah Hj. Salhiyah Yunus. Seorang mujahidah Washliyah yang tidak perlu lagi diragukan militansinya terhadap organisasi dan Islam.

Sejak kecil Salhiyah sudah sangat akrab dengan Al Washliyah. Ia pertama kali mengenal organisasi berlambang bulan sabit bintang lima ketika bersekolah di Madrasah Ibtidaiyah Al Washliyah gang Darul Aman, Kampung Baru pada 1959. Di madrasah ini potensi keorganisasiannya mulai terlihat. “Ketika saya baru pertama kali masuk di madrasah Al Washliyah, teman-teman langsung menunjuk saya untuk menjadi Ketua IPA (Ikatan Pelajar Al Washliyah),” ceritanya kepada kabarwashliyah.com di Medan, Sumatera Utara. Sejak saat itu Solhiyah kecil mulai aktif berorganisasi.

Jenjang keorganisasian pun terus dijalani. Mulai dari pengurus ranting hingga menjadi pengurus wilayah IPA Sumut pernah dijabatnya. Selesai dari IPA, Kak Sol demikian ia akrab disapa, melanjutkan berwashliyah dengan masuk ke Angkatan Puteri Al Washliyah (APA). Di APA ini sepak terjangnya lebih dikenal lagi. Bahkan banyak orang yang hanya mengetahui kalau Solhiyah itu adalah kader APA. Hingga kini namanya masih tercantum sebagai Penasehat di APA dan Pengurus Ikatan Guru dan Dosen Al Washliyah (IGDA).

Himne Al Washliyah adalah sebuah lagu yang sangat syahdu. Lagu ini di ciptakannya sekitar 1986. Setelah lagu selesai dicipta, aktivis Al Washliyah ini belum berani mempublikasikannya kepada siapa pun. Ia hanya menyimpannya saja. Saat itu lagu wajib yang biasa dinyanyikan setiap acara adalah lagu Mars Al Washliyah ciptaan M. Ya’cub Nasution. Akhirnya kak Sol memberanikan diri menyampaikan bahwa ia telah menciptakan sebuah lagu himne kepada kawan-kawan seperjuangannya.

“Seingat saya saat itu usai acara perkaderan di kantor Al Washliyah. Saya memberanikan diri menyampaikan kepada kawan-kawan kalau saya telah membuat sebuah lagu. Lalu kawan-kawan meminta saya menyanyikannya,” terang Solhiyah mengingat kejadian puluhan tahun lalu. Di antara yang turut mendengarkan lagunya itu adalah Hasbullah Hadi (sekarang Ketua PW Al Washliyah). Mereka yang mendengarkannya pun memuji buah karyanya. Lalu para generasi muda Washliyah ini bersepakat untuk menjadikan lagu tersebut sebagai salah satu lagu wajib Al Washliyah.

Menurut Solhiyah, himne Al Washliyah merupakan sebuah pengakuan dan perjanjian dari seorang kader terhadap organisasi yang dicintainya. “Himne sebagai pengakuan dan perjanjian kita sebagi kader Al Washliyah,” terangnya. Banyak orang Washliyah yang berdecak kagum ketika lagu himne diperdengarkan. Bahkan bila dihayati dapat memancing emosional setiap orang yang mendengarnya. “Ada peserta LKD yang berkata kepada saya bahwa lagu himne itu membuat dia merinding dan terharu,” cerita kak Sol. Tidak pernah terbayang olehnya bila banyak orang yang memberikan apresiasi terhadap karyanya.

Setelah menciptakan himne Al Washliyah, pensiunan guru ini terus berkarya. Dari tangannya tercipta beberapa lagu. Seperti Balada Al Washliyah, Mars IGDA, Mars Isarah dan yang terakhir adalah Kader Al Washliyah. Lagu-lagu Kealwashliyahan ini menjadi lagu utama dalam kegiatan organisasi yang telah ada sejak 1930.

Solhiyah mengatakan tidak pernah menemukan kesulitan dalam menciptakan sebuah lagu. Semuanya mengalir begitu saja. “Semua tercipta seperti mengalir saja,” terangnya. Namun begitu, ada sebuah lagu yang sangat berkesan bagi wanita kelahiran 1953 itu. Lagu yang sangat berkesan itu dibuatnya untuk mengenang para pendiri, pejuang dan penerus Al Washliyah yang telah tiada.

Lagu itu diakuinya dibuat dengan linangan air mata. Ia menciptakannya dengan penuh keharuan membayangkan para tokoh-tokoh Al Washliyah di era 1930. Lagu itu diberinya judul Balada Al Washliyah. “Balada Al Washliyah saya ciptakan dengan cucuran air mata,” tuturnya. Di lagu itu disebutkan satu persatu pendiri dan tokoh-tokoh Al Washliyah yang telah tiada.

Lagu terakhir yang dihasilkannya adalah Kader Al Washliyah. Lagu Kader Al Washliyah diciptakan khusus untuk para kader. Dan itu merupakan permintaan dari Ikatan Pelajar Al Washliyah (IPA)agar bisa dinyanyikan ketika latihan kader. “Lagu Kader Al Washliyah merupakan permintaan dari anak-anak IPA. Dan itu lagu terakhir,” kata mantan pengurus IPA Sumut tersebut.

Hingga sekarang lagu-lagu karya Salhiyah Yunus terus dikumandangkan di seantero Indonesia. Karyanya akan terus dinyanyikan murid, kader dan warga Al Washliyah. Kini lagu-lagunya itu telah direkam ke dalam DVD dan sudah diperbanyak. Dengan begitu seluruh Indonesia sudah bisa mempelajari nada lagu tersebut secara baik. Lagu-lagu karya Solhiyah Yunus akan terus hidup disanubari warga Washliyah seperti hidupnya Washliyah Zaman Berzaman.

(mrl)

BIODATA

Nama: Hj. Solhiyah Yunus S.Ag.
TTL: Medan 24-8-1953
Alamat: Jl.Brigjend. Katamso Gg Jawa No 1 Kp. Baru Medan
Pekerjaan: Pensiunan Guru
Pendidikan: S1
Pengalaman Organisasi:
– Ketua IPA Puteri Ranting Medan Baru Tahun 1969-1973
– Wakil Ketua IPA Puteri Kec. Medan Baru Tahun 1973-1977
– Wakil Ketua IPA Puteri Kec. Medan Baru Tahun 1978-1982
– Wakil Ketua IPA Puteri Kota Medan Tahun 1983-1987
– Sekretaris IPA Puteri Sumut Tahun 1988-1992
– Sekretaris IPA Puteri Sumut Tahun 1993-1997
– Bendahara APA Kota Medan Tahun 1997-2001
– Sekretaris APA Kota Medan Tahun 2001-2009
– Bendahara IGDA Kota Medan Tahun 2010 -2015
– Penasehat APA Sumut Tahun 2010 -2015

About Author

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments

KakekHijrah「✔ ᵛᵉʳᶦᶠᶦᵉᵈ 」 pada Nonton Film Porno Tertolak Sholat dan Do’anya Selama 40 Hari
KakekHijrah「✔ ᵛᵉʳᶦᶠᶦᵉᵈ 」 pada Nonton Film Porno Tertolak Sholat dan Do’anya Selama 40 Hari
KakekHijrah「✔ ᵛᵉʳᶦᶠᶦᵉᵈ 」 pada Nonton Film Porno Tertolak Sholat dan Do’anya Selama 40 Hari
M. Najib Wafirur Rizqi pada Kemenag Terbitkan Al-Quran Braille