BerandaKabar WashliyahUsai Pemilu, Rakyat Kembali Ditinggalkan

Usai Pemilu, Rakyat Kembali Ditinggalkan

JAKARTA – Pemilihan umum legislatif sudah usai. Kini tengah memasuki tahapan rekapitulasi suara di KPU provinsi dan KPU Pusat. Tinggal dua hari lagi batas waktu rekapitulasi nasional sesuai dengan yang dijadwalkan. Namun masalah masih saja ditemui pada penyelenggaraan Pemilu kali ini. Bahkan masih banyak KPU Provinsi yang belum menyelesaikan rekapitulasi suara di daerahnya. Nampaknya rekapitulasi yang rencananya selesai 9 Mei akan mundur entah sampai kapan.

Sementara penyelenggara pemilu sibuk menyelesaikan penghitungan suara, elit politik pun sibuk melakukan penjajakan terhadap calon presiden. Berbekal hasil hitung cepat yang dikeluarkan berbagai lembaga survey, pimpinan partai politik melakukan silaturahmi dengan pimpinan parpol lainnya.

Sambang menyambangi diantara pimpinan parpol menjadi tontonan publik setiap hari. Para elit politik ini membangun komunikasi dan koalisi dengan bermodal suara rakyat pada pemilu 9 April lalu. Rakyat telah memberikan suaranya pada Pemilu. Setelah memberikan suaranya maka kini rakyat ditinggal kembali.

“Seperti biasa, usai Pemilu maka rakyat akan terlupakan. Nanti dibutuhkan lagi pada Pilpres atau Pemilu lima tahun mendatang. Ini sudah menjadi kebiasaan rutin yang terus berulang,” kata Sekretaris KNPI DKI Jakarta M. Razvi Lubis kepada kabarwashliyah.com pada Rabu (7/5) di Jakarta. Ditambahkannya, rakyat jangan banyak berharap diperhatikan oleh para elit yang sedang asyik melakukan lobi-lobi politik terkait pencapresan.

Menurutnya, suara rakyat yang diberikan pada hari pencoblosan sebulan lalu telah menjelma menjadi kekuatan bagi elit politik. Dengan persentase suara yang telah dimiliki, partai politik bergerak kencang mencari kawan untuk merebut pimpinan negara. Sementara rakyat kembali hanya menonton permainan yang tengah dilakoni politisi. Rakyat kembali akan dibutuhkan suaranya pada Juli tahun ini di pemilihan presiden. Usai Pilpres pun kembali rakyat akan ditinggalkan oleh yang dipilihnya.

(mrl)

About Author

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments

KakekHijrah「✔ ᵛᵉʳᶦᶠᶦᵉᵈ 」 pada Nonton Film Porno Tertolak Sholat dan Do’anya Selama 40 Hari
KakekHijrah「✔ ᵛᵉʳᶦᶠᶦᵉᵈ 」 pada Nonton Film Porno Tertolak Sholat dan Do’anya Selama 40 Hari
KakekHijrah「✔ ᵛᵉʳᶦᶠᶦᵉᵈ 」 pada Nonton Film Porno Tertolak Sholat dan Do’anya Selama 40 Hari
M. Najib Wafirur Rizqi pada Kemenag Terbitkan Al-Quran Braille
aelfizon pada Ulama Dalam Al Qur`an
Hastuti Hasan pada H.Abdurrahman Syihab
Distara Akmel Syihab pada Tipe – Tipe Pemimpin
aelfizon pada Ulama Dalam Al Qur`an
Munthe pada H.Abdurrahman Syihab
Muhammad Khairil pada Basirus Syawal
Laskar Hijau Aceh pada Panitia Rilis Logo Muktamar IPA
Ramadhanz Ardhieyansyah pada MD Al Washliyah Kayumanis Mewisuda 41 Siswa
Ramadhanz Ardhieyansyah pada MD Al Washliyah Kayumanis Mewisuda 41 Siswa
Moeh Rozali pada Keutamaan Bulan Rajab
Iwang Demi'cinta-kita pada Hukum Solat Jenazah yang Mati Bunuh Diri
karsidi_diningrat@yahoo.co.id pada Mendirikan Da`i Centre Al Washliyah
karsidi_diningrat@yahoo.co.id pada PETAKA SYI’AH DI INDONESIA
karsidi_diningrat@yahoo.co.id pada Warga Al Washliyah Harus Berpendidikan Sarjana
Sahridan Tobing pada HM Arsyad Thalib Lubis
Muhammed Zein Elhudawy pada PETAKA SYI’AH DI INDONESIA
Muhammed Zein Elhudawy pada H.Abdurrahman Syihab
Fakultas Hukum UII Yogyakarta pada Hukum Solat Jenazah yang Mati Bunuh Diri
Wawan Go Success pada Belanja Online Menurut Hukum Islam
syamsir pada Zis Al Washliyah
Bukhari Iskandar pada Peluncuran Website Al Washliyah
Sawiyanto, MA pada Peluncuran Website Al Washliyah
Muhammad Zain Al-Hudawie pada Wasiat Dewan Fatwa Untuk Kader Al Washliyah
Affan Rangkuti pada HM Arsyad Thalib Lubis
Febry Ichwan Butsi pada Peluncuran Website Al Washliyah