spot_img
BerandaKabar WashliyahGolput Adalah Bom Waktu Bagi Bangsa

Golput Adalah Bom Waktu Bagi Bangsa

JAKARTA – Beberapa hari terakhir kisruh mengenai urgensi uji materi UU No. 42 Tahun 2008 tentang Pilpres mewarnai pemberitaan media massa. Permohonan yang diajukan oleh Yusril Ihza Mahendra dan Effendy Ghazali tersebut meminta agar pelaksanaan Pileg dan Pilpres dilakukan serentak. Pendapat publik terpecahmenjadi dua, ada yang mendukung usulan Yusril dkk, ada pula yang menentangnya. Namun di balik seluruh kepentingan uji materi tersebut, ada hal yang lebih membutuhkan perhatian pemerintah dan penyelenggara pemilu, yaitu golput (golongan putih).

Istilah golput telah dikenal sejak lama. Maksud dari istilah golput adalah warga yang tidak menggunakan hak pilihnya dalam pemilu. Berdasarkan data pemilu 2009, jumlah pemilih golput lebih banyak daripada perolehan suara Partai Demokrat selaku pemenang pemilu 2009. Mantan Putri Ayu Indonesia 1993 Nonny Chirilda berpandangan,

“Golput merupakan ekspresi ketidakpedulian, kekecewaan dan tidak percaya rakyat terhadap pemerintah,” ujar Nonny.

Ia berpendapat, jumlah golput yang selalu naik dalam beberapa pemilu terakhir menunjukkan pemerintahan belum melakukan kerja politik untuk rakyat.

“Golput akan selalu meningkat jumlahnya karena kesejahteraan bagi rakyat belum terasa. Sikap apatis terhadap pemilu menjadi bom waktu bagi bangsa ini,” tutur perempuan kelahiran Pontianak ini. Nonny menyoroti pentingnya sosialisasi pemilu kepada pemilih pemula agar jumlah golput dapat ditekan.

Mantan peragawati ini menegaskan golput bukan solusi atas kekecewaan terhadap pemerintah. “Memang betul seperti percuma kita mengikuti pemilu, karena kita tidak melihat hasil dari pesta demokrasi tersebut. Tetapi dengan tidak memilih sama saja kita membiarkan persoalan menjadi berlarut-larut,” kata Nonny. Ia mengajak rakyat Indonesia untuk mengubah paradigma berpikir bahwa menolak golput berarti telah meminimalisir potensi kecurangan dalam pemilu.

Selanjutnya, Nonny meminta pihak-pihak penyelenggara pemilu agar bebas dari intevensi semua pihak. “Kecurangan pada saat pemilu sudah menjadi cerita lama. Jika kita ingin bangsa ini lebih maju, maka harus dimulai dari proses pemilu yang benar-benar sesuai amanat undang-undang,” jelas pendiri NC Management ini di Jakarta. Perempuan yang pernah tinggal di luar negeri ketika berprofesi sebagai model ini menyerukan kepada seluruh elemen bangsa Indonesia agar berpartisipasi dan menyukseskan gelaran pemilu tahun ini, “Sikap apatis dan golput tidak akan membantu bangsa ini untuk lebih baik,” tutup Nonny. (gardo)

About Author

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments

KakekHijrah「✔ ᵛᵉʳᶦᶠᶦᵉᵈ 」 pada Nonton Film Porno Tertolak Sholat dan Do’anya Selama 40 Hari
KakekHijrah「✔ ᵛᵉʳᶦᶠᶦᵉᵈ 」 pada Nonton Film Porno Tertolak Sholat dan Do’anya Selama 40 Hari
KakekHijrah「✔ ᵛᵉʳᶦᶠᶦᵉᵈ 」 pada Nonton Film Porno Tertolak Sholat dan Do’anya Selama 40 Hari
M. Najib Wafirur Rizqi pada Kemenag Terbitkan Al-Quran Braille