spot_img
BerandaDunia islamMeluruskan Niat Untuk Semua Perbuatan

Meluruskan Niat Untuk Semua Perbuatan

DALAM Kamus Besar Bahasa Indonesia, pada halaman 1266, waktu diartikan dengan : “seluruh rangkaian saat ketika proses perbuatan, atau keadaan berada saat berlangsung”. Waktu adalah sebuah proses perjalanan alam yang berputar setiap detik sesuai dengan sunnatullah. Masa yang telah dilalui adalah masa lampau yang tidak akan kembali pada kali yang kedua. Waktu adalah momen penting dan berharga, sehingga di Barat, waktu diistilahkan dengan uang “the time is money”.

Beda hal nya di negara Arab pada masa lampau yang mengistilahkannya dengan “pedang”. Dalam sebuah ungkapan didapati “al-Waqtu ka as-sayif idza lam taqtha’hu qath’aka” yang artinya “waktu ibarat sebuah pedang, jika engkau tidak memotongkannya, maka dia lah yang akan memotongmu” dari istilah ini tergambar bahwa siapa yang tidak bisa memanfaatkan waktu dengan baik, maka dia akan tergilas dengan perjalanan roda waktu itu sendiri.

Di dalam Alquran pada salah satu surah Allah swt. bersumpah dengan waktu. Firman-Nya pada surah al-‘Ashr : 1-3 :1. “Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian., Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran. (QS. Al-‘Ashr : 1-3) di dalam Tafsir Ibn Katsir Juz 8 hal. 499, Imam Ibnu Katsir mengutip perkataan Imam as-Syafii ketika menafsirkan ayat ini, Imam as-Syafii mengatakan “seandainya setiap manusia merenungkan surah al-Ashr ini, niscaya hal itu akan mencukupi
bagi mereka.

Ayat ini berbicara tentang waktu yang harus dimaksimalkan manusia, dan siapa yang tidak bisa memanfaatkannya untuk Agama Allah maka dia termasuk ke dalam golongan orang yang merugi baik di dunia dan di akhirat. Umur yang diberikan Allah swt. harus di implementasikan dengan nilai ibadah dan pengabdian kepada-Nya sebagai tugas seorang hamba yang diciptakan kemuka dunia ini. Tersirat dalam Alquran bahwa Allah swt. menciptakan manusia tidak lain untuk menyembah dan mengabdi kepada-Nya.

Dalam berbagai tafsir klasik ditemukan bahwa seorang manusia yang tergolong kepada orang yang tidak merugi hanyalah orang-orang yang memanfaatkan masa hidupnya untuk beramal saleh (konsisten) dan bersabar dalam amalnya. Sebenarnya kajian tafsir ini tidaklah difahami sederhana, yakni bahwa tugas manusia hanya sebatas pengabdian saja dan terus-menerus beribadah kepada Allah swt. dengan melakukan salat, sedekah, dan zikir sepanjang masa. Namun pemaknaannya cukup luas, yakni menjadikan setiap masa adalah ajang ibadah kepada Allah swt.

Salat adalah ibadah, namun bekerja juga adalah ibadah jika diniatkan memenuhi perintah Allah untuk mencukupi nafkah, baik untuk diri pribadi maupun untuk keluarga. Dalam hal ini, niat tentunya menjadi penentu dari setiap perbuatan manusia. Dalam sebuah hadis Rasulullah mengatakan : “sesungguhnya setiap amalan harus disertai dengan niat. setiap orang hanya akan mendapatkan balasan tergantung pada niatnya. barangsiapa yang hijrah karena cinta kepada Allah dan rasul-nya maka hijrahnya akan sampai kepada Allah dan rasul-nya. barangsiapa yang hijrahnya karena menginginkan perkara dunia atau karena wanita yang ingin dinikahinya, maka hijrahnya (hanya) mendapatkan apa yang dia inginkan.” (HR. Bukhari [kitab bad’i al-wahyi, hadits no. 1, kitab al-aiman wa an-nudzur, hadis no. 6689] dan Muslim [kitab al-imarah, hadis no. 1907]).

Di awal teks hadis ini menggunakan kalimat “inna ma”. Dalam kajian bahasa Arab disebut dengan “al-adat al-hasyr” yang berarti maknanya terbatas. Jadi seseorang hanya akan mendapatkan sebatas apa yang dia niatkan. Ibadah yang dilakukan dengan nilai bukan karena ingin mencari ridanya Allah tentu tidak akan bernilai apa-apa di sisi Tuhan. Sebaliknya perbuatan yang diawali dengan niat ingin mencari Rida Ilahi seperti bekerja, berpakaian, tentu akan bernilai pahala dan menjadi sebuah ibadah (bisyarthi niyyatil Pegeseran waktu, adalah sunnatullah yang dijalani manusia setiap detiknya. Apa yang dilakukan hari ini tentu menjadi sebuah catatan perjalanan hidup yang tidak akan terulang kembali.

Sejauh mana manusia mampu mengisinya dengan nilai-nilai ibadah kepada Allah swt. Tergantung bagaimana ia menyikapinya.
Semua itu tidak terlepas dari niat yang ditanamkan di dalam hati. Perilaku ibadah seperti salat, sedekah dan lainnya akan bernilai tinggi dihadapan Tuhan jika memang dilandasi dengan niat taqarrub ilallah, namun jika tonggak dasarnya adalah ke-ria-an supaya ingin dipuji oleh makhluk tentunya sisi ibadahnya tidak bernilai apa-apa dan dia akan termasuk ke dalam golongan orang yang merugi.

Menariknya, kegiatan rutinitas harian manusia setiap detiknya seperti bekerja untuk memenuhi nafkah hidup, bisa bernilai ibadah jika diniatkan dilakukan untuk memenuhi perintah Allah swt. Jika hal ini belum dilakukan, maka diawal tahun 2014 ini mari sama-sama kita perbaiki kualitas diri, dan meluruskan niat atas semua perbuatan, dan menghiasi kehidupan dengan ibadah saleh, supaya kita tidak tergolong pada orang merugi sebagaimana yang dijelaskan Allah pada Waktu yang telah berlalu, tidak akan kembali lagi, tak perlu berlarut menyesalinya, masih ada masa depan dimana kita bisa hidup dan berkarya.

Kita songsong masa depan di awal tahun ini dengan memperbaiki niat dalam melakukan sesuatu hanya ingin mencarai ridanya Allah swt. Pintu ibadah begitu besar dibuka Allah bahkan sampai naluri seks manusia pun dihitung sebagai sebuah ibadah. Dalam Syarh al-Wafi, Dr. Sayid Mustafa al-Bugha menulis pernyataan Rasulullah saw. “bahwa dikemaluan itu juga terdapat ibadah” sahabat bertanya tentang apa maksudnya. Nabi saw. menjawab “bukankah jika engkau letakkan kemaluanmu itu pada hal yang diharamkan Tuhan engkau akan diberi dosa, maka sebaliknya, jika engkau letakkan kepada yang dihalalkan Allah (isteri) maka engkau akan diberi pahala”.

Wallahu a’lamu

IRWANSYAH, M.H.I
Penulis Adalah : Anggota Tim Ahli Majelis Hisab Rukyah PB Al Washliyah, Pengurus Bidang Pengasuhan Pendidikan  Kader Ulama Majelis Ulama Indonesia Provinsi Sumatera Utara dan Koordinator Kerohanian Islam RS Imelda Medan.

About Author

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments

KakekHijrah「✔ ᵛᵉʳᶦᶠᶦᵉᵈ 」 pada Nonton Film Porno Tertolak Sholat dan Do’anya Selama 40 Hari
KakekHijrah「✔ ᵛᵉʳᶦᶠᶦᵉᵈ 」 pada Nonton Film Porno Tertolak Sholat dan Do’anya Selama 40 Hari
KakekHijrah「✔ ᵛᵉʳᶦᶠᶦᵉᵈ 」 pada Nonton Film Porno Tertolak Sholat dan Do’anya Selama 40 Hari
M. Najib Wafirur Rizqi pada Kemenag Terbitkan Al-Quran Braille