spot_img
BerandaKabar Washliyah Kehilangan Kepercayaan Rakyat, Partai Usung Figur dari Luar Partai

Kehilangan Kepercayaan Rakyat, Partai Usung Figur dari Luar Partai

JAKARTA – Pengamat politik dari Pol-Track Institute, Hanta Yudha menegaskan jika di partai politik akhir-akhir ini terjadi presidensialisasi partai, yaitu kepercayaan rakyat pada partai makin turun drastis dan kembali tergantung pada kekuatan figur. Untuk jangka pendek hal itu akan menguntungkan, tapi untuk jangka menengah dan panjang akan merugikan partai, karena akan selalu tergantung pada figur, seperti dialami Demokrat. Sedangkan yang tak punya figur akan mencari figur di luar partai.

“Figur partai menguat, tapi institusionalisasi partai terus melemah. Karena itu banyak partai mencari fugur capres dari luar partai seperti PKB yang memunculkan Rhoma Irama, Mahfud MD, dan Jusuf Kalla. Tapi, hal itu sulit untuk mendongkrak suara PKB,” tegas Hanta Yudha dalam dialog ‘Evaluasi Akhir Tahun Bidang Polhukam’ di Gedung MPR/DPR RI Jakarta, Senin (16/12/2013).

Hal itu berbarengan dengan terjadinya fenomena makin turunnya kepercayaan (trust) rakyat terhadap partai, sehingga rakyat terpolarisasi pada figur dan bukan pada partai. “Jadi, sulit sekarang ini ada rakyat pemilih merupakan bagian dari partai itu sendiri. Memprihatinkan, angkanya kurang dari 20 persen. Lebih parah lagi dialami oleh Demokrat dan PKS yang turun drastis akibat kasus korupsi dan wanita yang menyelimuti partai tersebut,” ujarnya.

Untuk itu pula lanjut Hanta, kondisi pemerintahan sekarang ini mencerminkan potret partai, karena parpol yang mengendalikan DPR RI, eksekutif maupun yudikatif. “Ini yang harus diselesaikan akibat terjadinya oligarki dan presidensialisasi partai itu. Dengan begitu maka pada pemilu 2014 nanti, kekuatan partai itu berada pada dua hal; yaitu citra dan kekuatan figur, karena kepercayaan terhadap partai makin habis,” ungkapnya.

Menyinggung kontelasi Pilpres menurut Hanta, ada 4 kemungkinan yang terjadi; presidensialiasi partai yang dipegang oleh ketua umumnya, figur dengan elektabilitas yang tinggi seperti Jokowi, pemilik modal yang bisa membeli tiket capres, dan akan muncul nama-nama baru seperti Jokowi. “Tapi, itu belum ada tanda-tandanya,” ujarnya.

Sementara itu mengenai pemerintahan yang tak efektif menurut Hanta, pemerintahan SBY-Boediono di 2014 makin berat, karena pengaruh SBY makin lemah dan otomatis makin sulit bisa menyatukan partai dalam setgab koalisi. “Apalagi, presiden sebagai ketua umum partai, demikian pula menteri-menterinya, maka sekarang ini mereka pasti akan fokus untuk memenangkan partai dan ini akan terus terjadi sampai 2014,” pungkasnya. (am/gardo)

About Author

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments

KakekHijrah「✔ ᵛᵉʳᶦᶠᶦᵉᵈ 」 pada Nonton Film Porno Tertolak Sholat dan Do’anya Selama 40 Hari
KakekHijrah「✔ ᵛᵉʳᶦᶠᶦᵉᵈ 」 pada Nonton Film Porno Tertolak Sholat dan Do’anya Selama 40 Hari
KakekHijrah「✔ ᵛᵉʳᶦᶠᶦᵉᵈ 」 pada Nonton Film Porno Tertolak Sholat dan Do’anya Selama 40 Hari
M. Najib Wafirur Rizqi pada Kemenag Terbitkan Al-Quran Braille