BerandaKabar WashliyahDPR Sahkan UU Adminduk, KTP Boleh Tak Cantumkan Agama

DPR Sahkan UU Adminduk, KTP Boleh Tak Cantumkan Agama

JAKARTA – DPR RI lewat Sidang Paripurna akhirnya mengesahkan Rancangan Undang-Undang Perubahan atas UU no.23 tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan (Adminduk). Pengesahan RUU Administrasi Kependudukan atau Adminduk menjadi UU ini dilakukan setelah seluruh fraksi di DPR menyatakan persetujuannya dalam sidang paripurna di Gedung DPR RI Senayan Jakarta, Selasa (26/11/2013).

Arif Wibowo Wakil Ketua Komisi II DPR RI dari Fraksi PDI-P dalam laporannya menjelaskan, RUU Adminduk akhirnya disahkan setelah mengalami 31 kali perubahan, baik perubahan pada redaksional, perubahan substansi atau rumusan, penambahan jumlah pasal maupun ayat dan penghapusan ayat.

Arief juga berharap peran aktif pemerintah sebagai instansi pelaksana pelayanan Adminduk mendorong penduduk untuk melaporkan peristiwa kependudukan yang dialami.

Selain itu lanjut Arief, UU ini juga menegaskan tentang KTP elektronik yang sudah berjalan serta berlaku saat ini dengan sebutan KTP-el sebagai nomenklatur. Dan masa berlaku KTP-el adalah seumur hidup.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi sesuai dengan UU Adminduk mengatakan masyarakat diperbolehkan tidak mengisi kolom agama di Kartu Tanda Penduduk (KTP) selain enam agama yakniIslam, Kristen Protestan, Kristen Katolik, Hindu, Budha dan Konghucu.

“Agama yang sudah diakui ada 6, kalau di luar itu, kosongkan saja. Dia tetap dapat KTP,” kata Gamawan, usai Paripurna.

Dengan kosongnya kolom agama, Mendagri memastikan, tidak akan ada warga yang terdiskriminasikan. Namun, dia tidak menafikan masih ada yang memaksakan mengisi kolom agama di KTP dengan agama terdekat dengan aliran kepercayaannya.

“Kan itu sudah lama, ada kejadian, dia penganut aliran kepercayaan, tapi ternyata memilih salah satu agama. Biasanya dia punya (satu kepercayaan yang dekat),” ujarnya.

Gamawan menjelaskan, untuk masalah aliran kepercayaan di luar enam agama yang diakui tadi, saat ini sedang dalam kajian Kementerian Agama.

“Ini kan sedang dilakukan kajian Kementerian Agama, bukan hanya menyangkut kepada KTP, banyak hal. Kita punya matriks soal yang kaitannya dengan agama. Dan itu sudah dibahas interdept,” paparnya. (gardo)

About Author

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments

KakekHijrah「✔ ᵛᵉʳᶦᶠᶦᵉᵈ 」 pada Nonton Film Porno Tertolak Sholat dan Do’anya Selama 40 Hari
KakekHijrah「✔ ᵛᵉʳᶦᶠᶦᵉᵈ 」 pada Nonton Film Porno Tertolak Sholat dan Do’anya Selama 40 Hari
KakekHijrah「✔ ᵛᵉʳᶦᶠᶦᵉᵈ 」 pada Nonton Film Porno Tertolak Sholat dan Do’anya Selama 40 Hari
M. Najib Wafirur Rizqi pada Kemenag Terbitkan Al-Quran Braille
aelfizon pada Ulama Dalam Al Qur`an
Hastuti Hasan pada H.Abdurrahman Syihab
Distara Akmel Syihab pada Tipe – Tipe Pemimpin
aelfizon pada Ulama Dalam Al Qur`an
Munthe pada H.Abdurrahman Syihab
Muhammad Khairil pada Basirus Syawal
Laskar Hijau Aceh pada Panitia Rilis Logo Muktamar IPA
Ramadhanz Ardhieyansyah pada MD Al Washliyah Kayumanis Mewisuda 41 Siswa
Ramadhanz Ardhieyansyah pada MD Al Washliyah Kayumanis Mewisuda 41 Siswa
Moeh Rozali pada Keutamaan Bulan Rajab
Iwang Demi'cinta-kita pada Hukum Solat Jenazah yang Mati Bunuh Diri
karsidi_diningrat@yahoo.co.id pada Mendirikan Da`i Centre Al Washliyah
karsidi_diningrat@yahoo.co.id pada PETAKA SYI’AH DI INDONESIA
karsidi_diningrat@yahoo.co.id pada Warga Al Washliyah Harus Berpendidikan Sarjana
Sahridan Tobing pada HM Arsyad Thalib Lubis
Muhammed Zein Elhudawy pada PETAKA SYI’AH DI INDONESIA
Muhammed Zein Elhudawy pada H.Abdurrahman Syihab
Fakultas Hukum UII Yogyakarta pada Hukum Solat Jenazah yang Mati Bunuh Diri
Wawan Go Success pada Belanja Online Menurut Hukum Islam
syamsir pada Zis Al Washliyah
Bukhari Iskandar pada Peluncuran Website Al Washliyah
Sawiyanto, MA pada Peluncuran Website Al Washliyah
Muhammad Zain Al-Hudawie pada Wasiat Dewan Fatwa Untuk Kader Al Washliyah
Affan Rangkuti pada HM Arsyad Thalib Lubis
Febry Ichwan Butsi pada Peluncuran Website Al Washliyah