spot_img
BerandaKabar WashliyahJurnalis CNN Fareed Zakaria, Modern Tanpa Kebarat-Baratan

Jurnalis CNN Fareed Zakaria, Modern Tanpa Kebarat-Baratan

NUSA DUA – Di era globalisasi ini adalah sebuah fenomena di mana dunia barat menjadi contoh dan seluruh penjuru dunia ‘belajar menjadi barat’. Namun, ada pemunculan rasa percaya diri penduduk asli dengan budaya nonbarat .

Kekuatan ini harus diperkuat dan dihargai karena pada tahapan berikutnya ada kemunculan sejarah budaya tradisi lokal yang besar. Bukan mempertahankan aspek masa lalu, tetapi bersandingan dengan masa depan.

Demikian pokok pikiran yang disampaikan jurnalis CNN Fareed Zakaria, yang menjadi salah satu pembicara utama pada ajang Forum Budaya Dunia atau World Culture Forum, yang berlangsung 24-27 November 2013 di Bali.

Fareed mengatakan, jika ingin mencari etika kerja dan atribut penting untuk ekonomi keduanya ada dalam budaya. Namun, kata dia, yang sulit adalah membuat satu hubungan jelas antara satu budaya tertentu dengan kinerja ekonomi yang stabil. “Ketika anda berkata ke diri anda apakah budaya mendorong pertumbuhan ekonomi maka jawabannya lebih rumit dari itu,” kata Editor Majalah Time ini.

Fareed dinominasikan sebanyak lima kali meraih penghargaan dari National Magazine dan beberapa kali dinominasikan mendapatkan penghargaan Emmy. Dia juga sering menjadi komentator dan penulis berbagai isu mengenai hubungan internasional, perdagangan, dan pengembangan budaya.

Fareed mengemukakan, transformasi yang dilakukan pemerintah Cina pada tahun 1979 banyak mempengaruhi kebijakan di bidang ekonomi dan politik pada saat itu. Hal itu dilakukan tanpa mengubah budaya Cina yang berumur ribuan tahun.  “Dan itu yang ternyata menghasilkan kemajuan ekonomi Cina sampai sekarang,” katanya.

Sejumlah faktor dalam budaya bisa memperkuat dan memajukan pembangunan. Menurut Fareed hal penting adalah cinta dan penghargaan terhadap ilmu pengetahuan dan pendidikan. Cina dan India memiliki komitmen dan penghargaan luar biasa terhadap pengetahuan. “Di Cina, Bill Gates dianggap seperti penyanyi pop Amerika Britney Sprears,” katanya.

Untuk keluar dari ‘jebakan kelas menengah’, kata Fareed, dibutuhkan upaya mengembangkan ilmu pengetahuan dan selalu belajar dari yang terbaik seperti yang dilakukan oleh Cina. Hal ini merupakan bahan-bahan untuk kontribusi peradaban dunia, sekaligus menjadi pendrong utama kemajuan ekonomi.

“Budaya bukan pendorong dan penghambat utama, tetapi budaya memperkaya pembangunan ekonomi,” kata peraih penghargaan Padma Bhushan dari pemerintah India atas kontribusinya di bidang jurnalisme pada 2010 lalu ini.

Tantangan utama negara berkembang adalah bagaimana menjadi modern tanpa kebarat-baratan.  Ada pencarian menjadi modern tanpa menjadi dunia barat. “Tidak ada yang mau menjadi salinan yang murah dari dunia barat. Pada saat berkembang nanti, bisa dipastikan kita tidak menjadi salinan buruk negara barat,” pungkasnya. (gardo).

About Author

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments

KakekHijrah「✔ ᵛᵉʳᶦᶠᶦᵉᵈ 」 pada Nonton Film Porno Tertolak Sholat dan Do’anya Selama 40 Hari
KakekHijrah「✔ ᵛᵉʳᶦᶠᶦᵉᵈ 」 pada Nonton Film Porno Tertolak Sholat dan Do’anya Selama 40 Hari
KakekHijrah「✔ ᵛᵉʳᶦᶠᶦᵉᵈ 」 pada Nonton Film Porno Tertolak Sholat dan Do’anya Selama 40 Hari
M. Najib Wafirur Rizqi pada Kemenag Terbitkan Al-Quran Braille