spot_img
BerandaKabar WashliyahArung Sejarah Bahari VIII di Kepulauan Babel

Arung Sejarah Bahari VIII di Kepulauan Babel

JAKARTA – Jalesveva Jayamahe! Semboyan yang artinya di lautan kita jaya. Seakan mengingatkan kembali akan kebesaran bangsa ini di zaman Kerajaan Sriwijaya. Selama tujuh abad Sriwijaya menjadi kerajaan bahari terbesar di dunia, yang menjadikan laut sebagai instrumen pemersatu dan kehidupan.

Kegiatan Arung Sejarah Bahari VIII di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mulai 21-25 Oktober 2013 mengajak generasi muda memiliki jiwa dan semangat kebaharian. Tema ekspedisi kelautan ini adalah “Meniti Peradaban Bangka Belitung melalui Timah dan Lada”. Kegiatan diikuti oleh sebanyak 93 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia dan 20 mahasiswa setempat.

Direktur Jenderal Kebudayaan Kemdikbud Kacung Marijan mengatakan, melalui kegiatan ini ingin memberikan pemahaman kepada generasi muda pentingya negara bahari. Negara yang terhubung oleh laut bukan dipisahkan oleh laut. “Konsep dipisahkan oleh laut itu masih berbau kontinental, berbau daratan. Padahal, kalau dihubungkan oleh laut itu menjadi bagian integral dari sebuah bangsa,” katanya di Kemdikbud, Jakarta, Senin (21/10/2013).

Kacung menyampaikan, implikasi dari laut sebagai bagian integral bangsa adalah bagaimana menggunakan laut sebagai instrumen yang pokok dalam kehidupan berbangsa dan bernegara termasuk untuk memajukan diri. Misalnya, kata dia, bagaimana mengelola sumber daya alam laut. “Kesadaran ini perlu ditanamkan kepada adik-adik pelajar. Kesadaran tentang pentingnya bahari dalam berbangsa bernegara termasuk dalam kehidupan ekonomi,” katanya.

Para peserta akan mengunjungi berbagai tempat di antaranya mengunjungi Wisma Menumbing tempat pengasingan Soekarno, Pelabuhan Lama Muntok, perkebunan lada dan museum timah. Mereka juga akan berlayar selama empat jam mengarungi Kepulauan Bangka-Belitung. Selanjutnya, mengunjungi museum dan desa nelayan di Kabupaten Belitung.

Wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terdiri atas dua pulau besar yaitu Pulau Bangka dan Pulau Belitung, serta pulau-pulau kecil. Wilayahnya terbagi menjadi wilayah daratan dan wilayah laut dengan total luas wilayah mencapai 81.725,14 km2. Luas daratan lebih kurang 16.424,14 km2 atau 20,10 persen dari total wilayah. Sementara luas laut kurang lebih 65.301 km2 atau 79,90 persen dari total wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Guru Besar Sejarah Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, Susanto Zuhdi, selaku nara sumber acara, mengatakan, kegiatan ini sebagai forum dialog tentang ke-Indonesiaan dari aspek maritim. Bagaimana membangun bangsa melalui potensi laut seperti ikan, terumbu karang, dan wisata. “Kekuatan kita nanti di wisata bahari. Jadi ini sumber daya yang tidak pernah habis. Kalau tambang batu bara habis,” katanya.

Susanto mengatakan, mahasiswa diajak berpikir tentang bangsanya. Mereka, kata dia, dihadapkan pada potensi di satu pihak, tetapi juga kendala di pihak lain. “Setelah kembali dari acara ini mereka menularkan kepada mahasiswa lainnya dan menjadikan ini proyek penelitian mereka atau jadi bahan skripsi dengan berbagai aspeknya seperti sejarahnya dan sosiologi masyarakatnya,” katanya. (gardo)

About Author

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments

KakekHijrah「✔ ᵛᵉʳᶦᶠᶦᵉᵈ 」 pada Nonton Film Porno Tertolak Sholat dan Do’anya Selama 40 Hari
KakekHijrah「✔ ᵛᵉʳᶦᶠᶦᵉᵈ 」 pada Nonton Film Porno Tertolak Sholat dan Do’anya Selama 40 Hari
KakekHijrah「✔ ᵛᵉʳᶦᶠᶦᵉᵈ 」 pada Nonton Film Porno Tertolak Sholat dan Do’anya Selama 40 Hari
M. Najib Wafirur Rizqi pada Kemenag Terbitkan Al-Quran Braille