BerandaKabar Washliyah Refly Harun: Konvensi Demokrat untuk Tahan Tekanan Internal PD

Refly Harun: Konvensi Demokrat untuk Tahan Tekanan Internal PD

JAKARTA – Pakar hukum tata negara Refly Harun menilai jika pelaksaaan konvensi Capres Partai Demokrat (PD) diduga hanya untuk menahan tekanan dari internal Demokrat, jika Capres dari internal PD sendiri tertinggal jauh dengan peserta konvensi dari luar PD. Apalagi kalau sampai capres internal PD sendiri dalam banyak survei elektabilitasnya tak pernah naik. Kecuali kalau dalam konvensi itu nilainya tipis, maka PD bisa memaksakan Capresnya dari internal PD sendiri.

“Masalahnya akan menjadi paradoks, kalau pemenang konvensi belum tentu dinominasikan menjadi capres Demokrat. Juga apa maknanya konvensi kalau Demokrat belum tentu lolos parliamentary threshold (PT) dan Presidensial Threshold (PT)?” tanya Refly Harun di Gedung DPD/MPR RI Jakarta, Rabu (28/8/2013).

Menurut Refly, itu dilema bagi Demokrat, yang juga tak mungkin akan menghapuskan PT presiden, karena konvensi akan kehilangan makna. Oleh sebab itu dia mengusulkan sebaiknya PT presiden itu dihapus. “Persoalannya judicial review itu ditolak Mahkamah Konstitusi (MK). Sehingga selama menggunakan konstitusi PT presiden itu harus diikuti,” katanya.

Untuk Pilpres 2014 mendatang menurut Refly, dengan PT presiden dan PT DPR RI, maka capres yang akan muncul maksimal ada 4 pasangan. Golkar sudah jelas dengan Aburizal Bakrie (ARB), PDIP tergantung Megawati, Demokrat tunggu konvensi, dan keempat sebagai alternatif gabungan parpol dengan mencapreskan Jokowi atau Prabowo. “Jadi, rakyat sebenarnya menunggu kejutan-kejutan capres alternatif dari konvensi Demokrat. Tapi, kalau yang muncul kemudian orang-orang itu saja, maka tak ada capres yang menjadi kejutan,” pungkasnya. (am/gardo)

About Author

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments

KakekHijrah「✔ ᵛᵉʳᶦᶠᶦᵉᵈ 」 pada Nonton Film Porno Tertolak Sholat dan Do’anya Selama 40 Hari
KakekHijrah「✔ ᵛᵉʳᶦᶠᶦᵉᵈ 」 pada Nonton Film Porno Tertolak Sholat dan Do’anya Selama 40 Hari
KakekHijrah「✔ ᵛᵉʳᶦᶠᶦᵉᵈ 」 pada Nonton Film Porno Tertolak Sholat dan Do’anya Selama 40 Hari
M. Najib Wafirur Rizqi pada Kemenag Terbitkan Al-Quran Braille
aelfizon pada Ulama Dalam Al Qur`an
Hastuti Hasan pada H.Abdurrahman Syihab
Distara Akmel Syihab pada Tipe – Tipe Pemimpin
aelfizon pada Ulama Dalam Al Qur`an
Munthe pada H.Abdurrahman Syihab
Muhammad Khairil pada Basirus Syawal
Laskar Hijau Aceh pada Panitia Rilis Logo Muktamar IPA
Ramadhanz Ardhieyansyah pada MD Al Washliyah Kayumanis Mewisuda 41 Siswa
Ramadhanz Ardhieyansyah pada MD Al Washliyah Kayumanis Mewisuda 41 Siswa
Moeh Rozali pada Keutamaan Bulan Rajab
Iwang Demi'cinta-kita pada Hukum Solat Jenazah yang Mati Bunuh Diri
karsidi_diningrat@yahoo.co.id pada Mendirikan Da`i Centre Al Washliyah
karsidi_diningrat@yahoo.co.id pada PETAKA SYI’AH DI INDONESIA
karsidi_diningrat@yahoo.co.id pada Warga Al Washliyah Harus Berpendidikan Sarjana
Sahridan Tobing pada HM Arsyad Thalib Lubis
Muhammed Zein Elhudawy pada PETAKA SYI’AH DI INDONESIA
Muhammed Zein Elhudawy pada H.Abdurrahman Syihab
Fakultas Hukum UII Yogyakarta pada Hukum Solat Jenazah yang Mati Bunuh Diri
Wawan Go Success pada Belanja Online Menurut Hukum Islam
syamsir pada Zis Al Washliyah
Bukhari Iskandar pada Peluncuran Website Al Washliyah
Sawiyanto, MA pada Peluncuran Website Al Washliyah
Muhammad Zain Al-Hudawie pada Wasiat Dewan Fatwa Untuk Kader Al Washliyah
Affan Rangkuti pada HM Arsyad Thalib Lubis
Febry Ichwan Butsi pada Peluncuran Website Al Washliyah