BerandaKabar WashliyahEfek Jera, Harus Tambah Hukuman Napi oleh Pengadilan

Efek Jera, Harus Tambah Hukuman Napi oleh Pengadilan

JAKARTA – Wakil Ketua MPR RI Ahmad Farhan Hamid berharap hukuman bagi narapidan (Napi) tetap harus memenuhi keadilan masyarakat dengan memberi efek jera bagi koruptor, teroris, narkoba, dan pelaku kejahatan yang lainnya. Hanya saja, efek jera itu tak harus menutup remisi melalui PP No.99/2013 yang diterbitkan oleh Kemenkum dan HAM, melainkan tambahan hukum yang diputuskan oleh pengadilan.

“Efek jera bagi Napi itu untuk memenuhi rasa keadilan masyarakat. Itu penting. Tapi, bukan dengan menutup remisi bagi koruptor, teroris, narkoba, dan tindak kejahatan yang lain, melainkan dengan menambah tambahan hukuman yang langsung diputus oleh pengadilan,” tandas Ahmad farhan Hamid dalam diskusi pembiaran negara di Tanjung Gusta Medan, bersama Irman Putrasidin, dan anggota Komisi III DPR RI Dedi Ishak di Gedung MPR RI Jakarta, Senin (22/7/2013).

Apalagi lanjut Farhan, sekarang ini banyak hakim yang memberi putusan tak sesuai dengan rasa keadilan masyarakat. Sehingga harus ada hukuman efek jera sesuai dengan aturan perundang-undangan dan tak bertentangan dengan konstitusi.

Namun demikian kata Farhan, pihaknya berharap ke depan Kemenkum dan HAM mampu mewujudkan Lapas sesuai standar minimum, di mana semua kebutuhan sehari-hari bisa tepenuhi. Seperti air, makan, listrik, tempat tidur dan sebagaimana kebutuhan pokok manusia. “Juga tak boleh ada diskriminasi antara Napi satu dengan yang lain. Selain sebagai lembaga pendidikan Napi,” tambahnya.

Selain itu menurut Farhan, pemerintah perlu memperhatikan pemberian remunerasi bagi petugas Lapas yang berprestasi, karena menjaga Lapas itu sangat berat. “Berat karena berhadapan dengan srigala di mana orang yang pintar menipu dan jahat menjadi satu dalam Lapas. Jadi, harus mengevaluasi seluruh aspek, bukan saja PP 99/2013,” ujarnya. (am/gardo)

About Author

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments

KakekHijrah「✔ ᵛᵉʳᶦᶠᶦᵉᵈ 」 pada Nonton Film Porno Tertolak Sholat dan Do’anya Selama 40 Hari
KakekHijrah「✔ ᵛᵉʳᶦᶠᶦᵉᵈ 」 pada Nonton Film Porno Tertolak Sholat dan Do’anya Selama 40 Hari
KakekHijrah「✔ ᵛᵉʳᶦᶠᶦᵉᵈ 」 pada Nonton Film Porno Tertolak Sholat dan Do’anya Selama 40 Hari
M. Najib Wafirur Rizqi pada Kemenag Terbitkan Al-Quran Braille
aelfizon pada Ulama Dalam Al Qur`an
Hastuti Hasan pada H.Abdurrahman Syihab
Distara Akmel Syihab pada Tipe – Tipe Pemimpin
aelfizon pada Ulama Dalam Al Qur`an
Munthe pada H.Abdurrahman Syihab
Muhammad Khairil pada Basirus Syawal
Laskar Hijau Aceh pada Panitia Rilis Logo Muktamar IPA
Ramadhanz Ardhieyansyah pada MD Al Washliyah Kayumanis Mewisuda 41 Siswa
Ramadhanz Ardhieyansyah pada MD Al Washliyah Kayumanis Mewisuda 41 Siswa
Moeh Rozali pada Keutamaan Bulan Rajab
Iwang Demi'cinta-kita pada Hukum Solat Jenazah yang Mati Bunuh Diri
karsidi_diningrat@yahoo.co.id pada Mendirikan Da`i Centre Al Washliyah
karsidi_diningrat@yahoo.co.id pada PETAKA SYI’AH DI INDONESIA
karsidi_diningrat@yahoo.co.id pada Warga Al Washliyah Harus Berpendidikan Sarjana
Sahridan Tobing pada HM Arsyad Thalib Lubis
Muhammed Zein Elhudawy pada PETAKA SYI’AH DI INDONESIA
Muhammed Zein Elhudawy pada H.Abdurrahman Syihab
Fakultas Hukum UII Yogyakarta pada Hukum Solat Jenazah yang Mati Bunuh Diri
Wawan Go Success pada Belanja Online Menurut Hukum Islam
syamsir pada Zis Al Washliyah
Bukhari Iskandar pada Peluncuran Website Al Washliyah
Sawiyanto, MA pada Peluncuran Website Al Washliyah
Muhammad Zain Al-Hudawie pada Wasiat Dewan Fatwa Untuk Kader Al Washliyah
Affan Rangkuti pada HM Arsyad Thalib Lubis
Febry Ichwan Butsi pada Peluncuran Website Al Washliyah