spot_img
BerandaKabar WashliyahPenetapan angka Presidential Threshold (PT) Masih Alot

Penetapan angka Presidential Threshold (PT) Masih Alot

JAKARTA – Penetapan angka Presidential Threshold (PT) masih menjadi perdebatan alot pembahasan revisi Undang-Undang Pemilihan Presiden No.42 tahun 2008. Fraksi Demokrat sebagai Fraksi terbesar di DPR merasa undang-undang tersebut masih relevan digunakan di pemilihan presiden 2014.

“Kami melihat belum ada urgensinya untuk direvisi,” kata Ketua Fraksi Partai Demokrat, Nurhayati Ali Assegaf, kemarin.

Nurhayati membatah fraksinya hendak menjegal langkah capres dari partai kecil dan menengah. Menurutnya presidential thereshold yang berlaku sekarang sudah diterapkan sejak 2008. Dimana saat itu perolehan suara Demokrat masih berada di angka tujuh persen. Apalagi, imbuh Nurhayati, saat ini elektabilitas partainya sedang merosot sehingga untuk bisa menembus presidential thereshold sama beratnya dengan partai lain. “Tidak benar kami memonopoli capres. Sekarang elektabilitas kami juga sedang turun,” ujarnya.

Nurhayati menilai angka presidential thereshold 20 persen perlu dipertahankan. Menurutnya thereshold yang tinggi bisa menjadi seleksi alamiah terhadap munculnya calon pemimpin bangsa. Semakin sedikit capres yang tampil juga semakin mengefisienkan ongkos demokrasi. “Terlalu banyak capres biaya demokrasinya terlalu tinggi. Pendidikan ke masyarakat juga sulit,” ujarnya.

Fraksi Partai Hanura bersikukuh angka presidential thereshold setara dengan angka parliamentary thereshold (3,5 persen). Hal ini agar setiap partai politik yang lolos ke parlemen bisa mengajukan calon presiden sendiri. “Fraksi Hanura berpandangan setiap parpol yang lolos parlementary thereshold dapat mengajukan capres,” kata Ketua Fraksi Hanura, Syarifudin Sudding.

Sudding mengatakan semakin banyak capres semakin baik bagi demokrasi. Pasalnya masyarakat memiliki beragam pilihan untuk menentukan calon pemimpinnya. Jumlah capres yang sedikit akan membuat masyarakat tidak bisa memiliki alternatif pilihan. “Semakin banyak pilihan akan lebih baik bagi masyarakat menilai dan memilih pemimpin bangsa yang betul kredibel dan barhati nurani untuk membawa perubahan bangsa ke arah yang lebih baik,” ujarnya. (gardo)

About Author

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments

KakekHijrah「✔ ᵛᵉʳᶦᶠᶦᵉᵈ 」 pada Nonton Film Porno Tertolak Sholat dan Do’anya Selama 40 Hari
KakekHijrah「✔ ᵛᵉʳᶦᶠᶦᵉᵈ 」 pada Nonton Film Porno Tertolak Sholat dan Do’anya Selama 40 Hari
KakekHijrah「✔ ᵛᵉʳᶦᶠᶦᵉᵈ 」 pada Nonton Film Porno Tertolak Sholat dan Do’anya Selama 40 Hari
M. Najib Wafirur Rizqi pada Kemenag Terbitkan Al-Quran Braille