spot_img
BerandaMajelisHUT Jakarta, Makam Tokoh Betawi Terlupakan

HUT Jakarta, Makam Tokoh Betawi Terlupakan

JAKARTA – Perjuangan serta kegigihan tokoh-tokoh Betawi dalam memperjuangkan kemajuan kota Jakarta terkesan seperti dilupakan. Hal ini bisa dilihat dari sepinya kunjungan ziarah ke makam pahlawan nasional asal Betawi maupun tokoh Betawi lainnya jelang peringatan HUT ke-486 Kota Jakarta. Padahal, semasa hidupnya, para tokoh Betawi itu telah mengorbankan baik jiwa maupun materi demi kesejahteraan warga dan kemajuan Kota Jakarta yang bisa dirasakan saat ini.

Pantauan beritajakarta.com, setidaknya terdapat tiga makam tokoh Betawi yang terdapat di Taman Pemakaman Umum (TPU) Karet Bivak, Tanahabang, Jakarta Pusat. Ketiganya yakni, pahlawan nasional yang dikenal berasal dari Betawi, MH Thamrin, Ismail Marzuki, serta seniman besar Indonesia asal Betawi, Benyamin Sueb. Ironisnya, jelang peringatan HUT Jakarta, makam ketiganya justru tidak banyak didatangi peziarah.

Yusuf,58, penjaga makam MH Thamrin menuturkan, makam tokoh Betawi yang dianugerahi pahlawan nasional itu masih kerap didatangi peziarah. Hanya saja, kata Yusuf, orang-orang yang datang, tidak secara khusus berziarah ke makam MH Thamrin. “Kalau pihak keluarga, yang datang ada saja baik itu dari Bandung atau daerah lainnya. Tapi kalau masyarakat umum, biasanya mereka datang setelah ziarah ke makam keluarganya yang kebetulan berada di TPU Karet Bivak,” ujar Yusuf kepada beritajakarta.com.

Dikatakan Yusuf, kalaupun ada masyarakat umum yang datang khusus untuk berziarah di makam MH Thamrin yang lahir pada tanggal 16 Februari 1894 dan wafat 11 Januari 1941 itu, kebanyakan dari mereka merupakan warga Betawi yang sudah sangat mengenal kiprah almarhum. “Kalau yang datang untuk berziarah langsung ke makam itu adalah orang-orang (Betawi) dulu. Seperti dari Kwitang, Kebonsirih, Manggabesar, Rawabelong, Tanahabang dan lain-lain, walaupun orang-orang itu sekarang sudah jarang di Jakarta. Tapi jelang HUT Jakarta, peziarah yang datang ke makam MH Thamrin tidak banyak,” katanya.

Hal senada dikatakan Dewi,48, penjaga makam tokoh Betawi dan pahlawan nasional Ismail Marzuki. Menurutnya, Ismail Marzuki yang tidak mempunyai anak kandung semasa hidupnya dan hanya mempunyai anak angkat itu jarang didatangi oleh penziarah. “Kalau makam Ismail Marzuki jarang banget didatangi peziarah, paling-paling hanya orang yang kebetulan saja. Yang paling ramai dan bikin saya kaget kemarin waktu Pak Jokowi datang dan berziarah,” ucapnya.

Seharusnya, kata Dewi, masyarakat, khususnya warga Jakarta bisa lebih menghargai jasa-jasa yang telah ditorehkan para pahlawan nasional asal Betawi maupun tokoh asal Betawi dengan cara berziarah. “Sudah dekat ulang tahun Jakarta misalnya, yang sekadar datang dan berdoa lima menit saja di makamnya. Selama ini jarang sekali yang melakukan itu. Apalagi anak-anak muda,” sesalnya.

Pun demikian dengan seniman legendaris asal Betawi, Benyamin Sueb yang dikenal lewat lagu-lagu, film dan karya yang digelutinya. Makam seniman besar itu hanya ramai didatangi oleh peziarah pada waktu tertentu seperti menjelang puasa dan lebaran saja. “Sepi kalau hari biasa. Sama saja seperti jelang ulang tahun Jakarta, yang ziarah ke sini nggak ramai. Yang ramai waktu sudah dekat bulan puasa dan lebaran,” tandas Agus Mulya, penjaga makam Benyamin Sueb. (beritajakarta/esbeem)

About Author

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments

KakekHijrah「✔ ᵛᵉʳᶦᶠᶦᵉᵈ 」 pada Nonton Film Porno Tertolak Sholat dan Do’anya Selama 40 Hari
KakekHijrah「✔ ᵛᵉʳᶦᶠᶦᵉᵈ 」 pada Nonton Film Porno Tertolak Sholat dan Do’anya Selama 40 Hari
KakekHijrah「✔ ᵛᵉʳᶦᶠᶦᵉᵈ 」 pada Nonton Film Porno Tertolak Sholat dan Do’anya Selama 40 Hari
M. Najib Wafirur Rizqi pada Kemenag Terbitkan Al-Quran Braille