spot_img
BerandaKabar WashliyahAnjungan Sumut TMII, Gelar Work Shop Tari Serampang 12

Anjungan Sumut TMII, Gelar Work Shop Tari Serampang 12

JAKARTA  –  Tari Serampang 12 yang mengalami kejayaannya di era Presiden Ir. Soekarno kini mulai terpinggirkan akibat derasnya arus globalisasi. Akibatnya, Tari Serampang karya Sauti ini mulai ditinggalkan para generasi muda. Padahal tahun 50-an dan 60-an tari Melayu Deli ini sudah diakui di tingkat nasional maupun mancanegara.

Melestarikan Tari Serampang 12, Ajungan Sumatera Utara Taman Mini Indonesia Indah (TMII) akan menggelar Work Shop Tari karya Sayut. “Kita terpanggil untuk melestarikan Tari Serampang 12 lewat Work Shop. Bagimana pun Tari karya Sauti ini tidak saja aset budaya Melayu Deli Serdang saja, tapi juga sudah menjadi aset nasional yang harus dilestarikan,” papar Kepala Anjungan Sumut TMII, Tatan Daniel, Sabtu (22/6/2013).

Work Shop Tari Serampang XII dengan narasumber Mayang Murni (Penari Serampang XII di era tahun 60-an), Sumarjo HP (Jakarta) dan Retno (Medan) dengan tema “Keanekaragaman Kembang Tari Serampang XII”. Para peserta terdiri dari penari, Sanggar Se-Jabodetabek, IKJ, UNJ, pelajar dan guru-guru Tari. Peserta work shop akan mencapai lebih dari 150 orang.

“Dengan adanya work shop ini, diharapkan ke depannya Tari Serampang XII akan kian berkembang dan kembali dikenal para muda-mudi,” papar Tatan.

Digelarnya work shop tari Serampang 12 adalah mencari pedoman tentang teknik tari Serampang 12 bagi praktisi seni di Jakarta. “Tari Serampang 12 mempunyai banyak ragam. Dinamika teknik tari Serampang 12 semakin mempertegas perlu pedoman Tari Serampang 12,” kata praktisi tari asal Medan, Retno dalam pemaparan diskusi di Anjungan Sumut, TMII, Sabtu (22/6/2013).

Retno juga kecewa, banyak penari Serapang 12 yang tidak kenal Sauti. “Padahal banyak orang mengenal tari Serampang 12, namun tidak mengenal pencipta tarinya. Di banyak sanggar tari, tari karya Sauti ebih diutamakan bagimana mendapatkan secara cepat, tapi tidak diimbangi dengan bagimana menarikannya secara tepat,” katanya.

Untuk diketahui, tari Serampang 12 merupakan kesenian tari tradisional yang berasal dari Melayu. Waktu itu berkembang di bawah Kesultanan Serdang. Tarian Serampang Dua Belas diciptakan oleh Sauti pada tahun 1940-an dan digubah ulang oleh penciptanya antara tahun 1950-1960. Sebelum bernama Serampang Duabelas, tarian ini bernama Tari Pulau Sari. Mengapa Tari Pulau Sari diganti dengan nama tari Serampang Dua belas.

Nama Pulau Sari kurang tepat karena tarian ini bertempo cepat (quick step). Menurut Tengku Mira Sinar, nama tarian yang diawali kata “pulau” biasanya bertempo rumba, seperti Tari Pulau Kampai dan Tari Pulau Putri. Sedangkan Tari Serampang Duabelas memiliki gerakan bertempo cepat seperti Tari Serampang Laut. Berdasarkan hal tersebut, Tari Pulau Sari lebih tepat disebut Tari Serampang Duabelas. Nama duabelas sendiri berarti tarian dengan gerakan tercepat di antara lagu yang bernama serampang.

Penamaan Tari Serampang Dua belas merujuk pada ragam gerak tarinya yang berjumlah 12, yaitu: pertemuan pertama, cinta meresap, memendam cinta, menggila mabuk kepayang, isyarat tanda cinta, balasan isyarat, menduga, masih belum percaya, jawaban, pinang-meminang, mengantar pengantin, dan pertemuan kasih. Penjelasan tentang ragam gerak Tari Serampang Duabelas akan dibahas kemudian. (gardo)

About Author

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments

KakekHijrah「✔ ᵛᵉʳᶦᶠᶦᵉᵈ 」 pada Nonton Film Porno Tertolak Sholat dan Do’anya Selama 40 Hari
KakekHijrah「✔ ᵛᵉʳᶦᶠᶦᵉᵈ 」 pada Nonton Film Porno Tertolak Sholat dan Do’anya Selama 40 Hari
KakekHijrah「✔ ᵛᵉʳᶦᶠᶦᵉᵈ 」 pada Nonton Film Porno Tertolak Sholat dan Do’anya Selama 40 Hari
M. Najib Wafirur Rizqi pada Kemenag Terbitkan Al-Quran Braille