BerandaKabar WashliyahAnis Matta Diperiksa KPK Terkait Surat Tanah Ahmad Fathanah

Anis Matta Diperiksa KPK Terkait Surat Tanah Ahmad Fathanah

JAKARTA – Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Anis Matta mengatakan kalau dirinya dicecar tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait surat sebidang tanah yang berada ditangan Ahmad Fathanah, tersangka dalam kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dan kasus dugaan suap pengurusan kuota impor daging sapi di Kementerian Pertanian (Kementan).
“Jadi pemeriksaan sedang berlangsung Alhamdulillah, saya ditanya tentang beberapa hal yang pertama mengenai sertifikat tanah itu,” kata Anis seusai menjalani pemeriksaan selama tujuh jam di gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Senin (13/5/2013).

Anis mengatakan, bahwa dirinya sudah menjelaskan secara detail mengenai kepemilikan sebidang tanah yang terletak di Jatiwaringin, Pondok Gede, Bekasi.

“Saya sudah jelaskan, sertifikat ini adalah tanah saya yang sudah saya laporkan ke LHKPN (laporan harta kekayaan penyelnggara negara) dan juga kepada KPK,” ujarnya.

Anis mengurai, sertifikat sebidang tanah tersebut diserahkan kepada adiknya Saldy Matta untuk dibuat cluster.

“Tapi ada keluarga Fathanah yang ingin membeli tanah itu. Mereka menawar tapi tidak terjadi transaksi dengan keluarga Fathanah,” paparnya.

Untuk diketahui, KPK dalam kasus dugaan korupsi pengurusan kuota impor daging sapi di Kementerian Pertanian, lembaga pimpinan Abraham Samad itu melakukan operasi tangkap tangan di hotel Le Meridein terhadap Ahmad Fathanah dan seorang mahasiswi Maharani Suciono. Setelah itu, KPK kembali melanjutkan penangkapan terhadap dua orang Direktur PT Indoguna Utama Juard Effendi dan Arya Abdi Effendi. Tak lama berselang, KPK langsung melakukan penangkapan lagi terhadap mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq dikantor DPP PKS. Mereka ditangkap, setelah melakukan suap Rp 1 miliar. (th/gardo)

About Author

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments

KakekHijrah「✔ ᵛᵉʳᶦᶠᶦᵉᵈ 」 pada Nonton Film Porno Tertolak Sholat dan Do’anya Selama 40 Hari
KakekHijrah「✔ ᵛᵉʳᶦᶠᶦᵉᵈ 」 pada Nonton Film Porno Tertolak Sholat dan Do’anya Selama 40 Hari
KakekHijrah「✔ ᵛᵉʳᶦᶠᶦᵉᵈ 」 pada Nonton Film Porno Tertolak Sholat dan Do’anya Selama 40 Hari
M. Najib Wafirur Rizqi pada Kemenag Terbitkan Al-Quran Braille
aelfizon pada Ulama Dalam Al Qur`an
Hastuti Hasan pada H.Abdurrahman Syihab
Distara Akmel Syihab pada Tipe – Tipe Pemimpin
aelfizon pada Ulama Dalam Al Qur`an
Munthe pada H.Abdurrahman Syihab
Muhammad Khairil pada Basirus Syawal
Laskar Hijau Aceh pada Panitia Rilis Logo Muktamar IPA
Ramadhanz Ardhieyansyah pada MD Al Washliyah Kayumanis Mewisuda 41 Siswa
Ramadhanz Ardhieyansyah pada MD Al Washliyah Kayumanis Mewisuda 41 Siswa
Moeh Rozali pada Keutamaan Bulan Rajab
Iwang Demi'cinta-kita pada Hukum Solat Jenazah yang Mati Bunuh Diri
karsidi_diningrat@yahoo.co.id pada Mendirikan Da`i Centre Al Washliyah
karsidi_diningrat@yahoo.co.id pada PETAKA SYI’AH DI INDONESIA
karsidi_diningrat@yahoo.co.id pada Warga Al Washliyah Harus Berpendidikan Sarjana
Sahridan Tobing pada HM Arsyad Thalib Lubis
Muhammed Zein Elhudawy pada PETAKA SYI’AH DI INDONESIA
Muhammed Zein Elhudawy pada H.Abdurrahman Syihab
Fakultas Hukum UII Yogyakarta pada Hukum Solat Jenazah yang Mati Bunuh Diri
Wawan Go Success pada Belanja Online Menurut Hukum Islam
syamsir pada Zis Al Washliyah
Bukhari Iskandar pada Peluncuran Website Al Washliyah
Sawiyanto, MA pada Peluncuran Website Al Washliyah
Muhammad Zain Al-Hudawie pada Wasiat Dewan Fatwa Untuk Kader Al Washliyah
Affan Rangkuti pada HM Arsyad Thalib Lubis
Febry Ichwan Butsi pada Peluncuran Website Al Washliyah