spot_img
BerandaKabar Washliyah Parpol Masih Bermimpi Caleg Artis Bisa Mendulang Suara

Parpol Masih Bermimpi Caleg Artis Bisa Mendulang Suara

JAKARTA – Banyak  partai politik (parpol) bermimpi kalau calon legislatif (Caleg) dari artis bisa mendulang suara dalam Pemilu 2014 mendatang.  Padahal, popularitas artis  tak menjamin meningkatnya perolehan suara, atau tak menjamin menjadi vote getter, meski sudah pupuler.

Demikian dikatakan Direktur Eksekutif Indobarometer M. Qodari dalam dialog ‘Menakar kompetensi caleg artis’ bersama Wakil Ketua MPR RI Melani Leimina Suharli, dan anggota FPG DPR RI Tetty Kadi Bawono di Gedung MPR/DPR RI Jakarta, Senin (6/5/2013).

“Berdasarkan pengalaman pemilu sebelumnya, tak ada jaminan artis menjadi pendulang suara. Bahkan artis sendiri tak ada jaminan terpilih menjadi anggota DPR RI. Jadi, asumsi parpol bahwa artis akan mendongkrak suara itu hanya halusinasi,” katanya.

Qodari mengambil contoh pada pemilu 2009 PAN adalah paling banyak menyalegkan artis, tapi suaranya malah makin turun. Demikian pula di pemilu 2014, PAN masih tertinggi dalam pencalonan artisnya, sekitar 32 artis, disusul Gerindra, PKB, Hanura, PPP, PDIP, Demokrat, Golkar, Nasdem dan lainnya. “Bahwa artis itu tak identik dengan elektabilitas,” tutur Qodari.

Semua orang berhak menjadi caleg. Bukan saja artis, tapi juga wartawan, akademisi, pengusaha, dan sebagainya. Yang terpenting itu bagaimana mekanisme yang terjadi di partai. Kalau misalnya artis, maka seharusnya dua tahun sebelumnya kalau benar-benar mau nyaleg sudah menjadi kader atau bergabung dengan salah satu partai. “Bukan tiba-tiba, nyelonong menjadi caleg. Kalau begitu dipertanyakan kaderisasi di partai itu ada atau memang partai abal-abal?” katanya mempertanyakan.

Dia berharap dengan latarbelakang apa pun DPR RI mendatang harus lebih baik dari 2009. “Jangan sampai kita under estimate atau menyepelekan artis dan siapapun yang menjadi caleg. Problemnya artis memang spesies unik, sehingga datang dan perginya selalu menjadi berita. Problem lainnya artis dianggap hanya mampu di bidang seni, bukan tata kelola negara. Ditambah lagi tak berkompeten, maka parpol pragmatis itu makin kuat,” tegas Qodari.

Mestinya kata Qodari menyarankan, semua caleg khususnya artis menjadi caleg diatur dalam UU Parapol atau UU Pemilu, agar yang menjadi caleg itu syaratnya menjadi anggota atau kader, minimal dua tahun atau lebih. “Juga diatur jangan sampai terjadi politisi kutu loncat. Karena tak ada aturan, maka banyak politisi pindah partai, nyaleg, dan sebagainya,” katanya.  (gardo)

About Author

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments

KakekHijrah「✔ ᵛᵉʳᶦᶠᶦᵉᵈ 」 pada Nonton Film Porno Tertolak Sholat dan Do’anya Selama 40 Hari
KakekHijrah「✔ ᵛᵉʳᶦᶠᶦᵉᵈ 」 pada Nonton Film Porno Tertolak Sholat dan Do’anya Selama 40 Hari
KakekHijrah「✔ ᵛᵉʳᶦᶠᶦᵉᵈ 」 pada Nonton Film Porno Tertolak Sholat dan Do’anya Selama 40 Hari
M. Najib Wafirur Rizqi pada Kemenag Terbitkan Al-Quran Braille