BerandaOpiniTujuh Kunci Sukses dan Kegagalan

Tujuh Kunci Sukses dan Kegagalan

BANYAK orang mengukur tingkat kesuksesan seseorang hanya dilihat dari tingkat materi yang dimiliki atau jabatan puncak yang diraih dalam karirnya. Menurut saya, kesuksesan itu tidak hanya diukur dari dua hal tersebut tetapi termasuk juga berbagai aspek utama lainnya yang terkait erat dengan kehidupan seseorang. Semakin banyak aspek utama lainnya dicapai seseorang dengan sukses maka semakin tinggi pula tingkat kesuksesan yang dicapainya .
Ada tujuh kunci sukses dan tujuh tujuh penyebab kegagalan seseorang yaitu:
1. Bekerja
Seorang dapat dikatakan sukses apabila ia memiliki pekerjaan untuk penghidupannya. Ia mampu mengerjakan dan menyelesaikan pekerjaannya dengan baik dan sungguh-sungguh sampai mencapai tujuannya tanpa cacat dan cela. Ia bekerja atas dorongan moral dengan kemauannya sendiri yang didasari oleh rasa tanggungjawab dan semangat yang tinggi dalam pencapaian hasil pekerjaannya, bukan karena orang lain.
Seseorang dapat dikatakan gagal dalam bekerja apabila ia tidak mampu mengerjakan dan menyelesaikan pekerjaannya dengan baik, kurang bertanggungjawab, bekerja karena orang atau atasan, bukan atas dorongan kemauan dirinya sendiri tetapi digerakkan orang lain, tidak ada inisiatif untuk melakukan pekerjaan sendiri dan ia cenderung menghindar dari pekerjaan dengan cara mengakal-akalinya.

2. Beragama
Seorang dapat dikatakan sukses apabila ia memiliki pendirian yang teguh terhadap ajaran agama yang diyakininya. Meskipun ia bergaul dengan orang lain yang memiliki agama dan ideologi yang berbeda-berbeda, namun ia tetap meyakini agama yang ia anut sebagai agama yang benar, tidak goyah dan tidak berobah bercampur dengan faham agama maupun ideologi lain yang baru dikenalnya, namun ia tetap menghargai dan bertoleransi terhadap agama maupun faham lain yang berbeda dengannya.
Seorang dapat dikatakan gagal apabil ia memiliki keyakinan yang goyah, tidak Istiqomah (tetap pendirian). Ia berobah dari faham asli agamanya setelah ia bergaul dengan orang lain yang meyakini berbagai agama maupun ideologi lainnya. Ia terbawa-bawa dengan agama maupun ideologi lain dilingkungannya bahkan kadang cenderung ikut-ikutan menyalahkan dan mencela faham agama yang ia anut dan ia yakini selama ini.

3. Jati diri
Seorang dapat dikatakan sukses apabila ia memiliki jati diri yang kokoh dan kuat terhadap nilai-nilai yang terpancar dari dalam dirinya, suku dan bangsanya sepanjang nilai itu diakui kewajarannya secara universal dalam masyarakat beradab. Ia tetap bangga sebagai anak bangsa dari suatu negara dengan segala watak dan kepribadiannya dan kebudayaan yang ada didalamnya meskipun ia bertemu dengan berbagai suku bangsa lain yang beragam watak, kepribadian dan kebudayannya dalam pergaulannya sehari-hari.

Seorang dapat dikatakan gagal apabila ia tidak memiliki jati diri yang kuat. Ia malu menunjukkan dirinya sebagai suatu anak bangsa dari suatu negara bahkan ia ikut merendahkan dan meremehkannya. Karena ia bergaul dengan berbagai bangsa ia justru ikut membanggakan bangsa lain dengan merendahkan bangsanya sendiri.

4. Pangkat dan Jabatan
Seorang dapat dikatakan sukses apabila dalam perjalanan karirnya ia dapat mencapai karir puncak kalau di Deplu sebagai Duta Besar kalau diperusahaan sebagai Chief Executive Officer (CEO) atau Genderal Menejer (GM), sekurang-kurangnya pernah menjabat Kepala bidang tertentu atau sebagai Kasubdit atau Kabag tanpa cacat dan cela. Efektif/bermanfaat bagi orang banyak.
Seorang dapat dikatakan gagal apabila ia tidak mencapai karirnya yang baik, pangkatnya tidak naik-naik disebabkan karena kesalahan dan kecerobohannya serta sebab lain yang dapat menghambat perjalanan karirnya. kalaupun ia mndaprkan jabatan yang tinggi tapi tidak

5. Materi/Keuangan
Seorang dapat dikatakan sukses apabila ia mendapatkan penghasilan yang cukup untuk dipakai bagi kebutuhan primer dan sekunder bagi dirinya dan keluarganya karena ia pandai mengatur pemasukan dan pengeluaran keuangannya dengan baik sesuai kemampuannya. Selain dapat memenuhi kebutuhan sehgari-hari dan untuk keluarga, minimal ia punya rumah tempat tinggal sendiri yang sudah tidak mengontrak lagi dan tidak dililit hutang serta memiliki cadangan dana tabungan.

Seorang dapat dikatakan gagal apabila ia tidak memiliki kemampuan untuk memanfaatkan uang yang diperolehnya untuk memenuhi kebutuhan primer dan sekundernya, selalu dalam keadaan kurang. Ia suka meminta-minta kepada temannya atau saudaranya karena kekurangan uang untuk memenuhi kebutuhannya dan selalu meninggalkan hutang dilingkungan tempat kerja maupun tempat tinggalnya .

6. Keluarga
Seorang dapat dikatakan sukses apabila ia memiliki keluarga yang harmonis, isteri/suami merasa bahagia dan berwibawa sebagai pendampingnya, tidak pernah kedengaran terjadi pertengkaran besar antar suami isteri. Anak-anak terjaga kesehatan fisik, mental dan moralnya serta berprestasi dalam pendidikan. Dapat diantar dengan baik sampai ke jenjang pintu rumah tangganya. Isteri/suami dapat tampil anggun/necis berwibawa dilingkungan pergaulannya dan anak-anak dapat berpartisipasi ikut ditampilkan dalam pentas dilingkungan masyarakat. Hubungannya dengan orang tua, mertua, saudara-saudara dan famili tetap terjaga dengan baik, demikian juga hubungan dengan tetangga tetap terpelihara meskipun ia selalu didibukkan dengan pekerjaan maupun letak tempat tinggalnya yang berjauhan ketika berada di luar daerah maupun luar negeri. Kehormatan keluarga merupakan kehormatan bagi diri seseorang juga.

Seorang dapat dikatakan gagal apabila ia memiliki keluarga yang tidak harmonis, selalu terjadi pertengkaran dengan isteri/suami. Mereka menyesali karena pasangannya tak sesuai dan serasi dengan apa yang menjadi harapannya semula. Anak-anak tidak terjaga moralnya ikut pergaulan bebas atau penyalahgunaan obat terlarang dan kurang sukses dalam pendidikannya karena kurang mendapatkan perhatian dan bimbingan serta kasih sayang yang cukup dari orang tuanya. Orang tua selalu beralasan sibuk dengan urusan ditempat kerjanya padahal sebagian digunakan untuk bersenang-senang dengan orang lain dui luar keluarganya. Anak-anak tidak dapat tampil dalam pentas ditengah-tengah masyarakat karena kurang percaya diri padahal orang tuanya termasuk orang terpandang. Kegagalan keluarga juga bagian dari kegagalan seseorang.

7. Pergaulan
Seorang dapat dikatakan sukses apabila ia memiliki pergaulan yang luas dengan berbagai suku dan bangsa di mana saja ia berada. Selalu tampil ceria, kehadirannya selalu memberi kesejukan bagi teman-temannya, tak terdengar hasrat ingin berkelahi dan menjatuhkan orang lain atau ada rasa iri dan dengki karena semua manusia dianggap terhormat dan mulia sebab Allah memuliakan manusia. Ia bagaikan garam didalam gulai, kata orang sekarang nggak ada lo nggak rame. Tidak merasa besar sendiri dan menganggap orang lain kecil. Tidak hanya ingin diperhatikan dan dikunjungi tetapi mau memperhatikan teman dan saling kunjung-mengunjungi serta saling membantu dalam berbagai kepentingan baik kepentingan bersifat dinas maupun pribadi. Teman tidak hanya sebatas bertugas di tempat tertentu saja seperti di perwakilan RI atau dikantor, tapi juga masih melakukan hubungan komunikasi dimana saja dan kapan saja.

Seorang dapat dikatakan gagal apabila ia suka menyendiri, kurang pergaulan, kaku dalam penampilan dan pergaulan, dalam setiap urusan ia selalu mengerjakan sendiri dengan tingkat kesulitan yang tinggi karena tidak ada yang membantunya. Rumahnya sepi karena tidak didatangi oleh tamu, orangpun kurang suka mendekat dan dengan sifat kekuperannya. Suka mengecilkan orang lain sehingga orangpun kesal melihatnya, memelihara rasa iri dan dengki kepada teman serta suka memilih-milih teman yang sesuai dengan seleranya sendiri.
Wassalam

Penulis- H. Abdul Mun’im Ritonga SH M.M.Hum

 

About Author

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments

KakekHijrah「✔ ᵛᵉʳᶦᶠᶦᵉᵈ 」 pada Nonton Film Porno Tertolak Sholat dan Do’anya Selama 40 Hari
KakekHijrah「✔ ᵛᵉʳᶦᶠᶦᵉᵈ 」 pada Nonton Film Porno Tertolak Sholat dan Do’anya Selama 40 Hari
KakekHijrah「✔ ᵛᵉʳᶦᶠᶦᵉᵈ 」 pada Nonton Film Porno Tertolak Sholat dan Do’anya Selama 40 Hari
M. Najib Wafirur Rizqi pada Kemenag Terbitkan Al-Quran Braille