Kabar Washliyah

Jayalah Washliyah Zaman Berzaman
Jumat, 1 Januari 2021

Al Washliyah Adakan Sosialisasi Pencegahan Covid-19 dan Pembagian Sembako di Kecamatan Matraman


Sosialisasi Covid 19

JAKARTA – Sudah hampir sembilan bulan Virus Korona melanda Indonesia, namun kondisinya masih belum teratasi. Bahkan beberapa waktu belakangan, orang yang terpapar virus tersebut terus meningkat. Rumah sakit untuk merawat pasien Covid-19 mulai kewalahan menampung.

Di Jakarta, jumlah korban meninggal dunia akibat Pandemi Covid-19 kian hari kian bertambah. Bahkan lokasi pemakaman untuk korban Covid-19 sudah penuh dan saat ini pemerintah sedang mengupayakan lokasi baru untuk menampung korban jiwa.

Melihat kondisi tersebut, Ketua Majelis Sosial Pengurus Besar Al Washliyah H. Aris Banadji mengungkapkan bahwa Virus Korona hingga saat ini masih terus ada di sekitar kita. “Percayalah bahwa Virus Korona itu masih ada dan sangat berbahaya bagi kita,” katanya dalam pembukaan acara Al Washliyah Peduli, Sosialisasi Pencegahan Covid-19 di Perguruan Al Washliyah Kayumanis, Jakarta Timur, Kamis (31/12).

Pemberian sembako Covid
Foto: Ketua Majelis Sosial PB Al Washliyah H. Aris Banadji menyerahkan paket sembako kepada peserta kegiata Sosialisasi Pencegahan Covid-19 yang diadakan di Perguruan Al Washliyah Kayumanis, Jakarta Timur, Kamis (31/12).

Menurutnya virus tersebut seolah-olah mengejar kita. Untuk itu Aris Banadji mengajak semuanya selalu berdoa kepada Allah agar terhindar dari virus tersebut. “Setiap hari saya selalu berdoa agar Virus Korona segera hilang,” ungkapnya.

Dalam dalam kesempatan itu juga disampaikan materi Pencegahan Covid-19 yang disampaikan Puskesmas Kecamatan, Matraman. Acara diakhiri dengan penyerahan paket sembako kepada para peserta yang hadir. Secara simbolik H. Aris Banadji menyerahkan paket sembako kepada salah satu peserta.

Adapun paket sembako yang disediakan PB Al Washliyah untuk kegiatan tersebut sebanyak 100 paket yang berisi sembako, masker dan sanitizer. Dalam acara sosialisasi, panitia hanya mengundang 30 peserta, hal ini untuk menghindari kerumunan dan menerapkan protokol kesehatan.

(mrl)


Populer

×