Kabar Washliyah

Jayalah Washliyah Zaman Berzaman
Sabtu, 5 Desember 2020

Kenangan Indah Bersama Ulama Al Washliyah

Muralis Kabar Washliyah

Tokoh Pendiri AW-web

Oleh: H. T Abdul Hamid Usman, Lc, MA

DULU saya sering dibawa Alm. Ustadz Bahrum Jamil safari dakwah ke daerah yang butuh kehadiran Al Washliyah di tempat tersebut dan diantaranya Tanah Karo, Tamiang, Tanjung Balai. Di tempat yang didatangi, Al Washliyah selalu disambut dengan marhaban. Meriah. Acara pun tidak rumit-rumit, hanya menasehati, khitanan, lalu pulang.

Setiap pulang, bingkisan yang diberikan cukup banyak. Hasil bumi juga laut. Saya tanya ke almarhum, dengan apa kita bawa barang-barang ini? Belum kami naik kendaraan, barang tersebut dibagi-bagi ke masyarakat yang membutuhkan, yang dibawa ke Medan sekedarnya saja.

Waktu itu Al Washliyah sangat dirindukan kehadirannya oleh masyarakat, juga di dunia internasional. Alm. Ustadz H. Bahrum Jamil kalau datang ke Al Azhar Cairo, selalu jumpa dengan syekh Al Azhar. Waktu itu pimpinan tertinggi Al Azhar Jadul Haq Ali Jadul Haq.

Suatu hari saya ikut muhadharah di Masjid Al Azhar dengan fadhilah Jadul Haq. Usai muhadharah saya salaman dengan beliau, tanpa cium tangan. Guru-guru di Al Azhar tidak mau tangannya dicium kalau salaman. Pernah katika saya baru tiba di Al Azhar, saya salaman lalu cium tangan guru. Respon yang saya terima: “Haram yab ni”! Saya juga jadi tertanya-tanya, kenapa haram.

Usai muhadharah dengan Syekh Jadul Haq, beliau bertanya ke saya, kamu dari mana? Saya jawab dari Indonesia. Kamu kenal dengan Syekh Al Ustazd Bahrum Jamil? Saya jawab ya, beliau guru saya. Kata beliau, barakallahu fik. Ceritapun berlanjut dengan penuh ruh tarbiyah antara pimpinan tertinggi Al Azhar dengan calon mahasiswa Alam Azhar waktu itu.

Al Washliyah memang sangat hebat waktu itu. Ustadz Hamdan Abbas, sehari-hari pakai kain sarung, tinggal di Pasar Merah. Beliau sangat wara’. Antara rumah saya dengan tempat tinggal beliau tidak begitu jauh. Saya di gang Jawa dan beliau di jalan Pasar Merah. Sehari-hari selalu ketemu. Ilmu beliau sangat dalam.

Kalau kita belajar dengan beliau, kita disuruh baca kitab, beliau melihatnya dari kejauhan, kalau salah beliau tahu dan membetulkan. Ilmu nahwu dan mantiq sangat beliau kuasai. Beda dengan Ustadz Mahmud Azis Siregar, beliau lebih menguasai Ilmu Syariah.

Banyak sekali guru besar di Al Washliyah. Di Hari Ulang Tahun Al Washliyah kita rindu kehadiran mereka, tapi apa daya hanya doa yang dapat menyertai mereka di alam barzahnya.

Perlu kita tulis buku tentang mereka, sebagai wasilah penutur kita kepada generasi Al Washliyah berikutnya. Dengan berharap, generasi yang akan datang harus lebih bermutu dari generasi hari ini. Aamiin.

Selamat Ulang Tahun ke 90 Al Washliyah. Terlalu banyak jasamu mendidik dan membesarkan kami. Semoga namamu tetap harum sampai akhir zaman.
Aamiin
Ya Raab.[]

Penulis adalah pengurus Dewan Fatwa Al Washliyah.


Populer

×