Kabar Washliyah

Jayalah Washliyah Zaman Berzaman
Jumat, 30 Oktober 2020

Al Washliyah Kecam Pernyataan Presiden Prancis dan Karikatur Nabi


Demo Karikatur Nabi

JAKARTA – Pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron yang menggambarkan Islam sebagai agama yang sedang mengalami krisis serta menuding Islam sebagai gerakan radikal dan teroris yang menjadi ancaman terhadap Perancis sejak tahun 2012 menuai kecaman dari berbagai kalangan. Kecaman serupa juga dilontarkan Pengurus Besar Al Washliyah terhadap Prancis yang telah menghina Islam.

Menurut Al Washliyah, pernyataan Macron tentang Islam merupakan sebuah pelecehan terhadap agama Islam. “Sebagai pemimpin negara di Eropa, seharusnya Macron berbicara tentang Islam dengan rasa hormat yang tinggi, bukan menghasut warganya,” demikian salah satu bunyi sikap Al Washliyah.

Ditambah lagi dengan sikap Macron yang tidak berupaya mencegah penerbitan kartun yang menghina Nabi Muhammad SAW dengan dalih kebebasan pers dan kebebasan berekspresi. Al Washliyah menilai sikap Presiden Prancis itu mempraktekkan kebencian dan diskriminasi terhadap umat Islam serta simbol-simbol yang disakralkan. “Apa yang dilakukannya itu juga merupakan pelanggaran terhadap Hak Asasi Manusia (HAM),” demikian sikap Al Washliyah yang ditandatangani Ketum KH. Yusnar Yusuf dan Sekjen KH. Masyhuril Khamis, di Jakarta.

Untuk lebih lengkapnya berikut ini delapan pernyataan PB Al Washliyah yang dikeluarkan pada 27 Oktober 2020 lalu terkait penghinaan kepada umat Islam yang dilakukan Prancis.

PERNYATAAN SIKAP
PENGURUS BESAR AL JAM’IYATUL WASHLIYAH
Terkait Pernyataan Presiden Prancis dan Kartun Nabi Muhammad

Sehubungan dengan pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron yang menggambarkan Islam sebagai agama yang sedang mengalami krisis serta menuding Islam sebagai gerakan radikal dan teroris yang menjadi ancaman terhadap Perancis sejak tahun 2012.

Ditambah lagi dengan pernyataannya yang tidak akan mencegah penerbitan kartun yang menghina Nabi Muhammad SAW dengan dalih kebebasan pers dan kebebasan berekspresi. Terkait hal tersebut Pengurus Besar Al Jam’iyatul Washliyah menyampaikan sikap sebagai berikut:

1. Karikatur tentang Nabi Muhammad bukanlah kebebasan pers dan kebebasan berekspresi, tetapi merupakan sebuah penghinaan kepada ajaran dan umat Islam. Tindakan majalah Charlie Hebdo yang telah menerbitkan ulang karikatur tersebut merupakan perbuatan provokatif dan memancing kemarahan umat Islam yang bisa mengakibatkan kebencian dan kekerasan.

2. Pernyataan Presiden Prancis Macron tentang Islam kami nilai merupakan sebuah pelecehan terhadap agama Islam. Sebagai pemimpin negara di Eropa, seharusnya Macron berbicara tentang Islam dengan rasa hormat yang tinggi, bukan menghasut warganya.

3. Dari pernyataan Presiden Macron sangat jelas dirinya menunjukkan sikap Islamophobia serta mempraktekkan kebencian dan diskriminasi terhadap umat Islam serta simbol-simbol yang disakralkan. Apa yang dilakukannya itu juga merupakan pelanggaran terhadap Hak Asasi Manusia (HAM).

4. Meminta kepada Kementerian Luar Negeri RI agar memaksimalkan potensi Indonesia di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Organisasi Kerjasama Islam (OKI) untuk melawan praktek Islamophobia dan pelanggaran HAM.

5. Meminta kepada Pemerintah Indonesia untuk mengecam dan menyatakan protes keras apa yang dilakukan Presiden Macron dan Majalah Carlie Hebdo serta memanggil Dubes Perancis untuk memberikan klarifikasi.

6. Menghimbau khususnya kepada Warga Al Washliyah dan umumnya umat Islam di seluruh dunia untuk tetap berhati-hati, tidak terprovokasi, dan turut mengoreksi sikap intoleransi, dan radikalisme demi menyelamatkan demokrasi dan perdamaian.

7. Al Washliyah melihat saat ini dunia tengah dilanda kekhawatiran karena pemeluk Islam terus bertambah khususnya di Eropa. Ditambah lagi ghiroh keislaman di eropah dan prancis khususnya mulai tumbuh. Untuk itu umat Islam harus waspada karena hal ini bisa saja bagian dari stategi musuh Islam untuk memancing kelompok-kelompok yang mereka sebut dengan radikal, ektrimis, dan teroris. Untuk itu umat Islam harus cerdas dan tidak mudah terpancing dengan kejadian ini.

8. Perlu diketahui saat ini kita tengah berada di akhir zaman, di mana umat Islam sudah mulai mengalami zaman fitnah Dajjal, untuk itu kami menghimbau agar umat Islam bersatu, kompak, dan tidak lagi mau dipecah belah terutama dengan masalah-masalah furu’iyah.

Demikian sikap ini kami sampaikan dan kiranya dapat menjadi perhatian semua pihak.

Nashrun Minallahi wa Fathun Qariib
Wabasysyiril Mukminin

Wassalamu’alaikum Wr Wb

Jakarta, 27 Oktober 2020

PENGURUS BESAR
AL JAM’IYATUL WASHLIYAH

Ketua Umum

Dr. H. Yusnar Yusuf, MS

Sekretaris Jenderal

Drs. H. Masyhuril Khamis, SH, MM.

(mrl)


Populer

×