Kabar Washliyah

Jayalah Washliyah Zaman Berzaman
Sabtu, 22 Juni 2019

Nasehat Cinta

Muralis Opini

mun'im-aw

Oleh: H. Abdul Mun’im Ritonga, SH, MH

Saudaraku.

Dalam rangka Watawa saubil haq, saling mengingatkan untuk kebenaran, pagi ini tanggal 11 Juni 2019 jelang syuruk, saya ingin membagi nasehat cinta untuk kita semua, termasuk untuk diri dan keluarga sendiri.

Pertama.
Janganlah kau mencintai sesuatu secara berlebihan melebihi cintamu kepada Allah. Kalau kau lakukan demikian bisa jadi kau jatuhnya berbuat syirik karena menuhankan yang bukan Tuhan.

Kedua.
Janganlah berlebihan menyatakan cintamu kepada sesuatu. Jangan-jangan itu hanya alatmu untuk mencari cinta manusia saja, bisa jadi itu cuma omongan dibibir saja, tidak sesuai dengan fakta sesungguhnya di dalam hatimu. Cinta sesungguhnya hanya diberikan kepada Allah. “Cinta kepada Allah bukan cinta biasa”.

Ketiga.
Cintailah sesuatu didasarkan karena Allah yang menyuruh mencintainya, atau karena Allah cinta akan sesuatu maka demi cinta kepada Allah kita jadi ikut mencintai sesuatu apa yang dicintai Allah tersebut.

Keempat.
Jangan sampai kau pernah mengatakan “Kaulah segalanya bagiku,” kepada selain Allah, karena ungkapan itu sudah mendekati hakikat cinta yang hanya boleh diberikan kepada Allah. Jangan-jangan saat kau mengatakan itu, kau sedang catuh cinta pada sesuatu atau sedang ada kepentingan di balik pernyataan itu. Sesungguhnya cintamu terhadap sesuatu itu sangat terbatas, dan jika cintamu atau kepentinganmu sudah terganggu sedikit saja terhadap sesuatu yang kau cintai itu, dengan mudahnya kau berpaling darinya atau mengalihkan cintamu kepada yang lain.

Kelima.
Cintailah sesuatu sesuai petunjuk Allah dan Rasul serta nasehat orang-orang soleh, bukan karena mengikuti hawa nafsu sebatas keperluan sesaat dan hanya untuk di dunia, agar hidupmu tenang, tidak merugi dan selamat dalam menjalani hidup di dunia sampai ke akhirat.

Keenam.
Pedomanilah tentang cinta sesuai dengan apa yang dikatakan Allah dalam al Quran Surat At-Taubah ayat 24: Artinya, “Katakanlah, ‘Jika bapak, anak, saudara, istri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan rumah-rumah tinggal yang kamu sukai lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya dan (dari) berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah hingga Allah mendatangkan putusan-Nya.’ Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik,” (At-Taubah ayat 24).

Demikian, semoga bermanfaat.
Wallahu a’lam.
Wassalam.

*Penulis adalah Ketua PB Al Washliyah yang sedang bertugas di Jerman.


Populer

×