Kabar Washliyah

Jayalah Washliyah Zaman Berzaman
Sabtu, 27 Oktober 2018

Ormas Islam Serukan Umat Menahan Diri Terkait Pembakaran Bendera Tauhid


IMG_20181027_120656
Wapres Jusuf Kalla didampingi pimpinan Ormas Islam tingkat pusat membacakan hasil pertemuan terkait pembakaran bendera tauhid di rumah dinas Wapres, Jumat (26/10) malam.

Jakarta – Pimpinan Ormas Islam tingkat pusat meminta kepada seluruh bangsa Indonesia untuk menahan diri terkait pembakaran bendera bertuliskan kalimat tauhid. Hal ini perlu dilakukan agar tidak memperbesar masalah.

Selain itu juga para tokoh Islam ini menyesalkan terjadinya insiden pembakaran. Demikian beberapa pernyataan sikap pimpinan Ormas Islam yang dibacakan Wakil Presiden Yusuf Kalla pada Jumat (26/10) malam di kediaman Wapres jalan Diponegoro, Jakarta.

Sejumlah pimpinan Ormas Islam hadir dalam pertemuan yang diinisiasi wakil presiden untuk membahas masalah pembakaran bendera bertuliskan kalimat tauhid pada peringatan hari santri beberapa waktu lalu. Insiden tersebut telah menuai banyak respon dari masyarakat.

Bahkan respon masyarakat terlihat pada aksi yang dilaksanakan usai sholat Jumat (26/10) di beberapa kota. Hampir di seluruh Indonesia, umat Islam turun ke jalan untuk membela bendera tauhid. Sikap masyarakat yang begitu cepat menanggapi pembakaran bendera tersebut, akhirnya membuat pemerintah melalui Wapres Jusuf Kalla mengundang pimpinan Ormas Islam tingkat pusat di kediamannya.

Nampak hadir dalam pertemuan tersebut pimpinan Ormas Islam yaitu Ketum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH. Ma’ruf Amin, Ketum PBNU KH. Said Aqil Siradj, Ketua PP Muhammadiyah KH. Haedar Nashir, Ketum PB Al Washliyah KH. Yusnar Yusuf Rangkuti, Ketum Syarikat Islam Hamdan Zoelva, Ketum Persatuan Islam KH. Maman Abdurrahman, Ketum Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia KH. Muhammad Sidik, Din Syamsuddin, Nasaruddin Umar, Menteri Agama, Panglima TNI dan Kapolri dan beberapa tokoh lainnya.

“Menyerukan kepada seluruh rakyat Indonesia untuk bergandengan tangan, menolak segala bentuk upaya adu domba, dan pecah belah. Mengajak seluruh masyarakat untuk menahan diri agar tidak lagi memperbesar masalah. Khususnya kepada segenap Umat Islam marilah kita bersama-sama mengedepankan dakwah Islam yang bil hikmah wal mauidzatil hasanah,” bunyi point ke empat yang dibacakan Yusuf Kalla usai memimpin pertemuan.

Setiap masalah yang timbul di masyarakat harus diselesaikan dengan musyawarah. Para pimpinan Ormas Islam juga menyerahkan kasus tersebut kepada pihak kepolisian untuk menyelesaikannya bila dianggap ada masalah hukum.

Berikut adalah hasil pertemuan pimpinan Ormas Islam yang dibacakan Wapres Jusuf Kalla:

1. Para pemimpin Ormas Islam mengingatkan bahwa bangsa Indonesia dalam mengatasi berbagai masalah bangsa selalu diselesaikan dengan musyawarah dan saling pengertian, serta tetap menjaga persatuan dan kesatuan dengan kearifan dan nilai luhur bangsa;

2. Para pimpinan Ormas Islam yang hadir menyesalkan terjadinya pembakaran bendera di kec. Limbangan Kab.Garut dan sepakat untuk menjaga suasana kedamaian serta berupaya meredam situasi agar tidak terus berkembang ke arah yang tidak diinginkan;

3. Dalam upaya menyelesaikan dan mengakhiri masalah ini, oknum yang membakar dan membawa bendera telah menyampaikan permohonan maaf. Pimpinan GP Anshor dan Nahdlatul Ulama menyesalkan peristiwa tersebut, dan telah memberikan sanksi atas perbuatan yang melampaui prosedur yang telah ditetapkan dan berharap tidak terulang kembali;

4. Menyerukan kepada seluruh rakyat Indonesia untuk bergandengan tangan, menolak segala bentuk upaya adu domba, dan pecah belah. Mengajak seluruh masyarakat untuk menahan diri agar tidak lagi memperbesar masalah. Khususnya kepada segenap Umat Islam marilah kita bersama-sama mengedepankan dakwah Islam yang bil hikmah wal mauidzatil hasanah;

5. Apabila terdapat pelanggaran hukum di dalam peristiwa ini, diserahkan kepada Polri untuk menyelesaikan berdasarkan hukum yang berlaku.

(mrl)


Populer

×