Kabar Washliyah

Jayalah Washliyah Zaman Berzaman

Majelis

Minggu, 26 November 2017

Menyambut HUT Al Washliyah Ke 87 Tahun 2017

Muralis Majelis Opini

Mun'im
Abdul Mun'im Ritonga, SH., MH.

Bagian Keenam Penutup

Oleh: Abdul Mun’im Ritonga, SH., MH.

SEMUA lagu-lagu Al Washliyah yang telah dijelaskan pada lima tulisan sebelumnya, dapat mewakili penjelasan tentang gambaran umum sepak terjang organisasi Al Washliyah. Jika mau tahu cita-cita, tujuan dan tekad dari organisasi Al Washliyah dapat dilihat dari isi lagu-lagu tersebut.

Lagu-lagu Mars umumnya dibuat tidak jauh dari waktu berdirinya masing-masing organisasi. Isinya terlihat membangun semangat berjihad dan menjadi kader yang bersemangat, tidak loyo dan berjiwa Islami.

Lagu-lagu Al Washliyah selain lagu Mars, walaupun baru dikarang, namun isinya masih memiliki nilai semangat yang sama, dikarang berdasarkan ungkapan-ungkapan yang sudah pernah ada sebelumnya yang memiliki nilai -nilai dasar.

Lagu-lagu tersebut umumnya lebih menekankan kepada bentuk cinta terhadap Islam, cinta untuk berjuang dan berjihad di jalan Allah, cinta persahabatan sesama manusia khususnya sesama Muslim dan lebih khusus cinta kepada sesama orang-orang Al Washliyah.

Lagu-lagu perjuangan Al Washliyah tidak menonjolkan cerita tentang kisah asmara sebagaimana tema lagu yang banyak digarap oleh para seniman. Lagu itu tetap enak didengar oleh orang-orang yang dekat dengan agama dan orang-orang yang senang aktif ikut berjuang.

Penciptaan lagu-lagu Al Washliyah pada periode terdahulu sudah lama terhenti lebih dari 30 sampai 40 tahun. Belakangan ini muncul lagi satu demi satu dari generasi saat ini yang irama dan temanya masih hampir senada. Seperti dijelaskan di atas, lagu termuda saat ini yang paling akhir adalah lagu Rindu Al Washliyah diciptakan pada tahun 2014.

Lagu-lagu Al Washliyah ini sering dipakai tapi kurang di rawat. Artinya memang setiap kali acara selalu dikumandangkan, tapi kurang banyak paduan suara yang profesional dan terlatih muncul menyanyikannya, kecuali di beberapa tempat khususnya paduan suara di perguruan tinggi Al Washliyah, UNIVA dan UMN.

Agar lagu-lagu itu lebih terpelihara dan berkembang, hendaknya ada dari salah satu organisasi Al Washliyah atau dari sekolah maupun Perguruan Tinggi yang peduli dan berinisiatif untuk mengadakan sayembara mengarang lagu Al Washliyah yang baru, agar lahir lagu-lagu baru Al Washliyah.

Lagu-lagu yang sudah ada ini perlu dijaga kelestariannya, untuk itu perlu didiskusikan di lingkungan akademis Perguruan Tinggi Al Washliyah, di kalangan Mahasiswa dan dosen serta di kalangan pelajar Al Washliyah. Selain itu juga di kalangan organisasi Al Washliyah dan tiap-tiap organisasi bagiannya pada momentum tertentu.

Perlu juga lagu-lagu perjuangan Al Washliyah ini dibukukan sebagai kumpulan lagu-lagu perjuangan Al Washliyah. Tiap lagu ditampilkan satu halaman kata-katanya, satu halaman tentang ulasan isi lagunya dan satu halaman lagi berisi foto dan riwayat hidup pengarangnya.

Untuk bisa dibawa kemana-mana oleh para penggemarnya, perlu juga dibuat dalam rekaman CD atau dapat disimpan di USB. Sekarang lagu-lagu tersebut diantaranya sudah bisa dinikmati melalui youtube dan di google tentang teksnya maupun syairnya.

Demikian tulisan tentang lagu-lagu perjuangan Al Washliyah disajikan menjelang HUT Al Washliyah, semoga bermanfaat.

Dari Salalah Oman atasnama Pengurus Besar Al Jam’iyatul Washliyah saya mengucapkan. Selamat HUT Al Washliyah kepada segenap Pengurus Al Washliyah, seluruh organisasi bagiannya dan para simpatisannya di mana saja berada.

Semua jerih payah dan pengorbanan setiap orang untuk kemajuan Islam khususnya yang disalurkan melalui wadah Al Washliyah, semoga tak luput dari catatan Allah sekecil apapun dia, dan semoga mendapat Ridho Allah serta diberi ganjaran yang baik.

Semoga Al Washliyah terus maju dan orang-orangnya makmur sejahtera dan kompak selalu, dijauhkan dari silang sengketa. Melaui sarana seni insya Allah kita akan mudah menyatukan orang-orang yang berbeda pandangan.[]

Penulis adalah Ketua Majelis Dakwah dan Komunikasi (MDK) PB Al Washliyah.


Populer

×