Kabar Washliyah

Jayalah Washliyah Zaman Berzaman

Majelis

Senin, 20 November 2017

Menyambut HUT Al Washliyah Ke 87 Tahun 2017

Muralis Majelis Opini

Logo HUT AW 87
Pemenang lomba logo HUT ke 87 Al Washliyah

Bagian Kelima

Oleh: Abdul Mun’im Ritonga, SH., MH.

SELAIN lagu-lagu Mars untuk semua organisasi Al Washliyah dan organisasi bagiannya, ada lagi lagu-lagu Al Washliyah lain yang juga cukup menggugah perasaan seperti; lagu Hymne Al Washliyah, lagu Dirgahayu, lagu Muktamar, lagu Balada Al Washliyah, lagu HUT AW, lagu IPA Berjuang, lagu Berdiri Bercita-cita, lagu Kader Washliyah, lagu Rindu Al Washliyah.

Lagu-lagu tersebut enak didengar, semua isinya mengandung semangat untuk berjuang, menjunjung tinggi ajaran Islam dan berjuang untuk agama dan kemakmuran bangsa Indonesia.

Lagu-lagu tersebut selalu diperdengarkan pada saat-saat tertentu khususnya pada saat hari ulang tahun Al Washliyah atau ulang tahun organisasi bagian Al Washliyah, saat pertemuan akbar, terlebih-lebih pada saat masing-masing organisasi mengadakan pengkaderan.

Beberapa lagu di lingkungan organisasi Al Washliyah sebagian diciptakan lebih dari 40 tahun yang lalu dan sebagian lagi diciptakan sesudah periode itu.

Lagu-lagu Al Washliyah yang terhitung baru umumnya dikarang oleh kader-kader senior IPA yang aktif sejak tahun 80-an, seperti lagu Muktamar dan lagu Balada Al Washliyah, Hymne Al Washliyah oleh Solhiyah Yunus, lagu Dirgahayu oleh Chandra Matulesi dan paling baru adalah lagu Rindu Al Washliyah karya Abdul Mun’im Ritonga. (pembuat tulisan ini) dibuat di Oman tahun 2015.

Lagu Hymne Al Washliyah, Karya Solhiyah Yunus sangat disukai dikalangan Al Washliyah setelah sekian lama tidak muncul lagu baru di Al Washliyah. Tak sedikit para kader Al Washliyah yang menitikkan airmata saat mendengar maupun melatunkan lagu yang satu ini.

Lagu ini berbicara tentang kader Washliyah yang membuat sumpah dan janji untuk membangun kesetiaan dalam menyumbangkan tenaga untuk cita-cita Al Washliyah. Berjanji tetap berjuang walau penuh rintangan dan pantang mundur demi mewujudkan cita-cita Washliyah.

Lebih jauh dikatakan Washliyah berjuang bukan untuk golongan, tapi untuk umat semata. berjuang-berjuanglah Washliyah pasti jaya.

Efek dari lagu ini luar biasa, para kader Washliyah jadi lebih bersemangat dalam mengaktifkan diri dalam kegiatan organisasi, dan dapat meningkat rasa kesetiaannya terhadap Al Washliyah. Meningkat rasa solidaritasnya terhadap sesama warga Al Washliyah dan umat Islam lainnya.

Lagu Balada Al Washliyah, mengisahkan tentang sejarah berdirinya Al Washliyah dan menyebutkan nama para pendiri dan ulamanya yang cukup terkesan.

Dijelaskan Washliyah lahir sebagai penghubung ukhuwah, ikut menentang penjajah untuk mempertahankan kemerdekaan dan menumpas kekejaman PKI dengan tekad hidup atau mati.

Lagu Rindu Al Washliyah, karya Abdul Mun’im Ritonga, jika didengar akan terbayang betapa Al Washliyah selalu ada dihati. Meski orangnya sudah pergi kemana-mana berkeliling dunia, berkelana dari daerah satu ke daerah lain, atau dari negara satu ke negara lain, namun Washliyah tetap dikenang.

Betapa tidak, Al Washliyah adalah tempat mencari ilmu yang telah mencerahkan masa depan. Al Washliyah tempat berkumpul untuk berjihad dan berjuang, sambil menabur kenangan bersama teman teman seiman.

Selain yang disebut di atas, masih ada koleksi lagu-lagu Al Washliyah yang selalu dilagukan saat-saat berlangsungnya acara pengkaderan seperti; lagu Oh Piye, lagu Melati Suci, lagu Insan Washliyah, Lagu Kasihnya Ibu, Lagu Perpisahan, lagu Salam Perpisahan, lagu Medios Perpisahan, lagu Mars LKD, lagu Pemimpin, lagu Satria Islam.

Di antara lagu-lagu itu ada yang tahu pengarangnya ada juga yang tidak. Ada juga yang asli dikarang oleh orang Al Washliyah tapi ada juga lagu yang dikhawatirkan berasal dari lagu di luar lagu Al Washliyah yang sudah dimodifikasi. Hal ini perlu dilakukan penelitian secara seksama.

Bersambung.

Penulis adalah Ketua Majelis Dakwah dan Komunikasi (MDK) PB Al Washliyah.


×