Kabar Washliyah

Jayalah Washliyah Zaman Berzaman
Minggu, 1 Januari 2017

Banyak Pertanyaan Tentang Pengelolaan Dana Haji, Al Washliyah Terpanggil Masuk BPKH

Muralis Dunia islam

Affan
Sekjen PB Al Washliyah Masyhuril Khamis (kedua dari kiri) bersama calon anggota BPKH Mahmudi Affan Rangkuti (kedua dari kanan) saat di Masjid Agung Sunda Kelapa Jakarta.

JAKARTA – Terpanggilnya Ormas Islam Al Jam’iyatul Washliyah untuk menempatkan kadernya dalam Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) karena banyaknya pertanyaan dari jamaah mengenai dana haji yang telah disetorkan. Hampir setiap tahun warga Al Washliyah banyak yang menunaikan haji dan umroh. Mereka telah bertahun-tahun menyetorkan dananya ke bank.

Sekian tahun telah menyetorkan Ongkos Naik Haji (ONH), diapakan saja dana mereka tersebut. Pertanyaan itu yang membuat Al Washliyah terpanggil ingin mengetahui dan turut serta dalam mengelola dana haji. Demikian dikatakan Sekjen PB Al Washliyah Masyhuril Khamis beberapa waktu lalu di Jakarta.

“Banyak jamaah yang bertanya, sudah membayar ongkos haji dan bertahun-tahun menunggu, ketika sudah dapat seat berangkat, tabungannya begitu-begitu saja. Pertanyaannya kemudian uang itu diapakan,” katanya. Lebih lanjut dikatakannya, Al Washliyah merasa perlu menyiapkan strategi untuk turut mengetahui pengelolaan keuangan haji tersebut.

Al Washliyah terpanggil untuk meluruskan informasi tentang keuangan haji yang akan disampaikan kepada masyarakat. Selain itu ingin turut serta dalam memperbaiki sistem pengelolaan haji sesuai dengan koridor syariah. Karena itu Al Washliyah perlu mempersiapkan orang yang mampu untuk masuk dalam BPKH itu.

Setidaknya ada dua kriteria bagi Ormas Islam yang telah 86 tahun itu dalam mengelola keuangan haji. Kedua kriteria tersebut adalah Quwatun (kekuatan) dan Aminun (kepercayaan). “Kriterianya dua saja, quwatun aminun. Quwatun itu artinya kekuatan profesionalism dan al amin itu jujur. Banyak orang yang punya ilmu belum tentu jujur. Ada orang yang jujur tapi tidak punya ketrampilan dan profesionalisme,” jelas Masyhuril Khamis.

Menjawab kebutuhan tersebut, PB Al Washliyah mencalonkan Mahmudi Affan Rangkuti sebagai anggota BPKH. Alumni Magister Syariah Universitas Ibnu Khaldun Bogor itu paham terhadap seluk beluk perhajian serta berpengalaman di bidang investasi dan keuangan. “Kami menggaransi bahwa beliau pantas didudukan di tempat (BPKH) itu,” tegas Masyhuril Khamis di hadapan wartawan.

(mrl)


Populer

×