Kabar Washliyah

Jayalah Washliyah Zaman Berzaman
Kamis, 29 September 2016

Ziarah ke Makam Syekh H. Muhammad Yunus, Ulama Pemberi Nama Al Washliyah


m-yunus-ok
Syekh H. Muhammad Yunus ulama pemberi nama Al Washliyah.

MEDAN – Perjalanan di Kota Medan di hari berikutnya masih tetap berziarah ke tokoh Al Washliyah. Masih bersama pengurus IPA Sumut Abdullah Fathoni yang rela menemani, kami mendatangi makam ulama Al Washliyah yaitu Syekh H. Muhammad Yunus. Beliau merupakan ulama sekaligus pimpinan di Maktab Islamiyah Tapanuli (MIT) Medan. Ilmu agamanya begitu tinggi dan dia terkenal sebagai ulama yang wara’.

Syekh H. Muhammad Yunus lahir di Pecukaian Kota Binjai pada 1889. Dari didikannya banyak lahir ulama-ulama dari Sumatera utara. Ulama-ulama itu sebagian besar turut dalam membesarkan Al Washliyah.

Ketika pembentukan organisasi sudah disepakati oleh para pelajar MIT Medan, mereka bersepakat untuk meminta kepada salah satu guru mereka memberikan nama perkumpulan. Dengan penuh rasa hormat, para muridnya meminta kepada Syekh H. Muhammad Yunus untuk memberikan nama perkumpulan yang akan dideklarasikan. Cara-cara seperti ini merupakan bentuk penghormatan murid kepada guru.

Seperti ditulis dalam buku 1/4 Abad Al Washliyah, Syekh H. Muhammad Yunus tidak langsung memberikan nama organisasi. Beliau terlebih dahulu mendirikan sholat dua rakaat dan berdoa memohon petunjuk kepada Allah Swt. Barulah setelah itu ia menyampaikan agar diberikan nama Al Jam’iyatul Washliyah untuk nama perkumpulan yang akan didirikan kepada murid-muridnya.

Arti Al Jam’iyatul Washliyah adalah perkumpulan yang menghubungan dan mentalikan. Organisasi ini menghubungan manusia dengan Allah, menghubungkan manusia dengan sesama manusia dan dengan alam sekitarnya. Begitu dalam arti dari nama yang diberikan Syekh H. Muhammad Yunus itu. Nama tersebut juga terdengar asing di telinga orang karena selama ini tidak ada yang menggunakan nama tersebut.

Kini Syekh H. Muhammad Yunus sudah tiada, kita hanya bisa ziarah ke makam beliau yang terletak di Perkuburan Sungai Deli, Medan. Dinamakan Perkuburan Sungai Deli karena letaknya persis di pinggir sungai yang membelah Kota Medan tersebut. Sebenarnya makam ini letaknya sangat strategis, selain berada di pinggir sungai Deli juga berada di tengah kota dan di pinggir jalan protokol. Di dalam area makam tersebut berdiri sebuah masjid bernama Masjid Jami’ Silalas.

Tidak terlalu sulit mencari makam beliau. Letaknya tidak jauh dari Masjid Jami’ Silalas bahkan persis di samping masjid itu. Bila masuk ke arah pintu masjid lalu menyusuri halaman dan mengarahkan pandangan ke arah kiri sudut maka akan terlihat makam Syekh H. Muhammad Yunus. Di sisi luar batu nisan makam itu bahkan terdapat lambang Al Washliyah bulan sabit bintang lima dan tertulis nama beliau sebagai pemberi nama Al Washliyah.

makam-syekh-h-muhammad-yunus
Foto: Penulis saat berziarah ke makam Syekh H. Muhammad Yunus di perkuburan Sungai Deli, Kota Medan.

Selain sebagai pemberi nama organisasi yang kini telah berusia 86 tahun, Syekh H. Muhammad Yunus merupakan penasehat organisasi. Karena kedalaman ilmunya, dia didaulat para muridnya untuk menjadi penasehat. Beliau merupakan ulama yang ikhlas dalam beramal dan berjuang di jalan Allah.

Sakin cintanya pada dunia pendidikan, beliau tidak kenal lelah mengajarkan umat meski dalam kondisi kurang sehat. Beliau mengajar di beberapa madrasah Al Washliyah dari pagi hingga petang. Karena terlalu kelelahan, pada 7 Juli 1950 pemberi nama organisasi yang lahir pada 1930 itu akhirnya menghadap Sang Khaliq. Beliau wafat dengan meninggalkan sebuah organisasi yang memiliki cita-cita tinggi yaitu Al Jam’iyatul Washliyah.

Semoga almarhum ditempatkan di surga-Nya Allah Swt. Beliau merupakan ulama yang kharismatik dan cinta kepada dunia pendidikan. Sampai akhir hayatnya beliau terus mendidik umat. Kecintaannya kepada dunia pendidikan dan dakwah diteruskan para muridnya dengan mendirikan berbagai lembaga pendidikan dan terjun ke daerah terpencil untuk berdakwah.

Meski kini tubuh mu berada di dalam tanah namun Washliyin akan terus mengenang dan mendoakan engkau wahai ulama sang pemberi nama organisasi bulan sabit bintang lima Syekh H. Muhammad Yunus. Amal baktimu akan terus hidup sepanjang masa dan membuat derajatmu tinggi di sisi Ilahi Rabbi. Aamiin. []

Penulis M. Razvi Lubis, Redaktur www.kabarwashliyah.com sekaligus Sekretaris PB Al Washliyah Periode 2015-2020.


Populer

×