Kabar Washliyah

Jayalah Washliyah Zaman Berzaman
Jumat, 16 September 2016

Warga Tionghoa yang Tidak Bersahabat dengan Umat Islam Tidak Tahu Sejarah Tanjungbalai


img01396-20160916-1625
Ketum PB Al Washliyah Dr. Yusnar Yusuf, MS dalam acara Tablig Akbar di Al Washliyah Tanjungbalai pada Jumat (16/9) sore.

TANJUNGBALAI – Hubungan umat muslim dengan warga keturunan Tionghoa di Kota Tanjungbalai, Sumatera Utara ternyata terjalin baik sejak zaman Kesultanan Asahan. Hubungan itu terus terjaga hingga akhirnya tercoreng dengan adanya insiden berbau SARA beberapa waktu lalu. Insiden pembakaran beberapa kelenteng diakibatkan provokasi yang dilakukan warga keturunan tersebut.

Menurut Ketua Umum PB Al Washliyah Dr. H. Yusnar Yusuf, MS ketika berceramah dalam Tablig Akbar di Pesantren Al Washliyah Tanjungbalai, warga keturunan Tionghoa yang tidak menjaga hubungan baik dengan umat muslim dinilai tidak mengerti dengan sejarah kota tersebut.

“Kita bersahabat dengan orang Tionghoa sejak zaman Kesultanan Asahan. Bila ada orang Tionghoa yang tidak mau bersahabat dengan umat Islam maka orang itu tidak mengetahui sejarah Tanjungbalai,” kata Yusnar Yusuf di hadapan ratusan jamaah yang menghadiri acara tersebut.

Sehingga kata Ketua MUI Pusat Bidang Kerukunan Umat Beragama ini bila sudah ada kesepakatan untuk menurunkan patung Amitaba maka harus segera dilaksanakan. Penurunan patung tersebut merupakan keinginan masyarakat dan warga Tionghoa, sehingga perlu disegerakan.

Perlu diketahui, beberapa waktu lalu Pemda Tanjungbalai telah mengundang seluruh tokoh agama, masyarakat dan pemerintahan setempat di rumah dinas walikota. Dalam pertemuan tersebut, pihak Yayasan Dwi Ratna sebagai pengelola vihara yang terdapat patung Amitaba bersepakat menurunkannya. Namun hingga kini patung tersebut belum diturunkan juga.

(mrl)


Populer

×