Kabar Washliyah

Jayalah Washliyah Zaman Berzaman
Selasa, 19 Juli 2016

Mahathir Mohammad: Pemimpin Harus Berikan Keteladanan dan Terapkan Nilai-Nilai Islam


Mahathir Seminar
Tun Dr. Mahathir Mohammad dalam Seminar Internasional yang diselenggarakan Harian Umum Waspada, Senin (18/7) di Medan, Sumut.

Medan – Di dunia ini tidak ada negara yang bebas dari korupsi. Meski kadar korupsinya itu berbeda-beda. Ada korupsi yang dilakukan di bawah meja dan ada korupsi yang dilakukan di atas meja. Demikian disampaikan Mantan Perdana Menteri Malaysia Datok Tun Dr. Mahathir Mohammad dalam acara Seminar Internasional yang diselenggarakan Harian Umum Waspada pada Senin (18/7) di hotel JW. Marriott Medan, Sumut.

Untuk mengatasi masalah itu dikatakan Mahathir harus dilakukan dengan dua cara. Pertama melalui keteladanan yang dicontohkan seorang pemimpin. Pemimpin yang baik akan memberikan dampak yang baik bagi bawahannya. “Kepemimpinan melalui teladan. Kalau pemimpin sudah baik maka rakyat akan baik,” katanya.

Selanjutnya adalah menanamkan nilai agama Islam sejak dini kepada generasi berikutnya. Sehingga anak-anak di sekolah sejak awal sudah memeroleh pendidikan agama yang baik. “Nilai-nilai Islam harus dimainkan dalam sistem pendidikan agar disemai anak-anak kita, sehingga mereka tahu apa itu nilai-nilai Islam dan biar melekat dalam hati. Cara yang terbaik yaitu internalisasi Islam kepada anak-anak,” jelas Mahathir Mohammad.

Mahathir Seminar_1
Foto: Datok Tun Dr. Mahathir Mohammad memperhatikan pertanyaan yang disampaikan peserta seminar.

Lebih lanjut tokoh Asia itu mengungkapkan di negara-negara maju tindakan korupsinya rendah, sedangkan di negara berkembang tingkat korupsinya cukup tinggi. “Kalau negara sudah maju maka tahap korupsinya rendah sedangkan negara yang tidak maju maka korupsinya tinggi,” terangnya.

Sayangnya dari 50 negara Islam yang ada tidak satu pun masuk ke dalam negara maju. Solusi yang diberikan Mahathir agar negara Islam itu bisa kembali kepada nilai-nilai Islam yaitu Al Quran dan Hadits.

Menurutnya pemerintahan baik itu adalah pemerintah yang menjalankan amanah yang telah diterimanya dari rakyat untuk menyejahterakan rakyatnya. Amanah itu sesuatu yang amat penting untuk kesejahteraan manusia. “Kita berharap pemerintah itu menjalankan dengan baik sesuai amanah yang diberikan,” kata pria berusia 92 tahun itu.

Dalam Seminar Internasional itu juga turut tampil Rektor Fatoni Univercity Prof. Ismail Lutfi Japakiya dan Ketum PB Al Washliyah Dr. H. Yusnar Yusuf, MS. Keduanya tampil usai Mahathir Mohammad menjawab semua pertanyaan yang ditujukan kepadannya dari peserta seminar.

(mrl)


Populer

×