Kabar Washliyah

Jayalah Washliyah Zaman Berzaman
Minggu, 22 Mei 2016

Muktamar IGDA Pilih Dedi Iskandar Jadi Ketua Umum


Muktamar IGDA
Calon Ketua Umum IGDA sesaat sebelum pemilihan dari arena muktamar, dari kiri ke kanan Haris Sambas dan Dedi Iskandar Batubara, di belakangnya dua orang pimpinan sidang.

BOGOR – Muktamar Ikatan Guru dan Dosen Al Washliyah (IGDA) akhirnya memilih Dedi Iskandar Batubara sebagai ketua umum. Dalam pemilihan yang berlangsung pada Sabtu (21/5) malam di Cisarua, Bogor, Jawa Barat itu, Dedi Iskandar mengungguli Haris Sambas. Hasil pemungutan suara, Dedi memeroleh 20 suara dan Haris Sambas 6 suara. Dedi selain tercatat sebagai dosen di UMN Al Washliyah juga merupakan anggota DPD RI asal Sumatera Utara.

Dalam sambutannya, ketua umum terpilih menyatakan salah satu programnya melakukan inventarisasi guru dan dosen Al Washliyah. “Kita akan membuat data base guru dan dosen dengan memanfaatkan IT,” kata Dedi usai terpilih. Ditambahkannya, banyak hal yang harus dilakukan IGDA untuk lima tahun ke depan. Dalam waktu dekat setelah kepengurusan dilantik maka IGDA akan menggelar rapat kerja nasional.

Terpilihnya Dedi Iskandar langsung memeroleh selamat dari Sekjen PB Al Washliyah Masyhuril Khamis. Dalam sambutannya, PB Al Washliyah berharap IGDA bisa menjadi mitra yang baik bagi PGRI. “Dengan dipimpin oleh Dedi maka kita berharap ke depan IGDA bisa menjadi mitra bagi PGRI,” katanya yang disambut tepuk tangan para peserta muktamar.

Khamis juga menanggapi dengan positif salah satu program Ketum IGDA periode 2016-2021 itu yang hendak melakukan pendataan terhadap guru dan dosen Al Washliyah. Dengan pendataan tersebut maka akan memudahkan kerja PB Al Washliyah dalam membuat data base anggota organisasi.

“Bila IGDA bisa membuat data base kepada seluruh guru dan dosen kita melalui sistem IT, maka hal itu akan memudahkan PB Al Washliyah dalam melakukan data base juga,” jelas mantan aktivis HIMMAH tersebut.

Lebih lanjut Khamis juga mengangkat tentang kondisi kualitas dan kesejahteraan para guru Al Washliyah. Saat ini menurutnya honor guru Al Washliyah masih sangat jauh dari standar. Dia berharap Ketum IGDA yang baru bisa memberikan solusi. Sebenarnya dijelaskan Sekjen PB Al Washliyah itu, diharapkan dengan adanya lembaga Alzis yang mengelola zakat, infak dan sedekah warga Al Washliyah bisa dimanfaatkan untuk mengangkat kesejahteraan guru.

Sementara untuk meningkatkan kualitas guru dan dosen bisa dilakukan dengan memanfaatkan CSR dari perusahaan-perusahaan. “Saya sedang berpikiri keras agar Alzis (Al Washliyah Zakat, Infak dan Sedekah) bisa mengatasi masalah gaji guru yang sangat minim,” ungkap Khamis saat menyampaikan sambutannya dalam acara penutupan muktamar IGDA.

Banyak pekerjaan rumah yang harus dilakukan Ketum IGDA terpilih untuk memajukan organisasi. Dengan posisi Dedi sebagai anggota DPD RI diharapkan banyak hal bisa dilakukan untuk para guru dan dosen di Al Washliyah.

(mrl)


Populer

×