Kabar Washliyah

Jayalah Washliyah Zaman Berzaman

Majelis

Minggu, 5 April 2015

Jemaah Masjid Sambut Gerhana Bulan Dengan Sholat Sunnah

Munthe Dakwah Majelis

gerhana-aw

BEKASI – Sebagian besar umat Islam menyambut gerhana bulan total (GBT), Sabtu (4/4/2015) jelang waktu Mahgrib untuk Jakarta dan sekitrarnya, dengan menunaikan ibadah sholat sunnah gerhana bulan. Ibadah tersebut dilangsungkan sesudah Sholat Maghrib sebagai mana terpantau di Masjid Raudhatul Jannah, RW 32 Rawalumbu, Kota Bekasi, Jawa Barat.

Suasana serupa juga terjadi di berbagai masjid di seluruh Indonesia. Kalimat thoyibah dan doa saling bersahut dan setiap jemaah menundukkan kepala sembari berdoa dengan penuh ikhlas dan harap.

Sementara itu, Pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Raudhatul Jannah, sebelumnya mengumumkan baik tertulis maupun lewat pengeras suara bahwa saat terjadi gerhana bulan total diselenggarakan salat sunnah gerhana bulan secara berjemaah.

Usai Salat Maghrib, jemaah masjid di kompleks perumahan itu tidak beranjak dari shafnya dan langsung mengikuti salat sunnah. Dijelaskan dasar hukum pelaksanaan sholat sunnah itu adalah anjuran Rasulullah SAW.

Bertindak selaku imam dan khotib adalah Drs.H.Misbahuddin M.Pdi, penasihat DKM Raudhatul Jannah. Jemaah nampak khusuk mengikuti salat dan mendengarkan khutbah. Antara lainĀ  khutbah membahas gerhana bulan total yang menjadi tanda-tanda Kebesaran dan Kekuasaan Allah SWT.

Sebagai mana diketahui gerhana bulan total yang terjadi itu mendapat perhatian umat manusia dari berbagai belahan dunia tak terkecuali Indonesia. Seluruh wilayah di Indonesia termasuk beruntung karena mengalami tahap gerhana sepanjang fase puncaknya. Meskipun demikian di sejumlah wilayah, termasuk di kawasan Bekasi, Jawa Barat, gerhana tidak dapat diamati dengan baik karena cuaca mendung dan hujan rintik-rintik.

Peristiwa gerhana kali ini tergolong langka karena fase puncak yang sangat singkat hanya sekitar 4 menit 43 detik, tidak seperti gerhana bulan umumnya yang mencapai puluhan menit. Keadaan gerhana semacam ini katanya, baru terulang setelah 140 tahun lagi.

Selain itu, gerhana bulan kali ini juga istimewa karena satu-satunya peristiwa gerhana yang dapat dilihat dari Indonesia sepanjang 2015. Sesuai data NASA, sepanjang 2015 akan terjadi 2 gerhana bulan dan 2 gerhana matahari.

(*/esbeem)


Populer

×