Kabar Washliyah

Jayalah Washliyah Zaman Berzaman
Rabu, 18 Februari 2015

H. Aziddin Tokoh Sentral Pindahnya PB Al Washliyah Ke Jakarta


Yusnar Yusuf
Ketum PB Al Washliyah Dr. Yusnar Yusuf, MS saat menyampaikan tausiahnya di acara tahlilan Alm. H. Aziddin, SE.

MEDAN – Mantan Ketua Umum PB Al Washliyah KH. Aziddin merupakan tokoh utama proses pemindahan kantor PB Al Washliyah dari Medan ke Jakarta. Memang sudah menjadi keharusan bila kantor sebuah organisasi berada di Ibukota Negara Jakarta. Berkat Aziddin yang ketika itu pengusaha sukses pada 1986 PB Al Washliyah resmi berkedudukan di Jakarta.

Proses pemindahan pimpinan sebuah organisasi ke Jakarta bukan suatu yang mudah. Namun H. Aziddin mampu melakukan itu. Demikian disampaikan Ketum PB Al Washliyah Dr. Yusnar Yusuf, MS dalam acara tahlilan mengenang Mantan Ketum PB Al Washliyah KH. Aziddin Untuk Al Washliyah, Bangsa dan Negara pada Senin (16/2) malam di Aula UMN Al Washliyah Medan.

“Memindahkan organisasi ini ke Jakarta tidaklah mudah. Semua dikorbankannya untuk Al Washliyah,” kata Ketum PB Al Washliyah itu. Kondisi politik Indonesia saat itu kurang begitu baik bagi pertumbuhan organisasi Islam. Semua Ormas wajib mencantumkan azas tunggal Pancasila. Sesuatu yang sulit bagi Al Washliyah yang berazaskan Islam. Namun dengan kepiawaian yang dimilikinya Al Washliyah bisa melaksanakan muktamar di Asrama Haji Ciliwung pada 1986.

Hal senada dikatakan mantan Ketua PW Al Washliyah Sumut Hasbullah Hadi. Menurutnya hanya H. Aziddin yang mampu menyelenggarakan Muktamar Al Washliyah pada 1986 di Jakarta setelah sebelumnya panitia ditolak oleh pemerintah ketika akan dilaksanakan muktamar di Banda Aceh. “Karena kedekatannya dengan penguasa di Jakarta, maka disepakati pelaksanaan Muktamar Al Washliyah di Jakarta dan H. Aziddin sebagai ketua panitia,” ungkapnya.

Hasbullah Hadi
Foto: Hasbullah Hadi saat menyampaikan kenangannya tentang Alm. H. Aziddin, SE.

Di muktamar tersebut Aziddin terpilih sebagai Sekjen PB Al Washliyah mendampingi Ketua Umum H. Ridwan Ibrahim Lubis. Di tangan Aziddin organisasi Al Washliyah mulai berkiprah di kancah nasional. Pada muktamar 1992 di Asrama Haji Pondok Gede, dikatakan Hasbullah, paket H. Ridwan Ibrahim Lubis dan H. Aziddin terpilih lagi.

“Baru pada Muktamar Al Washliyah di Bandung H. Aziddin terpilih menjadi ketua umum,” cerita Hasbullah. Dan dilanjutkan lagi pada muktamar di Asrama Haji Pondok Gede pada 2003. Setelah itu muktamar 2010 di tempat yang sama beliau tidak terpilih lagi. Sejak saat itu H. Aziddin sudah tidak aktif lagi di Al Washliyah. Kenangan itu disampaikan Hasbullah dihadapan warga Al Washliyah yang hadir di UMN.

(mrl)


Populer

_20191111_162949
Senin, 11 November 2019
Inilah Logo HUT Ke 89 Al Washliyah

×